
Saka Sampai dikantor dan menemukan sebuah Surat Ijin Cuti dari Yeri...,, Diambilnya surat itu dan berjalan mencari Juan....,,
setelah lama mencari, Saka menemukan Juan sedang bekerja di Studio Rekaman....,,
"Tolong Jelaskan Apa Maksud dari surat Cuti Ini"
Saka meletakkan Surat Cuti Yeri di depan Juan, dan juan dengan cepat sudah berdiri berhadapan dengan Saka...,
"Yeri butuh Cuti Pak...., kejadian kemarin mungkin membuatnya kurang nyaman,, Lagian Ini cuti pertamanya di tahun ini..."
Juan menjelaskan kepada Saka, Saat ini dirinya berfikir berkewajiban melindungi Yeri dari CEO yang nampaknya tidak suka dengan Yeri yang semaunya Saja ingin Cuti....
Saka Kesal, Alisnya mengkerut menanggapi perkataan Juan...,, sudah ia duga Yeri tidak nyaman dengan beberapa wartawan itu..., kalau saja kemarin tidak ada rapat penting dirinya pasti bisa menyusul Yeri....,,
"Apa kau Tahu Yeri ada di mana?" aku mengunjungi apartmen Yeri dan tidak menemukannya...."
"Apa Sefatal itu kesalahan Yerii,, Sampai Dia harus mencarinya sampai ke Apartmen,,, Kalau bukan aku yang melindungi Yeri, Siapa lagi...." Guman Juan Dalam Hati
"Aku tidak Tahu...",, Jawab Juan singkat,,
"Kalau begitu aku minta nomor telfon Yeri..."
"Lihatlah,, dia tidak akan melepaskan Yeri kali ini..." Guman Juan dalam Hatinya lagi,, Saat ini Saka terlihat Sedang kesal di mata Juan....
"Aku tidak punya nomor Yeri..."
Saka tidak mampu berkata kata saat mendengar jawaban Juan,, bagaiman mungkin dia tidak memiliki Nomor Telfon Yeri pikir Saka....
"Apa saat ini dia sedang berusaha melindungi Yeri?" saka bertanya dalam hati mengingat kejadian yang lalu saat juan juga membohonginya tentang Yeri saat Yeri meninggalkan kantor sebelum jam pulang...,
"Ayolah Juan....,, Apa aku terlihat ingin mencari kesalahan Yeri...? Apa kau tidak bisa melihat kalau aku menyukainya....?
Pertanyaan Saka membuat Juan Terkejut,, terlebih lagi saat melihat ekspresi Saka....
saat ini saka terlihat sedang memohon dan kata katanya sangat tulus...,,
bagaimana bisa CEO sudah menyukai Yeri Pikir Juan....,, dengan Cepat Juan mengambil ponselnya dan mencari nomor Yeri kemudian memberikannya kepada Saka....,,
Saka tersenyum dan menepuk punggung Juan,, dengan cepat ditekannya tombol pannggil di ponselnya....
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktiv
Saka mengulangi panggilannya dan masih tetap sama... nomor Yeri tidak aktiv...,,
Juan sudah menduga yeri pasti mematikan ponselnya dan kemudian memberi saran kepada Saka untuk menanyakan langsung kepada Araa sahabat Yeri tentang keberadaan Yeri karena juan juga tidak tahu keberadaannya dan kali ini Juan tidak berbohong saat dirinya memberikan alamat Araa.......
setelah mendapatkan alamat Galeri Araa, Saka segera pergi mengunjunginya dan Saka sangat bersyukur saat melihat Araa sedang sibuk merapikan beberapa lukisan di galerinya....,
"Ternyata Juan tidak berbohong, Ini memang araa..., sahabat Yeri saat di caffe itu" gumam saka Dalam Hati..
"Apa ada yang bisa saya bantu?
Araa bertanya sedikit terkejut saat melihat Saka di galerinya...,,
"Aku ingin menanyakan keberadaan Yeri...,, dia cuti selama tiga hari dan aku tidak bisa menghubunginya...."
"Dia mematikan ponselnya...,"
"Apa kau tahu Yeri ada di mana?"
"Tau..." Araa tersenyum melihat ekspresi saka...
"katakan padaku... aku ingin menemuinya..."
"Tapi Kenapa?"
Petanyaan Araa menyadarkan Saka,, ekspresi sedihnya berubah dan Dirinya memikirkan alasan kenapa harus mencari yeri...,,
"Ada pekerjaan yang harus ia kerjakan saat ini juga..." jawab saka dengan menjaga nada suaranya agar tidak terdengar sedang putus asa mencari Yeri...
"Begitukah...." Ara sedikit kecewa dengan jawaban Saka meski dirinya sudah bisa melihat jawaban dari eskpresi saka saat ini...,,
"Kenapa sangat susah untuk berkata kalau kau merindukannya...." Gumam Araa dalam Hati
Ara menuliskan sebuah alamat di kertas kecil dan memberikannya untuk Saka...
"Datanglah kealamat ini,, Yeri Pulang kerumah masa kecilnya,, jaraknya 5 jam dari kota..."
Wajah Saka berubah Bahagia saat menerima alamat Yeri..., sejenak ia tersenyum namun segera merubah ekspresinya saat menyadari Araa sedang menatapnya...
"Baiklah.... Terimakasih karena sudah mau membantuku..., pekerjaan ini hanya bisa diselesaikan oleh Yeri,, dan ponselnya tidak aktiv....,, maaf sudah menggannggumu..."
Saka menjawab sambil berdiri tidak sabar untuk menuju alamat yang diberikan araa...
"bagaiman bukan Yeri yang bisa menyelesaikannya,, pekerjaan itu menyangkut hati dan perasaanmu...., kenapa juga harus berbohong..." sekali lagi Araa bergumam dalam hati...
Saka kemudian pamit kepada Araa yang masih tetap duduk santai menatap Saka yang sudah berjalan menuju pintu keluar....
langkah saka tiba tiba terhenti di depan sebuah lukisan...
"Kirimkan Lukisan ini ke kantorku,, aku akan membelinya..."
"Kenapa Kau memilih lukisan itu?" Ara bertanya heran saat saka memilih Lukisan Yang Ia Buat Saat memikirkan Yeri...
"Aku hanya teringat Kepada Yeri saat menatap lukisan itu"
Saka tersenyum dan melangkah keluar meninggalkan Araa yang masih mematung di depan lukisan yang sudah di beli Saka....,,
"Apa dia bisa membaca fikiranku...,, bagaimana dia tahu kalau ini lukisan tentang Yeri..."
Ara berbicara dengan dirinya sendiri dan memandangi saka yang sudah pergi mengendarai mobilnya....
****
Saka menelfon sekretaris Pamannya dan memerintahkan untuk mengurus urusan kantor selama 2 hari karena ia ada urusan penting dan kemudian menelfon ibunya...,
saka melajukan mobilnya di jalan bebas hambatan, setelah memberitahukan kepada mirae bahwa ia ingin menyusul Yeri dan dengan cepat mendapat persetujuan dari Mirae....,,
Suasana Hati Saka bertambah senang saat mendengar suara mirae yang sudah kembali seperti biasanya...,, tidak marah lagi seperti beberapa hari ini.....
Beberapa jam mendarai mobilnya, Fikiran Saka tidak pernah lepas dari sosok Yeri... kerinduan masuk dalam hatinya...,, sehari saja dan ia merasakan kekosongan yang tak tertahankan....,,
Dan disinilah Saka,, Di rumah masa kecil Yeri....