
Seminggu berlalu semenjak Saka melamar Yeri..., di hari pertama masuk kantor Saka dan Yeri disibukkan dengan sambutan dan kata kata selamat dari para karyawan perusahaan...,
Mereka juga tak luput dari pemberitaan hangat di Berbagai Media ternama meski identitas Yeri masih dirahasiakan...,
semua karena Saka tidak ingin mengganggu aktivitas Yeri..., dengan semua pengaruhnya di dunia bisnis dan industri hiburan Saka mampu membuat kesepakatan dengan para pembuat berita agar identitas Yeri tidak di publikasikan...
semenjak kabar pernikahannya tersebar, popularitas Saka semakin meningkat..., setiap hari para penggemar tidak henti mengirimkan bunga dan surat cinta untuk Saka..., seakan sudah terbiasa, Yeri sudah tidak cemburu lagi saat melihat para penggemar mengagumi calon suaminya...,
Saat ini Saka sedang asik menikmati makan siang yang di bawa Yeri..., ia duduk dengan santai menikmati makanan lezat dihadapannya sambil menatap yeri yang sedang sibuk Mencatat nama teman teman yang akan ia undang di pesta pernikahan mereka....,
sesekali Saka tersenyum melihat ekspresi Yeri saat sedang mengingat nama teman temannya...,
saat ini mereka sedang disibukkan dengan persiapan pernikahan dan semuanya mereka kerjakan bersama sama..., dari hal yang besar sampai hal yang paling kecil sekalipun...,
"Sayang, apa kamu benar benar tidak punya teman yang mau kamu undang?" Yeri menatap Saka yang sedang makan dengan lahap di hadapannya...
"Sudah kukatakan Tidak Ada..." Jawab Saka singkat dan kembali menikmati makan siangnya...
"Bagaimana mungkin orang seperti kamu tidak punya teman" Gumam Yeri...
Saka menatap Yeri sambil tersenyum..., beberapa hari ini yeri sangat penasaran dengan orang orang di sekelilingnya...,
"Saat aku SMP, banyak siswi yang ingin mendekatiku karena aku tampan..., perlakuan spesial mereka ternyata membuat beberapa siswa iri, dan satu hari mereka menghajarku dengan tujuan agar wajahku babak belur..." Saka tersenyum saat mengingat kejadian saat ia masih SMP
Yeri yang mendengar penuturan Saka seketika berhenti dari aktivitas mencatat nama tamu undangan..., dan fokus mendengarkan kisah Saka...,
"Lalu..?" Tanya Yeri...
"Ibu sangat kesal dengan kejadian Itu, dan memilih untuk mengeluarkanku dari sekolah...," Lanjut Saka...
"Kamu pindah sekolah?" Tanya Yeri saat sudah bertambah penasaran...,
"Iya..., aku pindah kerumah, Ibu memilih menyekolahkanku di rumah agar aku aman, karena kejadian seperti itu bukan yang pertama kalinya...." Saka tersenyum sinis mengingat masa lalu yang sedikit tidak menyenangkan itu....,
Saka mengangguk Pelan sambil melahap sepotong buah apel....,
"Masa SMP ku di habiskan di rumah,, setelah masa SMP berakhir, aku mencoba lagi masuk ke SMA swasta yang katanya terbaik..., disana lagi lagi wajah tampanku menjadi masalah,, aku tidak bisa berteman baik dengan beberapa anak laki laki karena anak anak perempuan selalu mengikutiku...," Saka menarik nafas panjang seakan masih merasa lelah dengan kisahnya itu....,
"sampai akhirnya aku bertemu Pak Joo.., dia menyadari bakatku saat aku sedang bersembunyi dan bernyanyi di atap sekolah..." Saka tersenyum mengingat pertemuannya dengan pak Joo...,
"Lalu...?" Tanya yeri lebih penasaran Lagi..
"Pak Joo membujukku sekuat tenaga untuk jadi penyanyi, saat itu sekolah baru saja di mulai dan aku sudah merasa tidak nyaman...., penawaran pak Joo untuk menjadi seorang penyanyi membuatku sedikit tergoda...., mungkin dengan begitu akan ada banyak orang yang ingin bersahabat denganku...," Saka tersenyum saat memandang Yeri...
"saat itu juga aku bergabung di sebuah agensi, dan memulai karirku sebagai anak baru diindustri musik...., disana aku mendapat sedikit teman...., satu yang sangat aku sukai dan akhirnya dia menyakitiku..." Saka tertegun mengingat seseorang...,
"Siapa?" Tanya Yeri...
"Alex.., Dia yang menjebakku malam itu di Sebuah Bar...." Saka sedikit geram saat mengingat kejadian memalukan itu...,
"Aaah..., sudahlah lanjutkan saja makan siangmu..., tidak usah mengundang mereka, aku tidak ingin merusak acara pernikahanku..." Yeri mencoba membuat suasana hati saka kembali ceria...
Saka tersenyum saat menatap Yeri...,
"Aku punya beberapa kenalan model cantik yang sangat terkenal, jika kamu mau aku bisa mengundang mereka" Saka tersenyum, ia sangat tahu Yeri tidak suka saat wanita cantik mendekatinya...,
"Ada juga beberapa teman sexiku saat kuliah diluar negeri..." Tambah saka saat ingin sekali melihat ekspresi kesal Yeri...,
"Jangan berani mengundang mereka...," Yeri cemberut saat menatap saka...,
Saka tertawa melihat tingkah Yeri...., Yeri yang sedang cemburu adalah hal favoritnya....,
"Baiklah..., lagipula kau satu satunya yang paling cantik..." Saka tertawa saat menggoda yeri dan melanjutkan makan siangnya...,
Yeri tersipu malu..., wajahnya seketika memerah hanya karena sedikit rayuan dari saka...,,