My Idol

My Idol
Sekolah Yeri



Mobil yang di kendarai ken Berhenti di depan gerbang Sekolah yang tinggi dan besar menjulang ke atas...


Di depannya terlihat seorang guru sedang berjaga memeriksa setiap siswa siswi yang lewat....


"Seni bisa merubah jiwa dan hatimu" terlihat slogan dari sekolah yang terlihat besar dan mewah itu.... benar saja sekolah itu adalah sekolah seni paling bergengsi....


"Bye Paa.... Hati hati di jalan" Yeri melambaikan tangan kearah Ken...


Ken menanggapi dengan kepalan tangan di depan wajahnya....


"Fightiing" kata kata penyemangat dari Ken keluar bersama senyuman....


yeri yang melihat itu juga tersenyum hangat untuk Ken...


Yeri berjalan ke arah gerbang besar... melewati guru piket yang sedang berjaga menjaring siswa yang tidak memakai atribut lengkap...


"Yeriiii..... yerii"


terdengar teriakan seorang gadis dari arah belakang...


Yeri membalikan tubuhnya melihat kearah gadis yang sedang melambaikan tanganya..., melihat gadis itu yeri ikut melambaikan tangan....


"Araaaa,," Yeri setengah berteriak memanggil nama gadis itu...


Namanya Araaa, teman sekelas Yeri... Ara juga gadis cantik sedikit tomboy dan tidak terlalu suka belajar seni,,, tapi dia bersekolah disini di sekola seni... hahaha....


"Jalanmu cepat banget Yeriii...." Ara berusaha mengatur nafasnya setelah lelah berlari kearah Yeri...,


"kamu aja yang lelet Araa..." senyuman muncul di wajah yeri melihat araa yang susah bernafas karena berlari...


Mereka kembali berjalan ke arah sekolah yang jaraknya lumayan jauh dari gerbang sekolah.... di sepanjang jalan banyak berjejer pohon pohon yang rimbun membuat suasana jalan jadi teduh...


"Araaa... kamu udah beli tiket konser kan?" kamu harus temenin aku nonton konser...."


"Konser lagi Yer?? ya ampuun aku tuh capek nonton konser mulu.... kamu gak capek yah...?"


"Enggaklah..." dengan cepat yeri menjawab,,


"kamu tahu kan itu konsernya saka...?" tambahnya lagi meyakinkan Araa....,


"iya iya.. aku tahu, aku temenin kamu..." dengan cepat araa mengakhiri perdebatan itu agar yeri tidak menjeratnya dengan penjelasan panjang lebar tentang saka yang sudah sering ia dengar....


Yeri tersenyum puas dan kemudian memeluk Araa...


Yeri sekarang duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah atas, itu tandanya tidak lama lagi yeri akan menyelesaikan pendidikannya sebagai siswi di sekolah seni tersebut...


Yeri mengambil jurusan Musik sedangkan Araa mengambil jurusan melukis.


bukan tanpa alasan yeri mengambil kelas musik, tapi karena yeri ingin menjadi seorang penyanyi agar bisa sejajar dengan Saka....


"Yeriii....." Seorang anak laki laki melingkarkan tanganya di bahu yeri....


Yeri menoleh sedikit terkejut dan melepaskan tangan anak laki laki itu..


"Apaan sih,, jangan macam macam deh..." Yeri menatap anak laki laki yang sedang tersenyum dengan manisnya,


"Jangan marah dong...."


"Aku gak marah tapi kamu jangan kayak gitu morgan..." Yeri cemberut menatap anak laki laki yang bernama morgan itu...


"Yaudah.. maaf maaf,, gitu aja marah..." dengan senyum polosnya Morgan menatap yeri....


"Kamu udah makan? kalo belum ayoo kita makan...."


"Kamu makan aja dulu.. aku lagi nonton..." yeri membalas dengan nada jutek agar morgan pergi karena dia tahu morgan tidak akan menyerah kalo dia pakai bahasa lembut....


"Nonton apaan sih...." Morgan melirik HP yeri...


"Ya ampuun saka lagi... saka lagi..." Morgan cemberut kearah Yeri...


"Kamu gak liat yah aku lebih tampan dari Sakamu itu?" Morgan melihat Yeri dengan tatapan sinis...


Yeri balik menatap morgan dengan senyuman...


"Jangan berhayal deh kamu...."


"Haduuuh imutnya...." morgan menanggapi senyuman yeri....


"Yaudah nonton aja sepuasnya,biar kamu bisa senyum senyum kayak gini..."


"Yaudah pergi sana... sblum senyuman aku ilang..." tambah yeri yang membuat senyum morgan hilang dan segera beranjak pergi ke kantin sekolah.....


"Emang apa sih hebatnya saka... liat aja kalo di gak ngetop lagi pasti kamu ngejar aku..." morgan tertawa gelii dengan kata katanya....