
Yeri sesekali mencuri pandang pada saka Yang sedang mengemudi,, Saka sedang fokus menatap jalan lurus di depannya tetapi senyuman di wajahnya tidak pernah hilang...,, sungguh pemandangan yang sangat indah dan langka menurut Yeri...,,
tatapan yeri turun memindai tubuh saka,, terlihat kemeja putih yang Saka kenakan sedikit basah karena cipratan air laut saat menjahili yeri membuat sebagian otot perut Saka sedikit terekspose, terjiplak di kemeja putihnya yang basah....
Saka menyalakan AC mobil tetapi yeri merasa gerah hanya dengan melihat pemandangan indah di sampingya...,, pipinya seketika berubah menjadi merah padam saat ia membayangkan betapa sexinya saka saat ini....,,
"Tataplah sesukamu....,, kau akan mengahabiskan banyak waktu untuk menatapku suatu saat nanti...."
Saka tiba tiba berkata tanpa menoleh sedikitpun, senyumnya merekah dan yeri spontan mengalihkan pandangan....,,
"STOOOP",, yeri tiba tiba berteriak membuat saka spontan menghentikan mobilnya,, untung saja tidak ada mobil yang sedang melaju di belakang mereka....
"Apa... ada apa? Kau baik baik saja?"
Saka panik dan menatap Yeri memindai tubuhnya dari atas sampai kebawah membuat Yeri sedikit malu dengan perlakuan saka....,,
"Tidak...,, tidak ada yang sakit,, kita hampir melewatkan Tempat makan Favoritku,," yeri berkata sambil menatap Saka yang sedang memasang wajah paniknya....
"Kau membuat jantungku hampir berhenti berdetak,," Saka menyandarkan badannya dan mengusap rambutnya kearah belakang kemudian menatap Yeri...,
"Dimana Tempat makan Favoritmu" Saka bertanya dengan ekspresi sedikit kesal kepada yeri
yeri tersenyum melihat ekspresi saka,, rasanya sedikit lega bisa membalas kejahilan saka...,,
"Berjalanlah sedikit, kita hampir sampai" Yeri tersenyum saat berkata pada saka
"Apa kau tersenyum?" itu tidak lucu..." saka cemberut menanggapi Yeri
saka kembali melajukan mobil dan menatap yeri yang sedang menertawakan kepanikannya....,
Ada perasaan senang saat melihat yeri tertawa lepas, tapi dirinya terus saja memasang wajah cemberut agar bisa memuaskan yeri yang sedang merasa diatas angin karena bisa membalasnya....,
tidak begitu jauh berjalan dan mereka sampai di sebuah rumah makan sederhana,,,
"jadi disini?" tanya Saka
"Iyaa...,, mereka menjual Seafood yang sangat lezat disini....,,"
mereka turun dan memasuki Rumah makan sederhana itu,, di dalamnya tidak terlalu ramai hanya ada beberapa meja dan kursi kecil yang sudah sedikit usang tetapi terasa sejuk dan nyaman untuk makan siang...,,
mereka disambut oleh sepasang suami istri yang sudah lanjut usia,, terlihat mereka sangat senang saat menyambut Yeri,, beberapa pelukan hangat di tampilkan di depan saka,, dan saka menyalami kedua orang pemilik rumah makan ini sambil memperkenalkan dirinya....,,
"Bibi... berikan aku yang spesial,, dua yah bii" yeri mengangkat dua jari tangannya dan memberi pesanan dengan gembira...,, kemudian mereka berjalan ketempat duduk yang ia Pilih....,,
Tempat duduk yang nyaman memperlihatkan pemandangan laut yang indah di depan mereka,,
yeri memilih memandangi pemandangan indah itu saat menyadari saka sedang menatapnya lekat,, entah apa yang ada dipikiran saka saat ini....,,
"Apa kau sering kesini?" pertanyaan saka membuyarkan pikiran yeri...,
"Iyaa....sebelum kembali ke kota aku harus mampir disini...."
"Sama Siapa?"
"Sama Papa..." Yeri menjawab dan menyadari perubahan ekspresi Saka saat bertanya,, dan setelah mendengar jawaban yeri, saka kembali keraut wajahnya semula,, tersenyum bahagia, entah apa yang membuatnya sebahagia ini....,,
perbincangan terhenti saat dua buah mangkuk besar berisi Sop Seafood diletakkan diatas meja...,,
"Nikmati makanan kalian" bibi pemilik rumah makan tersenyum saat menyajikan makanan mereka...,,
"Terimakasih bibi" Yeri membalas dengan tak kalah manisnya....,,
Saka memandangi sop yang sudah tersaji dihadapannya dan seakan teringat sesuatu....,
"Akhirnya aku bisa makan Sop ini..." saka berkata sambil mencicipi sop di depannya...,
Yeri sedikit heran dengan perkataan Saka,,
saat ini Saka sudah mulai mencicipi makanannya dan yeripun sudah tak sabar lagi untuk mencicipi sop yang disajikan di depan mereka....,
"Kau pernah mengirimkan foto sop ini untukku..,, beberapa tahun yang lalu..."
Saka berkata dan menatap yeri,, sejenak Yeri berhenti dari aktivitas makan siangnya dan kemudian membalas tatapan saka...,,
memang benar Yeri pernah mengirimkan foto Sop ini untuk Saka,, tidak ada alasan kenapa Yeri mengirim foto sop sederhana ini,, dirinya hanya ingin berbagi hal yang ia sukai dengan saka....,, tapi Yeri tidak menyangka bahwa saka bisa mengingat foto sederhana itu....
"Kau berkata aku harus mencicipi ini suatu hari nanti....,, terimakasih karena kau sudah membawaku kesini,, kau tidak tahu betapa tersiksanya aku melihat foto makanan selezat ini...." Saka tersenyum dan kembali menyantap makanannya....,,
Yeri sejenak terdiam mendengar pengakuan saka,,, yeri mengira semua kiriman itu tidak mendapat perhatian darinya....,, ada perasaan bahagia saat mengetahui bahwa saka menerima semua itu dengan senang hati... tidak seperti pengakuannya beberapa hari yang lalu....,,
"Kenapa kau mengirimiku paket paket itu?" saka bertanya membuat Yeri kembali menatapnya....,,
Yeri nampak berfikir,, suasana hening untuk beberapa saat....
"Aku hanya tidak ingin kehilangan semua memori tentang kamu....,, kau pergi sejauh itu tanpa mengetahui bahwa orang sepertiku mengidolakanmu....,, aku hanya ingin merasa dekat denganmu meski kau tak berpikiran sama denganku...."
Saka terdiam mendengar penjelasan Yeri,, hatinya Luluh mengingat ketulusan Yeri selama ini,, ketulusan yang tidak berdasarkan sesuatu.....,, hanya ingin merasa dekat dengan orang yang ia sukai tanpa mengharap balasan perasaan yang sama....
"Maafkan aku jika aku mengganggumu..." yeri berkata saat melihat saka menatapnya dengan pandangan tak biasa....
"Aku akan memaafkanmu,, tapi bukan saat ini...,, kau harus menebus kesalahanmu dengan terus memberikan perasaan yang tulus untukku..."
Saka melanjutkan makan siangnya dengan tersenyum kearah Yeri yang masih berusaha mencerna perkataan Saka....,,
"Aku bahkan tidak pernah bersusah payah untuk memberikan apa yang kamu sebut dengan ketulusan karena aku sudah jatuh sejatuh jatuhnya padamu"
yeri berguman dalam hati saat memandangi Saka,, baginya duduk disini bersama saka adalah salah satu ketidakmungkinan yang selalu ia harapkan untuk menjadi sesuatu yang nyata seperi hari ini......