
"Good Morning..." Saka menyapa Yeri saat bertemu di depan Apartmen...,, Pagi ini Saka menepati janjinya untuk menjemput Yeri...,
"Good morning" Yeri membalas sapaan saka dan tersenyum manis kearahnya...,, bagi Yeri pagi ini adalah pagi terindah selama hidupnya...,, sesuatu yang hanya bisa hadir di dalam mimpi sekarang sedang hadir di kehidupan nyata Yeri....
setelah saling menyapa, mereka lalu berjalan memasuki mobil, senyum saka tak pernah hilang saat melihat yeri sedang duduk di sampingnya...,,
"Sudah Sarapan?" Saka bertanya memulai perbincangan dengan Yeri...,,
"Sudah" Yeri menjawab sambil mengangguk...
"Sarapan Apa?" Saka bertanya dan kemudian meraih tangan yeri dan menggenggamnya...
Yeri sedikit terkejut dengan perlakuan Saka,, tapi hatinya bahagia,, tangan lembut dan hangat saka membuatnya nyaman,, tak ada yang lebih diinginkan Yeri dari apa yang ia rasakan saat ini....,,
"Sandwich" Yeri menjawab dan tersenyum kearah saka....,, Kamu?
"coba tebak aku sarapan apa?
"Pancake?" Yeri dengan cepat menjawab makanan Favorit Saka,, baginya Saka adalah buku terbuka yang sudah sangat ia kuasai, apa yang saka suka dan apa yang menjadi favorit saka sudah sangat dipahami yeri, bahkan ia bisa jadi seperti seorang detective saat berbicara tentang Saka...
Saka mengangguk,, menatap lekat kearah Yeri, berfikir kenapa yeri bisa menjawab dengan tepat, bahkan untuk hal sekecil itu...,,
Yeri tersenyum melihat tingkah saka....,, sikap bingung saka membuatnya menjadi sangat tampan saat ini....,,
"Apa aku seperti buku terbuka bagimu? saka bertanya dan menatap Yeri....
Yeri tersenyum menanggapi pertanyaan Saka,, Apalgi yang harus dijawab Yeri,, memang benar Ia sudah sangat mengenal saka...,,
"semua tentangku pasti sudah sangat kamu pahami...,, tapi ada satu yang tidak kamu pahami dariku..."
saka berkata sambil memarkirkan mobil di depan lobi Perusahaan..., saat ini mereka sudah sampai, mobil berhenti dan saka melanjutkan perkataanya,,
"Kamu tidak tahu bagaimana Aku saat sedang mencintai seseorang..."
Saka menatap lekat kearah yeri yang sedang menatapnya,, kemudian mendekatkan tubuhnya kearah Yeri, membuat yeri sedikit salah tingkah...,
"bersiaplah,, mungkin bunga akan tumbuh di setiap inci dalam hatimu..." Saka tersenyum dan menggenggam erat tangan Yeri....,, menikmati perubahan Ekspresi wajah Yeri yang seketika merona dihadapannya...,
saat ini yeri tidak mampu membalas perkataan Saka,, Yeri terpaku mencoba mencerna apa yang baru saja ia katakan....,, hatinya luluh menyaksikan senyuman yang sangat ia sukai...,, tak ada yang lebih indah dari senyuman Saka,, pikir Yeri...
"Ayoo...,, Ayo masuk,, tidak baik kalau kamu terlambat masuk kantor..." yeri terbata dan menjauhkan tubuhnya dari saka,, saat ini yeri memilih keluar dari dalam mobil sebelum dirinya bisa melakukan hal yang tidak bisa ia kendalikan...,, wajahnya merona, membuat saka tertawa melihat tingkah yeri....,,
Mereka melangkah, berjalan menyusuri lobi perusahaan,, yeri sedikit menjaga jarak karena tidak ingin membuat para karyawan bertanya tanya,, sementara itu saka dengan gelisahnya ingin berjalan sejajar dengan yeri...
" Kenapa jalanmu cepat sekali?" Saka cemberut dan mencoba menghentikan Langkah Yeri....,
" Saka.....,, nanti banyak yang lihat,, ini belum saatnya mereka tahu....,, aku tidak ingin membuat keributan di perusahaan..."
yeri berkata sambil menatap sekelilingnya kemudian kembali membuat jarak dengan saka, beberapa karyawan saat ini sudah menatap heran kearah mereka....,
"Kenapa aku harus merahasiakan hubunganku? Saka menatap tajam kearah yeri,,
"Bukan merahasiakan... tapi tunggulah dulu... ini bahkan belum sehari kita bersama..." Yeri mencoba memohon, saat ini dirinya belum siap menjadi pusat perhatian banyak orang...,,
"Apa Kita sedang menjalankan Misi?
Misi Secret Romance? dan aku harus merahasiakanmu?"
Pertanyaan Saka membuat Yeri tertawa,, bagaimana mungkin ini menjadi sebuah misi rahasia pikir Yeri....,,
"Kenapa tertawa?"kamu milikku dan akan seperti itu, hari ini dan sampai kapanpun, jadi jangan merahasiakan apapun dari orang lain..."
Saka kemudian meraih tangan Yeri,, menggenngamnya dan berjalan masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka lebar,, tidak ada yang berani masuk kedalam lift saat saka dan yeri sudah berada di dalamnya...,, semua mata tertuju kearah mereka yang dengan mesranya sedang bergandengan tangan tapi saka tidak perduli..., ditekannya tombol close dan lift tertutup membawa mereka naik kelantai paling atas Blue Sky....,,
Saka tersenyum dan Yeri menundukan wajahnya menahan malu..., bagaimana ia menjelaskan pada sebagian teman satu ruangannya pikir Yeri....,, dirinya mulai mengingat satu persatu wajah beberapa karyawan yang terpaku saat menatap dirinya bersama saka...
"Angkat kepalamu,, jangan menunduk seperti itu...,, aku sudah menahan diri agar tidak melakukan sesuatu selain menggenggam tanganmu...."
Yeri terkejut dengan perkataan saka dan dengan Segera mengangkat kepalanya,, hanya ada mereka berdua di dalam lift dan pikiranya berpacu mengingat apa yang bisa saka lakukan selain menggenggam tanganya...,,
Saka tersenyum melihat tingkah Yeri....,, saat ini pintu lift sudah terbuka dan mereka melangkah menuju Ruang kantor....,,
Saka tiba tiba melepas genggamannya..., membuat Yeri menatap kearah saka...,,
"Aku harus melepaskan Tanganmu,, ada banyak karyawan didalam ruangan aku takut mereka tahu hubungan kita...." Saka melepas genggamannya dan berjalan meninggalkan Yeri...,, sesekali ia tersenyum karena saat ini saka sedang menggoda Yeri....,
yeri terdiam beberapa saat dengan perlakuan saka barusan,, sampai akhirnya ia tersadar dan berteriak kecil kearah Saka....
"kenapa melepaskannya sekarang,, tadi bahkan lebih banyak karyawan yang melihatnya...." Yeri cemberut menanggapi tingkah saka....,,
saka membalik tubuhnya dan menanggapi perkataan Yeri....
"Apa sekarang Rencanamu berubah? tidak ada misi secret romance lagi? saka tertawa lepas menatap Yeri yang sedang cemberut karena ulahnya....
yeri menatap tidak percaya kearah saka, bagaimana mungkin Ia sudah menjahilinya saat hari masih sepagi ini...,,
"aku tidak ingin misi itu lagi...." Yeri mendekat dan menggenggam tangan Saka....,,
Saka tersenyum, digenggamnya dengan erat tangan halus dan hangat Yeri...., kemudian mereka kembali berjalan menuju ruangan kantor, mengabaikan setiap pasang mata yang sedang menatap kearah mereka....