My Idol

My Idol
Wanita Dalam Lukisan



Saka mengurung dirinya karena merasa sangat kesal dengan apa yang ia lakukan tadi pagi...., usaha yang sia sia karena Yeri nyatanya sedang asik dengan pria lain...,


Sudah berapa kali dirinya mengumpat tidak jelas,, menyesali kebodohannya....,


Tapi Saat hari sudah beranjak Siang,, Hati Saka Luluh, ingin rasanya mengajak Yeri Makan siang.... dan Saka memutuskan untuk menuruti kata Hatinya... membuang jauh jauh perasaan kesalnya....


Saka beranjak dari tempat duduk,, berjalan sambil Tersenyum karena ingin mengajak Yeri makan Siang....


Setelah pintu terbuka, lagi lagi Saka harus menelan kecewa dan merasa kesal karena saat ini Yeri sedang bersama dengan Morgan....


Saka mendekati Yeri... Tatapanya kembali seperti tatapannya tadi pagi....,, Tatapan kesal yang berusaha ditahan agar tidak menimbulkan amarah...


Saat Saka mendekat, Yeri dan Morgan spontan menatap kearahnya....


"Apa Kau akan pergi makan Siang?"


Saka bertanya pada Yeri yang sudah bersiap sambil memegang Tasnya....


tidak ada jawaban dari Yeri membuat Saka bertambah Kesal....


"Makan Sianglah Denganku...., Kita akan membicarakan pekerjaanmu yang belum selesai"


"Apa ada yang belum selesai? Tadi aku sudah berusaha mengerjakannya sebaik mungkin...."


"Masih ada yang Kau lewatkan"


"Maafkan Aku,, Tapi aku tidak bisa siang Ini...., Aku akan memperbaikinya setelah jam makan siang... Aku juga akan lembur jika kamu menginginkannya..."


Setelah penjelasan panjang lebar, Yeri pamit kepada Saka yang masih terpaku mencerna penolakan Yeri....


Morgan yang melihat perdebatan itu nampak tersenyum tipis, kemudian memberikan tepukan semangat di bahu Saka yang membuat Saka sangat kesal melihat mereka berdua....


"Apa barusan dia menolakku" Saka berkata dalam hati sambil memandangi Yeri yang sudah berjalan Pergi...


****


"Cepat sedikit kenapa siih.... acaranya sudah mau dimulai Tau"


Yeri cemberut di dalam mobil Morgan, ia sedang terburu buru untuk menghadiri pagelaran Lukisan Di Galeri Araa...., beberapa jam yang lalu dirinya sudah berjanji untuk tidak terlambat..., dan itulah alasannya kenapa dirinya menolak untuk makan siang bersama Saka....


Morgan melajukan Mobilnya dan sesekali tersenyum menatap Yerii.....


beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan Galeri Araa.... nampak tamu sudah memenuhi galeri,, dan Yeri melewati beberapa karangan bunga ucapan selamat untuk Araa dan Salah satunya adalah Karangan Bunga Yang ia kirimkan beberapa saat yang lalu......,


Mereka memasuki Galeri dan segera menyapa Araa yang sedang sibuk berbicara dengan beberapa Tamu undangan....


Yeri melambai Dan Araa Tersenyum Berjalan Kearah Mereka....


"Maafkan Aku sedikit Terlambat"


Yeri Memeluk Araa,, Sedikit menyesal karena terlambat meski acaranya baru saja di mulai...


Araa mengangguk menanggapi Perkataan Yeri...


Pandangan Araa kemudian tertuju pada lelaki di semping Yeri yang sedang diam menatap Araa...


"Morgaan"


Araa terkejut melihat siapa yang ada disamping Yeri...,,


Morgan Yang saat ini masih Terpaku menatap Araa tampak Takjub dengan Penampilan Araa yang memang sudah sangat berubah...,


Rambutnya kini Panjang dan bertambah cantik saat Dirinya tidak setomboy dulu...


Araa Tersenyum mendekat dan menghadiahi Morgan dengan uluran tangan yang membuatnya sadar dari lamunannya...


"Waah.... Kamu sudah sukses yaa Araa.."


Morgan mengalihkan pandangan dengan melirik beberapa Lukisan yang terpajang di dinding....


"Kalian juga sudah sukses" balas Araa memuji kedua Sahabatnya....


Araa tersenyum melihat dua sahabatnya yang sedang kagum atas karyanya.....,


Acara sudah di mulai dan mereka berjalan jalan melihat beberapa lukisan Araa...,


Araa menemani morgan yang sedari tadi tidak henti bertanya tentang makna lukisan lukisan Araa dan sesekali membuat Araa kesal dengan candaan Morgan...


Yerii kemudian berjalan dan berhenti disebuah lukisan yang sangat unik menurutnya....,,


Lukisan Seorang Wanita Yang sedang berdiri dintengah Ladang Bunga,, Tampak sedih Saat menatap Kearah Bunga Yang ingin digapainya....


"Itu dirimu" Ara Membuat Yeri menoleh saat tiba tiba Dirinya sudah berada di samping Yeri...


"Aku?"


"Iya Kamuu....,, Lihatlah,, Dia Berdiri ditengah ladang bunga yang indah,, tapi dia bersedih karena ingin mendapatkan Satu bunga yang ia sukai...."Araa berbicara menunjuk Wanita didalam lukisannya....,


"Kenapa Dia harus bersedih dengan Satu keindahan di depannya,,, Padahal dirinya dianugerahi dengan semua keindahan di sekelilingnya ...." Araa menjelaskan Ironi dari lukisan Yang ia Buat...,


"Aku Suka....,, mungkin memang benar dirinya tidak menyadari,, Tapi bukankah satu bunga yang ia rindukan bisa mengobati kesedihannya...." Yeri balik bertanya,, entah kenapa saat ini hatinya merindukan seseorang yang berusaha ia lepaskan....


"Tolong aku... Aku gak bisa mengerti apa maksud lukisan itu"


Pertanyaan Morgan Tiba tiba menyadarkan Dua Sahabat yang saling menatap penuh arti...


"Yang manaa....,, Habis ini kamu harus beli satu lukisan,, aku capek dari tadi layanin kamu terus..." Araa menanggapi sedikit kesal pada morgan


Araa dan morgan meninggalkan Yeri yang Masih Terpaku dengan lukisan itu....


Acara belum selesai tapi Yeri dan morgan harus kembali karena jam makan Siang sudah selesai...,


Pelukan Hangat mengakhiri pertemuan mereka...,,


morgan terlihat membawa satu lukisan yang sebenarnya tidak ia pahami apa makna dari luksian itu...,, Tapi dirinya bahagia saat melihat Araa menjelaskan makna dari lukisan yang ia Pilih....


Sesampainya di kantor, Yerii menatap Kearah Ruangan Saka yang tertutup Rapat,,


"Apa masuk Aja yaa?"


Yeri berniat masuk menanyakan pekerjaan apa yang belum ia selesaikan,, tapi ia mengurungkan niatnya....


"Tunggu Saja panggilan Dari Saka" Gumam Yeri dalam Hati....


Jam kantor sekarang sudah akan selesai, Saka tidak juga memanggil Yeri...,,


Saat Yeri bersiap untuk Pulang, Tiba tiba pintu ruangan Saka terbuka....,


Saka berjalan menghampirinya dan menyerahkan setumpuk dokumen yang dengan spontan membuat Yeri Lemas melihatnya...


"Kau sudah janji Mau lemburkan...,, Jadi selesaikan pekerjaanmu..."


Saka berlalu setelah memberikan dokumen kepada yeri....


Dan yeri dengan kesalnya menatap setumpuk dokumen itu...,


Yeri mencoba mengerjakan satu persatu dokumen yang diberikan Saka.... dan tak terasa sekarang jam sudah menunjukkan pukul 07.30 PM....,,


Sudah tidak ada karyawan di kantor, hanya ada Yeri dan Saka yang sedari tadi berdiam di ruangannya masing masing....,


"Apa Kau sudah Makan Malam?"


Saka yang tiba tiba sudah berdiri dihadapan Yeri membuat Yeri Kaget dan spontan Menatap Tajam kearah Saka....


"Belum Lapar" Jawabnya singkat


Saka menatap Kearah Yeri, Alisnya mengkerut mendengar jawabannya...


"Ayo Kita Makan Malam,, Aku memberimu Ijin Untuk Melanjutkan pekerjaan esok hari"


Belum sempat Yeri menjawab Dan Saka sudah berada di sampingnya, menunduk meraih Mouse dari genggaman Yeri dan mematikan Komputer....


"Ayoo..." Saka menarik pergelangan Tangan Yeri... dan Yeri mengikuti tanpa perlawanan...


Selama perjalanan Tidak ada yang berbicara, suasana hening sampai Saka menghentikan Mobilnya di sebuah Restoran mewah...,,


Yeri turun sesaat setelah mobil diparkirkan membuat Saka menatapnya tidak suka karena terlihat Yeri sedang melarikan Diri...


Mereka Masuk Kedalam Restoran, Yeri menjaga jarak saat berjalan dan sesekali Saka berhenti agar Yeri mensejajarkan Langkah dengannya....


Saka memesan Makanan Yang menjadi favorit di restoran yang sudah sering ia kunjungi... dan Yeri mengiyakan apa saja yang Saka Pesan...


pesanan Sampai,, Sepotong Daging Setangah matang yang dilumuri dengan Saus Kental yang menggiurkan membuat Yeri tidak sabar untuk makan...


Saat Yeri sudah ingin Menyantap makanan didepannya, Saka mengambil Piring Yeri,, memotong daging menjadi kecil kecil dan memberikan kembali kepada Yeri...


"Makanlah"


Saka menatap Yeri dengan pandangan lembut tidak seperti biasanya,, saat ini senyuman tipis menghiasi bibirnya...


"Kenapa Dia harus melakukan Itu,, Apa dia tidak marah Lagi....,, Dan kenapa juga dia harus setampan Ini"


Yeri berkata dalam hati dan kemudian meneguk Minuman disampingnya karena terpesona dengan perlakuan Saka...,


Saka Tersenyum lebar saat melihat tingkah Yeri...


Makan Malam di lalui dengan diam, tidak ada kata kata..., sesekali Saka tersenyum melihat kearah Yeri dan Itu sukses membuat Jantung Yeri berpacu menahan Pesona Saka....


Makan Malam Selesai dan Saka memaksa untuk mengantarkan Yeri Pulang Kerumah... dan lagi lagi Yeri tak Bisa menolak setelah melihat ekspresi Saka yang tidak suka akan penolakan....


"Jadi Kamu tinggal disini"


Saka menatap sebuah apartmen yang memang tidak terlalu mewah, tapi penjagaannya cukup ketat....


"Iyaa..." Yeri menjawab singkat sambil tersenyum melihat kearah Saka...


"Apa kamu tidak mengajakku masuk?"


Pertanyaan Saka membuat Yeri terkejut...


"Apa yang dia inginkan kali ini" Gumam yeri dalam Hati


Saka Yang melihat ekspresi Yeri tiba tiba tersenyum dan mengurungkan niatnya....


"Baiklah lain kali saja... sepertinya kamu butuh istirahat"


Senyuman menghiasi perkataan Saka dan lagi lagi Sukses membuat yeri terpesona...


Yeri kemudian Pamit setelah keluar dan berdiri disamping mobil Saka,, Dirinya menatap mobil Saka sampai tidak terlihat lagi...


Di dalam mobil Saka tersenyum tanpa Alasan, dirinya sangat senang bisa mengajak Yeri makan Malam....


"Kenapa dia bisa secantik itu..."


Saka Tertawa sendiri dengan perkataannya mengingat tingkah Yeri saat beberapa jam bersamanya....