
Saka dan Yeri kembali kerumah setelah sempat mengunjungi danau favorit Yeri..., mereka tidak banyak berbicara saat berjalan pulang,,.saka disibukkan dengan pikirannya sendiri..., tersadar dari fakta bahwa apa yang selama ini ia fikirkan tentang Yeri ternyata salah...
sesekali saka menatap Yeri saat sedang berlari santai menuju jalan pulang, menyadari betapa cantiknya Yeri..., dan betapa tulus perasaan yeri untuknya...
"Apa joggingnya menyenangkan?" Jiho menyambut Yeri dan saka di halaman Rumah,,
Yeri membalas pertanyaan Jiho dengan pelukan Hangat dan Saka tersenyum kearah Jiho...,,
"Masuklah dan bersihkan tubuh kalian, habis itu sarapan..."
Yeri dan Saka berjalan memasuki Kamar mereka, saat ini Saka merasakan sedikit rasa bersalah sejak pengakuan Yeri....,, Fakta bahwa dirinyalah yang membuat Yeri berjanji untuk mendukungnya menepis semua pikiran buruk yang pernah ia berikan untuk Yeri....
disisi Lain, Yeri merasa sedikit lega sudah mengakui perasaannya, mungkin itu bisa menjawab semua pertanyaan saka kenapa dirinya sering berbuat aneh didepan Saka....
Yeri Bergabung di meja makan bersama Ken dan Jiho, Sarapan belum dimulai karena menunggu saka yang masih berada di kamarnya...,
beberapa saat kemudian Saka keluar dengan Pakaian Rapi,, seperti bersiap untuk pergi,,
Saka tersenyum kearah Yeri yang nampak sedang memandangnya...., saka kemudian duduk tepat dihadapan Yeri....,
"Maafkan Saka Om,, Kali ini Saka belum bisa mengunjungi Kebun Anggur.., Tadi sekretaris paman menelfon kalau ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan sore ini"
Saka menjelaskan maksudnya dan kemudian memandangi Yeri...,,
"Apa itu menyangkut Proyek Film Tuan Ben?"
Yeri bertanya dan saka mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Yeri...
"Kalau begitu Sarapanlah Dulu...,, Aku akan ikut denganmu..."
Yeri berkata sambil menyendokan makanan memenuhi piring saka....
"Tidak perlu, kau masih memiliki cuti sampai besok,, nikmati hari liburmu..."
"Tidak apa apa, Itu adalah proyek yang penting saat ini..."
Yeri memaksa dan saka dengan senang hati mengiyakan mengingat perjalanan pulang nanti akan dihabiskan bersama Yeri...,
Yeri membereskan pakaiannya setelah sarapan dan saka menunggu Yeri di tempat duduk ruang tamu yang berhadapan langsung dengan kamar Yeri...,,
"Bruuuuuk...."
terdengar sesuatu terjatuh dari dalam kamar dan saka berdiri untuk memastikan apa yang terjadi...,,
"Yeriii..., apa yang terjadi, apa kau tidak apa apa..?" Yeri.... Yeri....,,
Saka bertanya bersamaan dengan ketokan pintu yang sudah seperti ingin di dobrak paksa...,
yeri sedikit membuka pintu kamar dan mengintip dari dalam....,,
"Tidak Apa Apa...., Koperku Hanya Terjatuh..." jawab Yeri sambil berusaha menutupi celah pintu yang ia buka...
"Aku akan membantumu...." Saka berkata dan ingin memaksa masuk...
"Tidak... Jangan..., biar aku saja,, tunggu sebentar... duduklah 5 menit lagi selesai..."
yeri menutup paksa pintu kamar dan membuat Saka spontan menatap pintu...,
"Apa dia sedang menyembunyikan isi kamarnya..." Saka tertawa mengingat kelakuan Yeri...,
Lima menit sudah dan Yeri berjalan keluar kamar dengan hati hati menarik koper yang cukup besar...,, Saka yang melihat yeri segera berdiri dan membantu membawakan kopernya...
"Tidak perlu repot repot menutupi kamarmu...,, aku sudah masuk kesana saat pertama kali sampai disini..."
perkataan Saka membuat Yeri mematung di depan pintu....,, memikirkan apa benar saka sudah masuk kedalam sana...,, memikirkan betapa banyak poster saka yang tertempel lengkap dengan tulisan yeri disetiap poster...,, Rasa malu menjalar di dalam hatinya,, bagaimana bisa saka melihat semua itu...,,
memalukan sekali pikirnya dalam hati....,
Yeri berjalan Menundukan kepalanya saat melewati saka,, menahan Rasa malu yang ada dalam hatinya...,, saka yang melihat Yeri tak mampu menyembunyikan senyum dan sejenak berhenti agar yeri tidak melihatnya sedang menertawakan tingkahnya...
mereka pamit kepada ken dan jiho,, Saka di penuhi oleh nasehat nasehat Ken layaknya Seorang mertua yang sedang menitipkan anaknya,, Anehnya Saka sangat serius saat mendengarkan nasehat Ken...,,
mobil berjalan pelan di jalanan desa yang berbatu...., yeri diam saja, fokus memandangi Jalan sampai kosentrasinya buyar saat saka tiba tiba tertawa lepas disamping yeri...,,
"Apa yang kau tertawakan?" yeri menatap heran kearah Saka...,,
"Kamuu....,," Saka menatap dan tertawa layaknya anak kecil...
"Apa sesuka itu?" tanya saka
"Apa?" tanya yeri malu dan menatap kembali kearah jalan
"Sesuka itu padaku?"
"Itu dulu..." jawab Yeri berbohong agar saka tidak menggodanya lagi...,
senyum saka tak pernah lepas saat dirinya asik menatap jalan yang mereka lalui..., dan Saat ini Yeri sedang berusaha mengontrol dirinya agar tidak ikut tersenyum setelah mendengar kata kata Saka...., Yeri memilih memajamkan mata, berpura pura tidur...,,
"Apa kau tidur....?"
Pertanyaan Saka tidak mendapat jawaban,, sampai yeri benar benar tertidur dengan lelap....,
Yeri terbangun dan mendapati hari sudah cukup siang,, mobil sedang terparkir dan betapa terkejutnya Yeri saat memandangi Pantai di depan mereka...,,
"Kau sudah bangun?"
Yeri menatap kearah Saka dan terkejut saat mendapati pria itu sedang bersandar santai di dalam mobil sambil memandanginya....,,
Yeri yang tak biasa dengan tatapan saka mengalihkan pandangan melihat pantai di depan mereka....,,
"Mau kesana?" Saka bertanya menunjuk pantai dengan tatapannya....
"Apa kau mau...?" yeri balik bertanya menatap saka....
"Mau...,," saka menjawab dan mereka keluar mobil berjalan mendekati Pantai dengan ombak kecil yang sedang menyambut mereka....,,
Saka berdiri menghirup udara pantai yang sejuk, membiarkan dirinya diterpa angin dan sinar matahari....,
begitujuga yeri yang nampak menikmati Susana pantai Ini...,, rambutnya di terbangkan angin dan yeri sibuk merapikan rambutnya...,
saka yang melihat pemandangan indah di depannya berjalan mendekat menyentuh rambut yeri membelai dan membawa helaian rambut itu kebelakang telingan yeri....,,
tatapan mereka beradu dan lagi lagi yeri tak mampu berlama lama dan memilih memalingkan wajahnya...,,
saka tersenyum dan muncul niat untuk menjahili yeri...,,
saka menunduk dan menggapai air laut membuat yeri bertanya apa yang akan ia lakukan Daan....,,
"Splaassh" saka memercikan air laut kerarah Yeri dan yeri yang tidak punya persiapan tidak mampu membalas saka....
"Hentikaan...." Yeri berkata sambil menutupi percikan air laut dengan kedua tangannya...,,
saka tertawa dan semakin ingin menjahili Yeri...,, sekarang sudah lebih banyak air laut yang ia percikan kearah yeri... membuat yeri sedikit basah,, dirinyapun sedikit basar dengan ulahnya sendiri....,,
Saka tertawa dan menghampiri Yeri,, Menangkupkan kedua tanganya di pipi yeri kemudian mengusap wajah yeri yang sudah basah...,, yeri menutup mata dan membiarkan perlakuan Saka....,,
Saka menatap wajah yeri dan menyadari kecantikan wanita dihadapannya ini sampai tatapannya teralihkan...
"Apa bajumu bisa berubah warna?" Saka berkata saat memandangi tubuh yeri yang sedang menggunakan T-Shirt putih
"Apa?" Yeri membuka mata dan menjawab sedikit kesal dengan ulah saka Kepadanya...,,
"Lihatlah,, bajumu berubah jadi Pink..."
Saka berkata sambil menatap menunjuk baju Yeri....
"aaaaaah.....,,"yeri berteriak saat mendapati apa maksud dari perkataan saka...,, bajunya yang basah menampakan warna Branya yang memang berwarna Pink...,,
Yeri berlari kearah mobil dan menutupi Dadanya,, saka tergelak Tetawa sepuas hati melihat tingkah Yeri dan kemudian mengejar Yeri yang sedang berlari kearah mobil....
"Ambilkan Koperku..." Yeri berkata dan masih menyembunyikan dirinya dibalik Blokade tangannya....,,
"Kopermu Terkunci" Saka tidak puas mengerjai Yeri....,,
"Jangan menjahiliku.... ayolah buka bagasi mobilmu...."
"Saka tampan Bukakan Bagasi mobilmu,, Itu passwordnya..."
"Apa kau bercanda...?" Yeri kesal dengan ulah saka...,, dan saka lagi lagi tertawa lepas melihat tingkah yeri...
"Saka Tampan... bukakan Bagasi mobilmu..." Yeri memberikan apa yang saka mau agar dirinya cepat mengganti pakaian...,,
Saka yang mendengar perkataan Yeri lagi" tertawa lepas Tawa yang Tak pernah yeri lihat sebelumnya....,,
"Ini Pakailah,, Bagasiku memang sedang terkunci" saka memberikan Jass yang ia kenakan... bagasinya sudah tentu bisa dibuka saat ini tapi ia memilih untuk melanjutkan kejahilannya....
Yeri menerima jass saka dan dengan terpaksa memakainya agar saka berhenti menjahilinya....,
"Apa dia memang sejahil ini?" Yeri berguman saat memakai jass Saka yang nampak kebesaran di badannya...,,
Saka tersenyum melihat yeri...,,
"Dia masih terlihat cantik bahkan dengan jass yang tidak pas di badannya..." saka bergumam dalam hatinya menagagumi kecantikan yeri...,,
mereka masuk kedalam mobil melanjutkan perjalanan,, Saka tertawa mengingat kejadian tadi dan yeri cemberut menahan malu di depan Saka...,,
Bau parfum saka yang menempel di jassnya membuat perasaan Yeri sedikit nyaman,, entah sejak kapan dirinya sudah membayangkan sedang memeluk tubuh saka....