My Idol

My Idol
Milikku Yang Utuh



Waktu berlalu dengan cepat tak terasa dua bulan sudah yeri dan saka menjalani hubungan mereka dengan sungguh sungguh...,


hubungan mereka juga dihiasi dengan pertengkaran pertengkaran kecil yang tidak bisa mereka hindari...., seperti hari ini, Yeri pulang kerumah Papa Mamanya dan tidak mengajak saka....,


Yeri kesal saat mengingat kejadian kemarin malam, di mana para fans saka mengikuti mereka dan akhirnya kencan yang sudah mereka rencanakan harus gagal....,


Yeri berdiri di depan pemanggang BBQ di halaman belakang rumah mereka, ia baru saja tiba dan memilih menyibukkan diri di halaman belakang, membantu Jihoo mempersiapkan acara malam ini....,


hari ini adalah ulang tahun Ken, mereka menyiapkan acara kecil di halaman belakang rumah yang cukup luas, sebuah meja putih besar sudah tertata rapi di tengah halaman dan ada beberapa orang yang sedang sibuk memasang lampu lampu di sekeliling taman...


Yeri yang sedang sibuk memnggang beberapa makanan sesekali menarik keluar ponselnya dan melihat apakah saka menghubunginya atau tidak...., ekspresi yeri berubah cemberut saat ia tidak menemukan satu pesanpun dari saka....,


"Putriku..., kau sudah sampai?" ken berjalan mendekat kearah Yeri dan menghadiahi yeri sebuah pelukan hangat..., sudah lama mereka tidak bertemu karena yeri sangat sibuk...,


"Selamat Ulang Tahun Papaa..." Yeri memeluk erat tubuh ken...,


"Apa kau datang sendirian Nak?" Ken melepaskan pelukannya dan melihat kesekeliling taman seperti mencari sesuatu...,


"Iyaa Paa..., Ara masih punya pekerjaan tapi Araa janji tidak terlambat malam ini....," Yeri berfikir Ken sedang menanyakan Araa...,


"Bukan..., Bukan Araa Nak,," Ken kembali menatap Yeri...,


"Saka..., Papa bertanya kenapa kamu tidak datang bersama saka...," Ken bertanya dan Yeri terkejut mendengar pertanyaan Ken...,


"Saka? Apa papa tahu Yeri dan Saka punya hubungan? Yeri bertanya tak mampu menyembunyikan keterkejutannya...,


"Apa maksudmu papa tidak tahu? Saka mengunjungi papa di perusahaan dan meminta restu untuk berpacaran dengan putri papa..., papa juga mengundang Saka dan Ibunya hari ini..." Ken tertawa kecil saat menjelaskan kepada yeri....,


Yeri menatap ken, ia tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya...., saka bahkan sudah meminta restu dan ia tidak tahu sama sekali pikir Yeri....,


"Saka masih punya pekerjaan Paa..., nanti saka pasti nyusul kesini..." Yeri tersenyum dan kemudian meraih ponselnya...,


"Paa... tunggu sebentar Yeri telfon saka dulu" Senyum Yeri merekah saat menjauh dari Ken,, ia berjalan kesudut taman Dan Menekan tombol telfon di ponselnya...,


"Hallo sayang" Suara lembut saka membuat angin segar di hati yeri...,


"Kau sedang di kantor? Yeri mencoba menata suaranya agar tidak terdengar sedang bahagia...,


"Tidak..., aku sedang di jalan menuju kerumah, aku akan menjemput ibu...." saka menjawab Yeri


"Kemana?" yeri bertnya meski ia sudah tahu tujuan saka...,


"Ke ulang Tahun calon ayah mertuaku..." saka tersenyum saat mencoba menggoda yeri...,


"hentikan aku masih marah padamu..." Yeri tersenyum kecil saat mendengar jawaban Saka, tapi ia masih mencoba untuk terdengar sedang kesal....,


"Baiklah..., Mungkin marahmu hanya akan bertahan beberapa jam lagi karena satu jam dari sekarang marahmu akan hilang...," saka masih mencoba menggoda yeri...,


"Berhati hatilah di jalan, aku sangat merindukan Ibu..." Yeri tertawa kecil menanggapi saka....


"Kau merindukanku, bukan merindukan Ibu..." Saka tertawa membalas yeri...,


"Aku tidak merindukanmu..., aku tidak seperti penggemar yang mengejarmu..." Yeri mencoba terdengar sedang kesal meski sesekali senyumnya merekah mendengar perkataan saka...,


"Mereka mengejarku, dan aku mengejarmu...,, Sayang, aku sudah sampai dirumah, tunggu aku di sana..., aku sangat merindukanmu, sulit rasanya tidak melihatmu pagi ini..." Suara saka terdengar lembut....., saat ini ia bahkan mengatakan kejujuran, terlihat dari bagaimana ia mengungkapkan kerinduannya...,


"Kalau begitu cepatlah kesini..., aku juga merindukanmu..." Yeri tak mampu menyembunyikan senyumnya, dengan cepat yeri mengakhiri panggilan, hatinya bisa meledak jika lama lama berbicara dengan saka...,


Yeri tersenyum melihat layar ponsel, telfon baru saja berakhir dan saka sudah mengirimkan pesan singkat untuknya..,


"I Miss You, And I Love You"


Yeri tersenyum...., kenapa dia bisa semanis ini pikir Yeri....,,


Yeri kembali berjalan ketempat pemanggangan, kali ini ia kembali disibukkan dengan persiapan ulang Tahun Ken...,


Waktu berlalu, saat ini hari sudah beranjak sore..., lampu lampu taman sudah mulai di nyalakan, meja makan sudah tertata rapi..., yeri terpaku dengan keindahan di depan matanya sampai jihoo membuyarkan lamunan Yeri...,


"Ayo Cepat bersiap..., tamu akan segera datang nak..." Jiho memeluk lengan Yeri...,


"Iya Maa....," Yeri berjalan dan tak lupa mengecup pipi Jihoo....,


"Tolong atur ini disini...,dan ini letakkan disini...., kalian harus standby dengar aba aba dariku dan lakukan sesuai rencana..., Oke? Saka memberikan arahan pada beberapa orang di belakang halaman rumah Yeri....,


Saka berjalan masuk setelah merasa apa yang ia rencanakan diluar sana sudah cukup....,


Jihoo menatap saka dengan tatapan kagum, saat ini ia sedang bersama dengan sahabatnya, mirae ibu saka...,


Saka menghampiri Jihoo dan mirae...,


"Kau sangat Tampan, pantas saja yeri sangat menyukaimu..." Jihoo memuji penampilan saka yang memang sangat sempurna malam Ini....,


Saka dan mirae tersenyum menanggapi Jihoo..., sampai saka memulai sebuah perbincangan serius....,


"Tante...., aku ingin mengatakan sesuatu" saka menatap Jihoo, membuat jiho memposisikan diri untuk menanggapi perkataan saka....,


"Silahkan Nak..., apa yeri menyusahkanmu?" Jihoo tertawa saat mencoba menebak apa yang ingin dikatakan saka....,


Saka ikut tertawa menanggapi Jihoo...,,


"Yeri adalah wanita yang paling tulus yang pernah Saka kenal...., Saka tidak ingin berlama lama lagi dengan yeri......, Ijinkan Saka untuk Melamar Yeri...." Saka berkata sungguh sungguh dan menatap Jihoo....


Jihoo terkejut Dengan perkataan Saka...,


"Apa kau mau melamar Yeri?" Jiho bertanya sambil menatap saka....,


"Iya Tante..., Tolong ijinkan Saka...." Saka berkata lembut meminta Restu Jihoo...,


"Bagaimana bisa aku tidak mengijinkanmu..., aku memberimu semua Ijinku..." jihoo tersenyum, terlihat ia sangat terharu mendengar perkataan Saka....,


Mirae yang bisa membaca perasaan Jihoo kemudian memeluknya....


"Terimakasih sudah mengijinkan saka untuk memiliki Yeri...." Mirae memeluk erat tubuh jihoo, ada perasaan bahagia diantara kedua wanita yang akan segera menjadi keluarga ini...,


Saka berjalan meninggalkan Ibunya yang sedang terlarut dengan haru mereka masing masing, ia berjalan menuju tempat Ken sedang duduk bersantai....,


"Kau sudah datang?" ken menyambut saka yang sudah berdiri di hadapannya....,


"Iya Om...," Saka tersenyum dan membawa dirinya duduk di soffa kecil di hadapan Ken...,


"Selamat Ulang Tahun Om" Saka memberi selamat dan memeluk Tubuh Ken dari tempat duduk mereka...., Ken tersenyum dalam pelukannya dan menepuk halus pundak saka...,


"Bagaimana hubunganmu dengan Yeri, apa.


berjalan lancar? ken melepas pelukannya dan bertanya pada saka...,


"semuanya baik baik saja om...," saka tersenyum menjawab pertanyaan Ken....,


"Baiklah kalau begitu..., kau harus ingat untuk tidak menyakiti Yeri...." Ken kembali memperingatkan saka...,,


Saka tersenyum kecil menanggapi Ken, ini sama dengan pesan ken beberapa waktu yang lalu pikir saka....,,


Saka kembali menatap Ken, kali ini ia ingin mengatakan sesuatu yang penting kepadanya...,


"Om..., ijinkan Saka memiliki Yeri...., Yeri gadis yang sangat istimewa.., saka tidak bisa menahan diri untuk tidak memiliknya..." Saka menatap serius kearah ken yang sudah nampak bertanya apa maksud dari perkataan saka kali ini...,


"Ijinkan Saka melamar Yeri....."


Ken terkejut dengan permintaan Saka, saat ini seorang pria sedang meminta sesuatu yang sangat berharga darinya....,


"Saka berjanji tidak akan menyakiti Yeri...., Saka berjanji akan membuat Yeri bahagia...., Saka mohon ijinkan Saka memiliki Yeri" Saka tertunduk saat meminta restu Ken, dibandingkan meminta restu jihoo, meminta restu dari ken membuat jantung saka berdegub kencang......, ia tidak mampu menerima sebuah penolakan,,


"Aku sudah pernah bilang, yeri adalah putriku yang sangat berharga..., kau meminta sesuatu yang sangat berharga dariku...., tapi kau harus tahu..., sesuatu yang berharga itu sangat menyukaimu dengan tulus...., aku hanya minta, tolong bahagiakan Yeri...."


Ken menatap Saka yang perlahan mulai mengangkat kepalanya....., di tepuknya punggung saka....,


"Baginilah seharusnya seorang Pria..., aku sangat menyukaimu...,.Anakku sudah tentu tidak akan salah pilih..., hahaha" tawa berat Ken mencairkan suasana,


Saka yang masih tidak percaya akan mendapat persetujuan Dari Ken juga ikut tertawa menghilangkan sedikit rasa gugup yang ia rasakan....,


"Aku sudah mendapat Restu orang tuamu..., sekarang selangkah lagi dan kau akan jadi milikku yang utuh" Saka berguman dalam hati dan tersenyum saat memikirkan sosok Yeri.....,