My Idol

My Idol
Melepas Mimpi



Yeri bergegas saat Alarm Pulang sekolah berbunyi... sekarang jam menunjukan Pukul 04.30 PM.


Buru buru amat siih Yerr.... Makan dulu yuuk,, ada Caffe Dessert yang baru buka kemarin... katanya menu disana enak.... ayo dong yerr,,


Araa membujuk Yerii,, menggoyangkan Tangannya ke kiri dan ke kanan....


Gak bisaa Araa,, kan aku udah bilang aku gak bisa hari ini....


Ya ampuun yerr.... Kan kamu bisa nonton siaran ulang Wawancaranya Saka kapan aja kamu mau...,, sekarang wajahnya sudah tambah cemberut...


Araaa... besok aja ya makannya,, please aku gak mau nonton siaran ulangnya,, gak asiiik Araa...., menatap araa dengan Wajah Sedikit Memohon....


setelah yeri menjelaskan panjang lebar,,, akhirnya mereka sepakat untuk menunda makan dessertnya esok Sepulang sekolah....


Yeri berjalan setengah berlari Menuju Pintu gerbang,, dan Araa masih mengikuti Yeri sambil mengomel tidak jelas.....


tak lama jemputan yeri datang...


Paa... cepetan,,


Baruu aja duduk Maunya langsung cepetan...


ada apa sih Nak...


Cepetan Paa... Wawancara Saka udah mau mulai...


"Hump..." ken mengerutkan kening Berpura pura Marah menggoda putrinya...


Paaa... ayooo,, Yerii menatap dan Menggoyangkan lengan Ken dengan lembut...


Sekarang Ken Sudah Tersenyum melihat Wajah Putrinya yang sedang memohon padanya...


sesampainya di rumah Yeri Bergegas Keluar Mobil sambil memandangi Jam Tangannya,, 04.55 PM...


5 menit lagi... Ucapnya sambil Berlari masuk ke dalam rumah....


Ken menggelengkan kepala melihat tingkah putrinya....


Yerii pulang maa...


baru saja Jiho ingin menghampiri Yeri Tapi Yeri sudah melaju dengan Cepat menuju Kamarnya...


segera Yeri Meraih Remote dan Menyalakan TV...


Haa.... Syukurlah Acaranya Baru saja di mulai... Yeri duduk diatas Tempat tidur mengatur Nafasnya... lelah karena berlari menaiki tangga dengan kecepatan Penuh...


Yeri Kemudian berbaring menghadap TV dia merasa tidak perlu Mengganti seragam Sekolahnya...


Nanti saja Mandinya,, Nonton dulu... Saka lebih penting,, Gumamnya sambil mengatur posisi Ternyaman


sampai ia mendengar sebuah jawaban dari saka...


Well,, sebenarnya Tipe Ideal Saya adalah wanita biasa biasa saja... yang bukan memiliki profesi seperti saya... bahkan ibu saya menyarankan saya untuk memilih satu dari fans saya untuk dijadikan pendamping...


kata ibu saya cinta mereka pasti Tulus...


Yeri Menonton sesi terakhir wawancara saka dengan Mata berbinar binar.... angin segar menghampiri tubuhnya...


Apa aku bisa menjadi Wanita beruntung itu??


bertanya dalam hati memandangi sebuah acara wawancara yang sudah berakhir beberapa menit yang lalu...


hatinya masih berbunga bunga saat ia tersadar....,,


Jadi... Tipe Idealnya Bukan seorang artis??


Saka menginginkan wanita biasa biasa saja?? yeri berguman dalam hati.... matanya masih menatap layar TV....


yeri teringat Usahanya untuk menjadi seorang penyanyi terkenal agar bisa sejajar dengan Saka... meskipun sedari dulu yeri sudah suka bernyayi... tapi rasa sukanya terhadap musik menjadi lebih besar setelah mengenal Saka...


apa yang harus aku lakukan?


aku tidak bisa menjadi seorang penyanyi kalau tipe ideal saka adalah orang biasa biasa saja...


sekarang wajahnya berubah cemberut dan nampak sedang berfikir keras....


yeri melangkah tidak semangat menuju ke kamar mandi setelah tidak menemukan jawaban atas pertanyaan untuk dirinya sendiri.....


******


Keesokan paginya....


hari ini Yeri tidak bersemangat Memulai Paginya.... Setelah siap dengan perlengkapan sekolan,, yeri menatap Poster Saka....


Apakah Itu yang kamu inginkan??


Apakah Aku harus menjadi wanita biasa biasa saja agar bisa kamu sukai??


Yeri Berbicara seakan Saka sedang berada di depannya....


Baiklah kalau kamu menginginkan Wanita Seperti itu.... Aku bisa melepaskan Keinginanku untuk menjadi Seorang Penyanyi,, lagipula aku melakukannya agar bisa sejajar denganmu....


Dan.... saat aku dewasa nanti,, di saat waktu yang tepat,, aku akan datang menunjukan bahwa akulah wanita biasa biasa itu.....


Yeri Menatap Poster Saka dengan seluruh kesungguhan dalam dirinya...


Dan Saat ini Yeri memilih melepaskan Mimpinya....