My Idol

My Idol
Impian Yang Tersisa



Hari masih Sore Saat Yeri dan jihoo sampai ke Apartmennya....,,


Sepanjang jalan Pulang tidak banyak yang mereka bicarakan..., Yeri sedikit terkejut dengan permintaan Ibu Saka Beberapa Saat Yang Lalu...,, dan memilih larut dalam pikirannya sendiri....


Yeri Bahagia karena di berikan kesempatan untuk bisa dekat dengan Saka dan juga sedih memikirkan perkataan Saka Agar Yeri menolak permintaan ibunya...


Satu minggu adalah Waktu yang disepakati untuk Yeri dan Saka agar saling mengenal satu sama lain....


cukup singkat, karena Saka yang memutuskan....


baginya tak perlu berlama lama agar perjodohan ini segera berakhir...,


"Maa... Apa tidak Mau menginap saja?"


Yeri bertanya pada jihoo sesaat setelah masuk kedalam Apartmen...


"Tidak usah Sayang...,, Nanti Papa Marah, karena Mama ijinnya gak boleh sampe malam"


Jihoo tertawa menjelaskan kepada Yerii....


"Papa bisa lebih marah kalau saja dia tahu Mama diam diam menjodohkan anak gadisnya"


Yeri memasang wajah cemberut mengingat ulah Jihoo...


"Tidak ada salahnya mencoba Nak...,, Saka juga lelaki yang Baik,, hanya saja dia belum mengenal kamu"


Yerii tertegun dengan perkataan Jihoo yang sangat bisa membaca situasi...


"Oke,, Jadi Mama pulang dulu,, mama tadi bawa cemilan buatan Mama,, esok tolong berikan milik Saka,, Mama sudah menyediakan untuknya juga"


Jiho tersenyum Dan berjalan kearah Yeri yang sedikit cemberut kemudian memeluk Yeri,,


"Saat Aku melahirkan Kamu dan sampai dengan saat ini, Tidak ada yg tidak akan menyukaimu,, Mama Yakin Saka Pasti bisa melihat ketulusanmu...."


Jiho melepaskan pelukannya dan membelai kepala Yeri setelah memberikan semangat untuk putrinya....kemudian mereka berjalan kembali kedepan Apartmen...


Saat ini Jihoo sudah mengendarai mobilnya menjauh dari pandangan Yeri....,, lambaian Tangan mengiringi kepergian Jihoo...


Saat ini Yeri sedang berdiri di depan jalan dan menyadari bahwa hari masih cukup sore...


Tak ingin mengakhiri Akhir pekannya, Yeri kemudian mengambil Ponsel dan menghubungi Araa....


"Araa..."


"Ketemuan Yuk..... di Restoran Dessert yah, aku beri kamu waktu 10 menit"


"Ya ampun,, kamu pikir ku super sonic apah..."


"tunggu 15 menit"


"Okee"


Yeri mengirimkan Pesan Sambil tersenyum dindepan ponselnya...


Araa selalu merespon apapun itu Dengan cepat jika menyangkut Yeri....


Yeri sampai terlebih dahulu ditempat Pertemuan,, ia sudah memesankan dua milkshake favorit mereka...


Tak lama menunggu, Araa sampai dan berjalan mendekati Yeri... Duduk berhadapan di meja kecil yang nyaman...


"Apa kamu Habis jalan jalan?"


Araa bertanya setelah menyadari penampilan Yeri yang tidak biasa.... karena biasanya Yeri tidak perlu repot repot memakai makeup jika hanya untuk bertemu dirinya...


"Iyaa... aku habis dari museum, Jalan jalan Sama Mama..."


"Mama ngajak aku kenalan sama anak Temannya"


Yeri bercerita sedikit dan terlihat bahwa saat ini dirinya sedang tidak bersemangat...


"Ciiee....,, Di kenalin apa dijodohin?"


Araa menggoda Yeri sambil mencicipi Milkshake di depannya....


"Dua Duanya...."


"kamu serius??"


Ara terkejut dan Yeri mengiyakan dengan Anggukan kecil...


"Bagus dong...,, Tapi kenapa gak semangat gitu...,, emang gak Tampan?


"Tampan Kok.... Terlalu Tampan Malahan..."


"Teruuus.....kenapa cemberut?"


"Namanya Siapa...."


"ceritain doong.... gak sabar nih"


"Namanya Saka...."


Yeri menjawab sambil mengaduk Milkshakenya dengan Malas....


"Saka...?"


Araa sedikit terkejut,, dan berfikir apa mungkin Saka yang itu...


"Saka yang Mana...?"


"Saka Yang aku Sukaa...."


Jawab Yeri Pasrah dengan Hatinya yang terlalu jujur menyukai Saka...


"Seriusss.....??"


Sekarang Araa sudah terlihat benar benar Penasaran dengan percakapan mereka ini...


Dan Yeri sekali lagi hanya mengangguk Kecil...


"Terus kamu jawab Apa?"


"Gak jawab Apa apa..., gak tahu juga harus jawab apa"


"Terus... Saka?"


"Saka....,, Saka menolak perjodohan itu"


Yeri menjawab dan wajahnya cemberut mengingat penolakan Saka...


"Sudah kuduga dia pasti menolak"


Araa mengambil keputusan dan Yeri melotot mendengar jawaban Araa..., Sedikit merajuk dengan jawaban Ara...


Araa menyadari dan Tersenyum manja kearah Yeri..


"Terus,, kamu mau Nolak juga...?"


"Aku Gak mau Menolak secepat ini Araa....Aku mau berusaha supaya Saka mengenal Aku yang sebenarnya..."


Yeri menjawab penuh semangat dan Araa tersenyum melihat Yerii...


"Sudah Kuduga... Bukan Yeri namanya kalau menyerah Dengan cepat..."


Tawa Araa pecah dan diikuti dengan senyuman Yeri....


kemudian dengan Tiba Tiba Araa mengelus kepala Yeri....


"Berusahalah...,, aku mendukungmu,, Setidaknya Penuhilah Mimpimu Yang Satu Ini... Aku tidak bisa melihatmu terus menerus merelakan impianmu..."


"Aku Yakin... Saka Pasti melihat semua ketulusanmu setelah apa yang Kau berikan Untuknya...."


Araa berkata Dengan lembut memberi semangat untuk Yeri....,, Araa Yang sangat mengetahui bagaimana Yeri menjadikan Saka sebagai salah satu impiannya...


Yeri sedikit Terharu Mendengar Perkataan Araa.....


Saat ini dirinya memutuskan untuk berusaha lebih keras lagi agar Saka bisa mengenalnya dengan baik....