My Idol

My Idol
Kerinduan



setengah jam kemudian, Yeri jiho dan mirae sampai di bandara..., disana sudah terlihat banyak sekali keluarga yang sedang memenuhi pusat informasi mencari keterangan lebih lanjut tentang keluarga mereka...,


ada juga banyak wartawan yang sedang memberitakan kejadian siang hari ini...,


Langkah Yeri terhenti, kakinya lemas melihat betapa kekhawatiran sedang memenuhi isi bandara siang hari ini..., Ia menyandarkan dirinya di sebuah tiang besar di dalam bandara...,


melihat betapa terguncangnya Yeri, Jiho membawayanya ketempat duduk untuk menenangkan diri....,


'Tenanglah Nak..., yakin saja tidak ada yang akan terjadi pada Saka..." Bujuk Jihoo....,


Yeri mengangguk tak mampu menjawab perkataan Jihoo...,


sementara itu Mirae sudah berjalan ke ruang


informasi, menerobos kerumunan orang yang sedang menantikan penjelasan dari pihak bandara....,


seketika Nama Saka menjadi perbincangan hangat saat Mirae memberitahukan identitas Putranya yang turut menjadi salah satu penumpang pesawat J731 yang sampai saat ini masih hilang kontak...,


beberapa awak media dengan cepat menaruh perhatian pada Mirae, dan menghujani mirae dengan beberapa pertanyaan tentang Saka....,


Mirae yang sedang panik Tidak menghiraukan apa yang sedang ditanyakan para Wartawan, baginya keberadaan Saka jauh lebih penting....,


"Tolong hentikan pertanyaan Kalian, kami disini tidak untuk menjawab semua pertanyaan itu" bentak Jihoo saat melihat mirae yang sedang mencoba menghindar dari para wartawan...,


"Apa yang terjadi?" tanya Mirae pada petugas bandara setelah mengkonfirmasi keberadaan Saka..., betapa hancur hati Mirae saat mengetahu kenyataan bahwa memang benar Saka adalah satu dari penumpang pesawat yang hilang kontak itu...,


"Tunggulah sedikit nyonya, kami sedang mengupayakan untuk mencari keberadaan pesawat J731, silahkan menunggu di ruang tunggu yang sudah kami sediakan" Kata petugas bandara yang sudah terlihat sngat kewalahan....,


Jihoo Memapah Mirae berjalan menuju Ruang tunggu yang sudah disiapkan, tempat ini sedikit nyaman untuk menunggu tapi melihat beberapa keluarga yang sedang menunggu dengan was was membuat ruangan ini terasa mencekam....,


Mirae duduk bersandar di sebuah Soffa dalam ruang tunggu, kemudian jihoo meninggalkan mirae untuk melihat Yeri...,


Disana Yeri sedang duduk sambil menatapi ponselnya..., didalam hati ia berharap Saka menghubunginya saat ini juga...,


"Nak..., Ayo kita ke ruang tunggu, Ibunya Saka juga menunggu disana" Bujuk Jihoo


mendengar itu, Yeri dengan cepat berdiri, mencoba Tegar meski langkahnya sedikit Goyah, dadanya semakin sesak memikirkan Saka...., menunggu di ruang tunggu itu artinya saka benar benar menjadi salah satu korban dalam Hilangnya pesawat J731 itu....,


****


waktu berlau...., tak terasa hari sudah beranjak malam..., di ruang tunggu keluarga sudah semakin padat, Ken yang mengetahui kejadian ini dengan segera menghampiri jihoo dan Yeri di bandara....,


Tidak ada perbincangan selama mereka berada di dalam Ruang Tunggu, bahkan kehadiran Araa tidak mampu membuat suasana hati Yeri berubah....,


Yeri tidak menangis, tidak berbicara, tatapannya fokus pada ponsel yang sedang ia genggam...., berharap saka menghubunginya dan berkata Ia sedang baik Baik saja....,


"Yer....., Makan Yuk" Ajak Araa...,


Yeri melirik Jam di dinding...., 01.00 AM..., sudah selarut ini dan belum ada kabar apapun..., pikirnya,


Yeri menatap Araa..., matanya berkaca kaca, tapi sekali lagi air matanya enggan untuk jatuh.., sesakit itu sampai Yeri tak bisa meluapkan kesedihannya....,


"Jangan sedih Yer..., Saka pasti baik baik Saja..." Araa berlutut dan mengusap Lembut kepala Yeri....,


tiba tiba bebarapa karyawan dan petinggi bandara memasuki ruangan...,


seketika Perhatian Yeri teralihkan...,


"Ada pemberitahuan yang sangat Penting malam ini..., Pesawat J731 Yang dinyatakan hilang kontak sejak siang tadi sudah ditemukan..." seorang pemimpin di bandara ini mengumumkan angin segar kepada para keluarga....,


Terlihat Yeri sedikit tersenyum mendengar informasi itu...,


"Pesawat mendarat paksa di tengah lautan lepas setelah diterjang badai dan kehilangan kontak...., untuk saat ini kami bisa menginformasikan, dari 97 penumpang, 3 orang di nyatakan meninggal Dunia, 2 orang laki laki dan seorang Bayi berusia 1 tahun..."


Yeri menggenggam erat tangan Araa saat mengetahui ada korban jiwa dalam kejadian kali ini....,


nafasnya sesak, kesedihannya tidak terbendung lagi....., Air mata Yeri jatuh, yeri terisak, ketakutan mengalahkan dirinya...,


"Yerii...., jangan nangis" Araa memeluk erat tubu Yeri dan yeri melepaskan isak tangisnya dipelukan Araa...,


"Tananglah.., Saka pasti selamat...., aku yakin itu" Ucap Ken memberi semangat kepada Mirae dan Putrinya...,


*****


Evakuasi korban memakan waktu yang cukup lama, tak terasa saat ini sudah pukul 5 pagi..., Para keluarga yang menunggu sudah nampak kelelahan, tapi tidak dengan Yeri..., saat ini ia asik menatap layar ponselnya, melihat beberapa foto Saka....., dan sesekali tersenyum mengingat betapa tampan calon suaminya itu....,


"pulanglah..., aku sangat merindukanmu" Gumam Yeri...,


Di depan sana Ken sedang berbincang dengan beberapa temannya...., ia menggerakan semua kemampuannya untuk mencari keberadaan Saka..., sedangkan Jihoo duduk tepat dismping mirae dan tak henti hentinya berdoa atas keselamatan Saka...,


perhatian keluarga kembali di alihkan dengan beberapa karyawan bandara yang kembali masuk kedalam ruang tunggu untuk memberikan informasi...,


Yeri memposisikan dirinya agar bisa menerima dengan baik semua informasi yang akan mereka berikan...,


"Saat ini semua korban sudah terevakuasi, dan satu jam dari sekarang mereka akan tiba di bandara, harap keluarga menunggu dengan sabar dan tenang...."


Informasi kali ini membuat Yeri semakin tidak sabar, ia mengusap sisa sisa air matanya, dan menatap mirae...,


"Ibuu..., sebentar lagi Saka Pulang" Ucap Yeri dengan senyum kesedihan di wajahnya...


"Saka harus pulang Nak.., ia sudah berjanji untuk menikahi kamu..." Ucap Mirae meski air matanya mengalir deras....,


Yeri menggenggam erat tangan Mirae dan mencoba bersabar menunggu kedatangan Saka....,


***


Satu jam Kemudian....


keadaan bandara seketika menjadi ricuh saat pemberitahuan kedatangan para korban baru saja diumumkan...., para keluarga keluar dari ruang runggu dan menuju tempat kedatangan para korban....,


banyak keluarga yang mulai menangis histeris saat melihat anggota keluarga mereka sedang tidak sadarkan diri dan harus segera dilarikan kerumah Sakit...,


Langkah Yeri terhenti di depan Pintu, melihat semua orng sedang histeris membuatnya tidak mampu melangkah....,


Mirae jihoo dan Ken menerobos masuk kedalam tempat penjemputan para korban...,


Yeri menatap Lurus kedalam sana, sesekali ia memandangi para keluarga yang sedang bersedih dan bersyukur karena bisa bertemu lagi dengan keluarga mereka...., Tubuhnya gemetar, bagaimana jika nanti ia termasuk keluarga yang bersedih...., pikir Yeri...


Yeri memejamkan mata dan bulir air mata jatuh membasahi Wajah pucatnya....,


"Yerii....," Ara mencoba menyadarkan Yeri..., tapi Yeri tidak mau membuka matanya sedikitpun....,


"Yer....., buka mata kamu" Ucap Araa, dengan menggoyangkan Lengan Yeri, tapi tetap saja yeri menutup mata sambil menangis....,


"Yer....., Ayo buka mata kamu" Araa berkata setengah berteriak untuk menyadarkan Yeri...


Yeri terpaksa membuka matanya dan menatap Araa...,


"Araaa...., Aku tidak sanggup" Ucap Yeri Lirih...


"jangan lihat aku..., coba lihat sana" Araa memegang Wajah Yeri dan mengarahkan pandangan Yeri kedepan....,


Di depan Sana, Saka sedang berdiri dengan pakaian Lusuh pemberian petugas evakuasi, Saka terlihat sangat lelah, wajahnya terlihat sangat pucat, bahkan saat ini bisa dilihat ia sedang bersandar dalam pegangan Ken...,


Nafas yeri berpacu menatap Saka..., Air matanya mengalir, kepanikan membuatnya menjadi seperti kehilangan nyawa...,


Yeri berlari sekuat tenaga dan menghamburkan dirinya kedalam pelukan Saka....,,


Isak tangis mewarnai pertemuan mereka kali ini, saka mencoba membalas pelukan Yeri..., Diusapnya tubuh yeri dengan lembut....,


Kejadian mencekam itu membuat saka sangat merindukan Yeri..., begitu juga dengan yeri...,


"Terimakasih karena kamu tidak terluka, terimakasih karena kamu kembali untukku" ucap Yeri terbata di pelukan Saka....,


"Aku sangat merindukanmu..., Sangat" Ucap Saka meski suaranya sedikit Serak


pertemuan mereka pagi ini membuat beban di hati yeri sirna, meski saka harus di rawat di sebuah rumah sakit untuk pemulihannya...,