My Idol

My Idol
Satu dari Ribuan Wanita



Saat ini ruangan kantor sudah cukup sepi, beberapa orang sudah keluar untuk makan Siang....


Yeri baru Saja Menyelesaikan sebagian Pekerjaannya Dan mengirim pesan Untuk Araa... Mengajaknya untuk Makan Siang bersama....


"20 menit lagi sampai...."


Pesan Singkat dari Araa membuat Yeri bergegas untuk merapikan meja kerjanya...


saat beranjak dari tempat duduk, Yeri tersadar dengan kotak cemilan Yang di titipkan ibunya untuk Saka...


Yeri berencana untuk memberikan kotak cemilan itu sebelum Pergi makan siang bersama Araa...


Setelah memastikan Saka tidak berada di Ruangannya, Yeri masuk perlahan...


Kali ini Yeri tidak berani untuk memberikan secara langsung....,


diatas kotak itu sudah ia tuliskan pesan untuk saka...,


"Cemilan dari Ibuku, kuharap kau menyukainya.... Yeri"


Yeri kemudian berjalan meninggalkan meja Saka, dan Tiba tiba pintu Ruangan Terbuka....,


Langkahnya terhenti memandang Saka yang berjalan masuk menatap Yeri dengan tatapan tidak Suka seperti biasanya...


"Apa Yang kau lakukan diruanganku...,,?"


Saka bertanya, nampak sebuah amarah di nada suaranya,,


"Akuu... Aku Hanyaa..."


Yeri terbata saat menjawab Saka, entah kenapa Dirinya tidak nyaman dengan Tatapan Saka yang seakan sedang melihat musuh di depannya...


belum sempat Yeri menjelaskan, Saka sudah kembali melanjutkan kalimatnya....


"Bagian Mana dari Jangan sembarangan memasuki Ruanganku yang tidak kau mengerti..."


Saka membentak, nada suaranya meningkat,,


"Aaah.... kau seperti ini karena bersusah payah ingin merayuku kan.... seperti 5 tahun ini...,, kau mengirimkan paket" aneh itu untukku....."


"kau berfikir aku menyukainya? Kau Pikir Kau pantas untuk mendapatkanku karena sudah mengirimiku paket paket aneh itu....?"


"Kau Hanya Satu dari ribuan Wanita Aneh Yang mendekatiku dengan maksud yang tidak baik...."


"Apa kau pikir aku tidak bisa melihat bagaimana Dirimu yang sebenarnya...?


"Kau Wanitaa......


"CUKUP...!!"


Yeri berteriak Menghentikan Kata kata menyakitkan dari Saka....


"Cukup... Kumohon...."


Yeri menatap Saka,, Mata indahnya menatap Saka dengan penuh kesedihan yang tak mampu ia sembunyikan....


"Seburuk Itukah?"


"Apa Aku seburuk Itu di depan Matamu...."


"Tidak pernah sekalipun terfikirkan olehku untuk melakukan apa yang kamu katakan tentangku...."


"Apa Aku berbuat salah?"


"Dan Apa Salahku jika aku menyukaimu...?"


Yeri berteriak Suaranya bergetar saat ia tak mampu lagi menahan kesedihannya atas semua kata kata menyakitkan yang tertuju untuknya...


"Aku... Aku tak pernah berniat untuk melakukan segala cara agar kau menyukaiku...,,


"aku hanya ingin kau mengenalku.....,, dan itu salah di matamu?"


"Maafkan Aku... jika kehadiranku membuat hari harimu tidak menyenangkan....."


Yeri kemudian membalikkan badannya, air matanya tak tertahan lagi..., ia meraih kotak cemilan diatas meja saka, kemudian mengusap air matanya agar tidak terlihat oleh Saka.... betapa ia berusaha menahan bulir air mata saat berbicara dengan Saka...


Yeri kemudian menggenggam kotak cemilan di tangannya, berjalan menuju pintu dimana saka berdiri tanpa menatap Saka...


Saat ini Saka tampak berfikir dengan apa yang dikatakan Yeri...,, Namun fikirannya masih menyisahkan keangkuhan untuk menolak yeri, menjauhkan Yeri dari kehidupannya....


"Maafkan Jika selama ini aku mengganggumu...., aku janji ini yang terakhir"


Yeri berkata lirih tanpa menatap Saka....


Kemudian Yeri meninggalkannya.....


Untung saja Ruangan sedang Sepi saat Yeri keluar ruangan Saka dan menumpahkan tangisannya....


menangis tersedu meluapkan apa yang sempat ia Tahan didalam Sana.... sampai ia disadarkan oleh dering ponselnya....


"Araa"


Araa Sudah sampai di kantor Yeri dan menunggunya di depan lobi kantor...


Tanpa menjawab Telfon dari Araa, Yeri berjalan setengah berlari sambil mengusap air matanya agar tidak terlihat karyawan lain,, berjalan menuju lobi kantor dan menghampiri Araa yang sedari tadi menunggunya di mobil...


"Lama banget siiiih....."


Araa merajuk dan kemudian panik saat menyadari Yeri Sedang menatapnya, air Yeri menetes tanpa henti, kemudian Yeri memeluknya...


Araa yang panik Segera membalas pelukan Yeri...


"Kamu kenapa...? jangan nangis gini...,,


Ara Panik karena Yeri bukan tipe perempuan cengeng yang dengan mudahnya menangisi setiap masalahnya.....


"Araa... Bawa aku pergi dari sini..."


Ara mengikuti permintaan Yeri, melepaskan pelukannya dan menjalankan mobilnya menjauh dari kantor Yerii...


Nampak araa sangat Khawatir dengan tingkah Yerii...,


Araa merubah rencana makan siang bersama di restoran dan membawa Yeri ke galeri miliknya....,,


Saat ini mereka sedang duduk di sofa kecil di ruangan Araa....,,


Araa mengambil minuman untuk menenangkan Yeri....


"Minumlah... tenangkan dirimu.."


Yeri menuruti Araa dan perlahan dirinya bisa mengatur emosinya...,,


"Ada apa? Itu Pasti Saka Kan?"


Ara mencoba menebak apa yang terjadi pada Yeri karena baginya Tidak ada yang bisa membuat Seorang Yeri sesedih ini kecuali Saka...


Ara mengingat betapa sedihnya Yerii saat Saka terlibat Scandal sampai harus melepaskan karirnya...


Dan hari ini Yeri menunjukkan sisi terlemahnya,, siapa lagi kalau bukan karena Saka...


Yerii menatap Araa,, mengangguk kecil mengiyakan Pertanyaan Ara....


bagi Yeri Araa adalah tempat berbagi, tidak ada Rahasia diantara mereka...


Setelah sedikit tenang, Yeri mulai menjawab satu persatu pertanyaan Araa...


Araa tidak mampu menyembunyikan Rasa kesalnya untuk Saka....


entah sudah berapa banyak umpatan yang ia berikan untuknya....


"Yerii....,, Bisakah kamu berfikir kembali untuk mencoba mengenalnya...?"


"Kumohon.... dia tidak pantas mendapatkan sisi terbaik dari dirimu...."


Araa memeluk Yeri,, Ikut merasakan kepedihan yang dirasakan Sahabatnya itu...,,


"Bagaiamana mungkin Saka Sebodoh itu sampai tak bisa melihat ketulusanmu"


Araa berkata dalam Hati,, terlalu pedih untuk mengutarakan semua kata katanya saat Yeri sedang bersedih seperti ini....


Yeri memutuskan untuk tidak kembali ke Kantor dan menghabiskan waktu di galeri Araa sampai Sore,, ia mengirim pesan kepada Juan agar menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa kembali karena sedang tidak enak badan....


Disisi lain, Saka sedang duduk berfikir apa dirinya sudah keterlaluan memperlakukan Yeri....,, tapi sesaat kemudian dirinya membuang jauh pemikiran itu dan berusaha berfikir bahwa tindakannya sudah benar....


Saka keluar Ruangan dan mendapati Meja Yeri sedang kosong Padahal jam makan siang sudah berakhir....


"Apa ada yang belum kembali dari istirahat makan siang?"


Saka bertanya kearah karyawan yang sudah memulai pekerjaan mereka


Juan yang menyadari Keberadaan Saka segera memberitahu bahwa Yeri tidak bisa kembali karena Tiba tiba tidak enak badan....


Alis Saka mengkerut saat mendengar penuturan Juan... entah sejak kapan dirinya sudah merasa bersalah terhadap Yeri....