
hari ini akhir pekan yang ditunggu tunggu Yeri,, tidak seperti akhir pekan biasanya,, hari ini yeri tidak berolahraga,, Yeri malah disibukkan dengan adonan kue yang sedang ia kerjakan di dapur kecilnya...,,
mengocok telur dan bahan bahan lain yang sudah ia siapkan,, Yeri tampak cerah ceria di pagi ini,, melupakan sejenak kegelisahannya kemarin,,
ini adalah aktivitasnya setahun sekali setiap tanggal 26,, ini adalah hari spesial bagi Yeri....,,
yeri menghabiskan beberapa jam di dapur kecilnya,,, dan saat pekerjaannya selesai yeri tersenyum manis melihat hasil kue cantik di hadapannya....,,
"selesai" yeri menatap kearah kue yang baru saja ia buat,, kemudian berfikir bagaimana caranya kue ini bisa sampai kepada pemiliknya...
"Selamat Ulang Tahun" Tulisan indah diatas kue itu menunjukan betapa yeri sangat bekerja keras dengan kue ulang tahun ini,,
kue ulang tahun untuk seseorang yang sangat ia sukai...., siapa lagi kalau bukan saka... benar hari ini adalah hari ulang tahun saka....
yeri menatap kue itu dan membayangkan perlakuan saka,, tampaknya kali ini yeri belum punya cukup keberanian untuk mengantarkan sekotak paket kue untuk saka sama seperti tahun tahun tahun sebelumnya...,,
setelah lama berfikir dan memandangi kue ulang tahun Saka, yeri memutuskan untuk menyimpan kue itu kedalam lemari Es, Kali ini Yeri mengurungkan Niatnya....
hari sudah beranjak siang, Yeri memutuskan Untuk menghabiskan akhir pekannya di dalam kamar,, bersantai menikmati lagu lagu milik saka,, tidak ada agenda di akhir pekan ini selain makan malam bersama morgan.....
****
disisi lain, Saka juga menghabiskan akhir pekan berdiam diri di dalam rumahnya,, duduk termenung sambil sesekali menghadap pintu rumah, seakan menunggu sesuatu....,,
pintu tiba tiba terbuka dan tatapan saka tertuju pada ibunya yang sedang berjalan masuk kedalam rumah....,,
"Ada apa?" kenapa mematap ibu seperti itu?"
mirae bertanya saat menyadari tatapan Saka yang tidak seperti biasanya,,
"Tidak..., Buu..." saka menjawab dan memalingkan wajah memandang Tv di depannya....
Mirae merasa heran dengan kelakuan Saka tapi memilih tidak menghiraukannya karena saat ini Ia sedang membawa belanjaan yang cukup banyak...,
"Buu....,, Tidak usah masak,, kita makan malam di tempat favorit ibu saja..." saka tersenyum dan berjalan menghampiri mirae yang sudah mulai bersiap di dapur untuk memasak makanan kesukaan saka....,,
"Baiklah kalau begitu..." Mirae tersenyum dan membereskan belanjannya kedalam lemari es...
"kenapa dia tidak mengirimkan paket hari ini" saka terlihat frustasi saat sesekali mengecek pintu rumahnya,, melihat apakah Paket Setiap tanggal 26 itu sudah sampai atau belum...,, namun sampai sore hari tidak ada satu paketpun yang sampai kerumah saka membuatnya bertambah kesal memikirkan Orang yang selalu mengirimkan paket itu setiap tahunnya tanpa terlewati....,, siapa lagi kalau bukan Yeri...,
tak terasa hari sudah mulai malam, saat ini saka sedang bersiap untuk makan malam bersama ibunya,, sebuah restoran klasik favorit mirae menjadi tempat tujuan mereka malam ini....,,
Saka membuka pintu rumah saat mereka bersiap untuk pergi dan lagi lagi pandangannya memindai depan pintu rumah seperti mencari sesuatu tapi Nihil... kali ini tidak ada paket dari Yeri...,
entah kenapa kesedihan merasuki hatinya perasaan kehilangan masuk dan mengganggu pikirannya saat ini....,
***
Disisi lain, saat ini yeri sedang bersiap untuk memenuhi ajakan makan malam dari morgan,, yeri merias diri dengan cantiknya Yeri terlihat elegan dengan dress berwarna merah tanpa lengan yang membuat kulit putih mulusnya terlihat bercahaya,, berbagai asesoris sederhana di pakai Yeri membuat penampilannya malam ini sangat sempurna dengan rambut panjang terurai.....,
Tak butuh waktu lama morgan sudah tiba di apartment Yeri...,
yeri berjalan menghampiri morgan yang sedang menunggu di depan pintu dengan pakaian rapi dan penampilan yang tak kalah sempurna...,,
"Ayooo" suara halus yeri membuyarkan tatapan morgan yang sedang terpaku menatap kecantikan yeri....
"Baiklah...., Ayoo" Morgan susah payah menyadarkan dirinya saat melihat penampilan Yeri,, dan entah sudah berapa kali Morgan memuji kecantikan Yeri dalam hatinya....,
Yeri keluar dari dalam mobil dengan bantuan Morgan dan sesekali menatap mengagumi keindahan Restoran ini....,,
" Kamu mau pesan apa?" morgan bertanya setelah mereka sampai di tempat duduk yang sudah ia pesan sebelumnya dan dengan cepat pramusaji datang menghampiri mereka,,
"Apa Saja" yeri tersenyum menanggapi Morgan
"Kalau begitu kita pesan yang spesial" Morgan menunjukan menu pada pramusaji di didepannya kemudian beralih menatap Yeri...,,
disisi lain, sepasang mata wanita paruh baya sedang melihat kearah Yeri dan morgan,, pandangannya lekat memindai setiap senyum yang disajikan Yeri yang sedang duduk tepat di hadapannya....,,
"Ada Apa buuu" Saka bertanya saat melihat tingkah aneh ibunya....,
"Nak....,, Bukankah itu Yeri?"
pertanyaan mirae spontan membuat saka menoleh kearah tatapan mirae,, dan benar saja, Saka melihat Yeri sedang bersama morgan....,, jantungnya berdegub kencang,, tak pernah ia rasakan sebelumnya perasaan seperti ini....,,
"Nak....,,.Nak...., Saka...." Mirae memanggil saka dan membuat saka menatap kearahnya,, Alisnya mengkerut tanda bahwa ia tidak suka melihat Yeri ada disini....
"Apa Semuanya tidak berjalan lancar dengan Yeri?" Mirae bertanya namun tidak mendapat jawaban dari saka karena saka memilih menyantap makanan di hadapannya....,,
"Ibuu...,, kalau sudah selesai makannya ayo kita pulang..." suasana hati saka berubah, dan saat ini ia memilih menghindar agar tidak melihat yeri bersama morgan...,
mirae menyadari kegelisahan Saka dan memilih menuruti perkataan Putranya...,,
"Baiklah,, Ibu juga sudah Selesai makan..., sebaiknya kita pulang saja"
Saka mengangguk menanggapi mirae dan kemudian mereka berjalan keluar dari restoran....,,
Saka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,, saat ini jalanan masih cukup ramai,, saka memilih menghidupkan audio mobil untuk memecah keheningan diantara dia dan ibunya....,,
Musik sudah terputar dan membuat hati saka bertambah sakit saat mendengar suara merdu Yeri memenuhi isi mobil saka,, dengan cepat diraihnya tombol Off pada audio dan dengan cepat menghentikan musik di dalam mobilnya....,,
Mirae menyadari kegelisahan yang dialami Saka,, jari tangan putranya tak henti mengetuk setir mobil yang sedang ia genggam,, alisnya mengkerut dan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir saka....,
beberapa saat kemudian Mereka smpai dirumah,, saka melangkah berjalan bersama mirae yang sedang menatap lekat kearahnya...
"Ada apa bu?" Saka menanggapi mirae yang tiba tiba saja berhenti dan menatapnya...
"Nak...,, Kejarlah kalau memang Yeri adalah wanita yang kamu sukai....., ibu yakin Yeri juga menyukaimu lebih dari apapun" Mirae berkata dengan penuh ketulusan pada putranya, mencoba meyakinkan perasaan Saka....
Saka menatap lekat kearah mirae,, seakan ia malu karena mirae bisa membaca isi hatinya saat ini....
"Dia tidak menyukaiku ibu... dia hanya mengidolakanku...." saka tersenyum paksa menanggapi Mirae....
"Perasaan Suka hanya akan bertahan beberapa bulan saja, dan semuanya akan hilang seiring berjalannya waktu..., tapi Yeri,, dia tidak hanya menyukaimu....,, dia mencintaimu setulus hatinya,, kau hanya belum bisa menemukan jalan cintanya untukmu...."
perkataan mirae menyadarkan Saka,, sudah bertahun tahun yeri menyukainya, melakukan apapun untuknya...., kenapa dia bisa sebodoh itu dan menganggap yeri tidak menyukainya dengan tulus....,,
"Pikir apa lagi...,, ayo kejar Yeri...." Mirae membuyarkan lamunan saka dan memberi semangat kepada putranya, jauh di dalam lubuk hati, Mirae juga tidak ingin kehilangan yeri....,,
Saka yang mendengar perkataan mirae segera berjalan menuju mobilnya, masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya ketempat yeri berada....,,
"Aku memang sudah gila saat ini,, tapi aku akan lebih gila lagi kalau tidak menemuimu...."
saka berguman dalam hati jantungnya berpacu ingin segera bertemu dengan yeri...