My Idol

My Idol
KESAL



Pagi yang cerah untuk mengawali hari menurut Yeri....,,


di dalam kamarnya Yeri sedang disibukkan dengan pilihan beberapa model pakaian yang berserakan di atas tempat tidur,,


Yeri sibuk mencocokkan pakaian yang satu dengan yang lain...,, sepertinya hari ini Yeri ingin terlihat berbeda dari hari hari sebelumnya...,,


setelah lama memilih, Pilihan Yeri jatuh pada kemeja dengan kain halus berwarna kuning muda dan rok pendek berwarna putih,, warna pakaian yang cantik itu menambah kecerahan di kulit putihnya yang halus....,


Yeri menuju Meja rias dan merias diri,, sesekali ia tersenyum saat memandangi kaca dan mengingat kejadian kemarin saat dirinya pulang bersama saka...,


Yeri tidak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat saka mengantarkan sampai kedepan pintu apartmen setelah menyelesaikan pekerjaan mereka....


"Semoga mimpi indah"


perkataan saka selalu terngiang di fikiran yeri,, membuat pipinya merona hanya dengan memikirkan perkataan dan senyuman Saka semalam...


"Perfect..."


Yeri berkata sambil tersenyum kearah cermin yang memperlihatkan penampilan sempurnanya pagi ini....,,


Yeri kemudian melangkah keluar kamar dan menuju dapur untuk sarapan sandwich favoritnya...,,


Yeri sedang menikmati Makan pagi dan Tiba tiba bell apartmen berbunyi...,,


"iya sebentaar"


Yeri melangkah sambil berfikir siapa kira kira yang datang sepagi ini ke apartmentnya...,,


"Morgan"


yeri membuka pintu dan terkejut saat melihat morgan yang sedang berdiri sambil tersenyum kearahnya...,,


"Kenapa datang sepagi ini?"


"Apa aku tidak boleh datang sepagi ini?"


morgan menjawab sambil berjalan masuk ke dalam apartment yeri...


"Bukan begitu..., tapi ini kan masih pagi, dan ini sudah waktunya aku berangkat ke kantor"


Yeri menjelaskan sambil berjalan kearah Morgan dan terhenti saat morgan memutar badan dan menghadap kearahnya...


"Aku menjemputmu..., aku akan antar kamu sampai ke kantor..."


"Kenapa?" yeri bertanya tampak heran dengan perlakuan morgan yang tidak biasa ini....


"Kenapa? karena aku kesal gak bisa nelfon kamu...,, lagian kenapa juga liburan pake acara matiin Handphone..." morgan cemberut saat menjelaskan alasannya kepada Yeri...,,


Yeri menarik nafas panjang saat mendengar penjelasan morgan,, diingatnya lagi saat mengaktivkan Ponselnya ada lebih dari lima puluh kali panggilan dari Morgan...,


"Baiklah...,, ayo ke kantor..." yeri menarik tasnya dan mengajak morgan berjalan keluar apartmen....


morgan menanggapi Yeri dengan senyuman, kerinduannya selama beberapa hari ini terbayar sudah...,


mereka kemudian berjalan keluar menuju mobil Morgan yang terparkir tepat di depan apartmen Yeri....,, morgan tidak henti hentinya menceritakan beberapa lelucon yang membuat Yeri Tertawa riang menanggapi morgan...


"Masuklah Princes...." Morgan membuka pintu mobil sambil berlagak seperti Pengawal yang siap mengawal tuan putri dan Lagi lagi Yeri tersenyum manis melihat tingkah Morgan....


disisi lain, Saka menyaksikan Yeri dan Morgan dengan Geram,, Saka baru saja tiba di apartmen Yeri dan sudah mendapatkan tontonan yang tidak ia suka....,,


di genggamnya kemudi mobil dengan erat, hari ini Saka memutuskan Untuk menjemput Yeri setelah perpisahan semalam menyisakan kerinduan yang mendalam dihati saka...


Saka terdiam saat melihat pemandangan di depannya,, yeri terlihat sangat cantik dan sedang tersenyum manis kearah morgan...,,


"Apa yang mereka lakukan"


Saka bertanya dalam hati,, saat ini persaannya tidak menentu, seakan ada bara panas di dalam dadanya saat melihat yeri bersama morgan...,,


entah sejak kapan perasaan itu ada tapi saka selalu tidak suka saat yeri bersama morgan...


pikiran saka dialihkan saat melihat mobil morgan melaju di depannya... dengan cepat saka menjalankan mobil seperti ingin mengejar morgan....,


mobil Saka melaju tepat di belakang mobil morgan ingin rasanya Saka mengehentikan mobil morgan dan menarik yeri keluar dari dalam sana....


pikirannya kacau, entah kenapa saka tidak suka dengan keadaan ini...,,


tak terasa mereka sudah sampai di lobi perusahaan...,, yeri turun dari dalam mobil dan tersenyum sambil melambai lembut saat berpamitan pada morgan yang sedang menatapnya dari dalam mobil...,


Saka memarkirkan mobil tepat di belakang mobil Morgan dan memperhatikan tingkah Yeri di depannya...,,


"Yerii....,, angkat telfonku nanti siang..." Morgan berteriak karah yeri yang sudah berjalan menjauh dari mobilnya....,,


di dalam mobil saka sangat kesal dengan adegan di depannya ini,, tak terasa saka sudah menggenggam keras kemudi mobilnya...,,


Yeri masuk kedalam perusahaan setelah memastikan Morgan sudah berjalan pergi....,,


"Apa Saka sudah sampai kantor?" Apa sebaiknya ditunggu aja ya...,, ini sudah jam saat saka sampai kekantor...,," yeri berkata sambil menatap jam di tangannya...,,


Yeri memustuskan untuk kembali kedepan lobi perusahaan untuk menunggu Saka dan betapa terkejutnya Yeri saat mendapati Saka sedang berjalan kearahnya...,,


yeri mematung memandangi saka yang nyaris sempurna dengan penampilannya yang luar biasa...,,


Saka semakin dekat dengan yeri yang sedang berdiri tersenyum menunggu saka berjalan kearahnya...,,


Saat ini mereka sedang berhadapan tapi Saka berjalan melewati yeri tanpa menatap dan menyapa sedikitpun....,,


"Apa dia tidak melihatku?"perlakuan Saka membuat Yeri bertanya tanya...,,


Yeri membalikan badannya menatap punggung saka yang sudah berjalan jauh di depannya,, Yeri kemudian berjalan cepat untuk mengejar Saka...,, pikiran Yeri beradu saat melihat tingkah saka yang berbeda dari sebelumnya....


Yeri mendapati saka sudah berada di dalam lift dan betapa terkejutnya yeri saat saka menekan tombol Close dari dalam dan seketika meninggalkan Yeri yang sedang berdiri menatap saka....


"Ada apa denganya" pikir Yeri yang sudah cukup kesal dengan ulah Saka...,,,


****


saat ini yeri sedang duduk di meja kerjanya sambil berfikir tentang kejadian tadi pagi...,, kenapa saka sampai mengabaikannya,, apa kesalahan yang sudah ia perbuat...,,


pikirannya buyar saat beberapa karyawan nampak sibuk dengan kehadiran wanita yang sedang berjalan dihadapan mereka...,,


yeri juga tidak mau kalah dan memilih untuk melihat siapa yang sedang menarik perhatian seisi ruangan kantor ini....,,


"Apa itu Yunaa" Yeri melihat seorang wanita cantik dengan tubuh indahnya berjalan sambil tersenyum ke arah karyawan yang sedang menatap kagum kearahnya...,,


"Waah cantik sekali dia..."


"benar benar cantik... tahun ini dia mendapat penghargaan Top model "


beberapa karyawan berbisik bisik mengagumi kecantikan wanita yang sedang menuju ruangan saka....


"Aah benar itu Yunaa..." Pikir Yeri dalam Hati


"Sedang apa dia disini?" Yeri tersadar saat yuna sudah memasuki Ruangan Saka,, yeri teringat beberapa tahun yang lalu bahwa yunaa sempat mengaku dalam sebuah wawancara bahwa ia mengidolakan Saka...,,


seketika perasaan yeri menjadi tidak nyaman saat memikirkan apa yang Yunaa lakukan diruangan saka....,,


"Yeri... cepat keruangan Pak Saka,, bawa draft perjanjian ini..."


seorang pria membuyarkan lamunan Yeri,,.dan dengan segera yeri mengikuti perintah Pria itu....,,


yeri berjalan perlahan masuk kedalam ruangan saka....,,


pintu ruangan terbuka,, dan Yeri terkejut dengan pemandangan di depannya... saka sedang duduk sangat dekat dengan yunaa... tak seperti biasa saat ia menyambut tamu diruangannya....


"Masuklah..." Saka berkata menatap yeri yang sedang mematung di depan pintu...


Yeri menuruti perkataan saka dan memgambil tempat duduk tepat dihadapan mereka....,,


Tampak Yunaa sedang tersenyum dengan perlakuan saka yang sesekali memuji kecantikannya,,


yeri hanya bisa menahan rasa kesal dalam dirinya...,, kesal dengan perlakuan saka pada wanita lain...,,


yeri berusaha menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin dan kemudian pamit pada Saka yang nampak tidak memperhatikannya...,,


Yeri menutup pintu ruangan saka,, dan saka menatap lekat kearah pintu kemudian merubah posisinya ke posisi sebelum Yeri masuk keruangan,, Saka menjauhkan Dirinya dari Yunaa...., membuat wajah yuna seketika cemberut dengan perbuatan Saka...,,


"Ada Apa?" Yunaa bertanya mencoba mencerna perubahan sikap saka yang awalnya lembut menjadi dingin seperti saat ini...


"Tidak ada apa apa, aku hanya teringat perbuatanmu lima tahun yang lalu" saka berkata sambil tersenyum sinis kearah Yunaa membuat wanita itu menundukkan wajahnya...


"Kita sudah menyelesaikan pekerjaan hari ini... silahkan pergi" saka berkata sambil berjalan kembali kemeja kerjanya, meninggalkan yunaa yang masih duduk terpaku mencerna perubahan sifat saka....,,


Yuna menuruti perkataan Saka dan kemudian berjalan keluar dari ruangan Saka tanpa berpamitan,, Yuna sadar akan kesalahan yang sudah ia perbuat beberapa tahun yang lalu....


Saka tidak memperhatikan Yunaa yang sudah berjalan pergi, fikirannya tertuju pada Yeri yang nampak biasa saja saat melihatnya memberi perhatian pada wanita lain...,, dan itu membuat saka bertambah kesal....,,


disisi lain, Yeri sedang duduk di meja kerjanya sambil membolak balik tumpukan berkas dengan kasar....,, wajahnya cemberut hatinya terus saja menggerutu kesal dengan apa yang ia saksikan...."


"Apa dia punya masalah dengan psikologinya? kemarin dia sangat baik tapi hari ini dia berubah seperti tidak saling kenal....,, apa yang dia mau sebenarnya...,,"


Yeri menggerutu dalam hati dan melampiaskan kekesalan pada tumpukan berkas di mejanya...