
Saka membelai Rambut Yeri,, Menatap kecantikan Wanita di hadapannya,, jantungnya masih berdetak kencang tak karuan,, berusaha menahan diri agar bisa mengontrol perasaannya.....,, Lampu yang semula padam sudah menyala kembali,, Yeri tertunduk Malu tak mampu memandang Saka,, baginya ini adalah pengalam pertama seumur hidup dan tak pernah ia sangka semua ini dilakukannya bersama Saka....,,
"Heiii....,," Suara lembut Saka memanggil Yeri, diraihnya Rambut panjang Yeri yang menutupi wajah dan diselipkan Di belakang telinga Yeri,,
Yeri menoleh menatap Saka,, Apa yang harus ia lakukan kali ini....., pikirnya
"Ayo kita potong Kuenya" Yeri mengalihkan pandangannya dari Saka dan Saka tersenyum menanggapi Yeri....,,
"Kau mau memotong kuenya?" Yeri bertanya sambil memberikan Alat pemotong Kue...,,
"Aku Mau Kamu" Saka menatap menggoda Yeri....,,
Yeri terdiam tak mampu lagi menahan Rasa malu di dalam dirinya...
"Ini pasti bukan yang pertama bagimu, tapi ini pertama bagiku jadi berhentilah menggodaku seperti itu..." Yeri memalingkan wajah dari Saka menyembunyikan Rona merah di pipinya...,,
"Tidak...., ini juga pertama kalinya untukku" Saka tersenyum sambil meraih alat pemotong kue dari tangan Yeri...,
"Bagian mana yang harus di potong?" Saka bertanya mencoba membuat Yeri menatap kearahnya...,,
"Disini?"
"Disinii?"
Saka menunjuk Sembarang Arah seakan ia tidak tahu caranya memotong kue ulang tahun....., Perlakuan Saka membuat Yeri tersenyum, yeri menoleh ingin memberitahukan tempat yang pas untuk memotong kue.....,,
"Atau Disini...."
"CUP...."
satu kecupan Kilat mendarat Di bibir Yeri,, Membuatnya lagi lagi tersipu malu,, dan Saka tertawa melihat tingkah Yeri....,,
Yeri masih mematung dengan perlakuan Saka,, sampai perkataan saka membuat kesadarannya kembali....
"Ayo potong Kuenya" Saka mulai memotong kue ulang tahunnya dengan benar dan sepotong kue sudah ia angkat kedepan diperlihatkan kepada Yeri....,,
"Suapin" Saka bersikap manja kepada Yeri,, Sift Acuh dan sinisnya Runtuh sudah, hilang ditelan sifat manis Yeri....,, yeri berhasil mengeluarkan sifat asli Saka....,,
"Kenapa dia bisa semanja ini" Yeri bergumam dalam Hati kemudian diraihnya kue yang diberikan Saka....,
"Sini aku suapin" Yeri mengarahkan sepotong kue dan saka sudah mulai membuka mulutnya....
"Suapin Kesinii..." Yeri sengaja melesetkan suapan dan krim kue mengenai pipi saka...,,
"Kesinii...." yeri mengulangi perbuatannya dan sekarang kedua pipi saka sudah penuh dengan krim Kue,, Yeri tertawa lepas melihat wajah Saka...,,
"Atau kesiniiii...." kejahilan Yeri belum berakhir tapi tidak kali ini, Saka dengan cepat meraih pergelangan Tangan Yeri....,,
"Kesinii...." Saka menarik tubuh Yeri mendekat dan sekali lagi Mencium halus bibir yeri..,, untuk beberapa saat mereka larut dalam romansa berciuman,, api kerinduan belum juga padam....,, semakin lama semakin membara dalam hati....,,
Saka melepaskan diri dan menatap lekat kearah Yeri,, tatapannya Tulus setulus perasaannya saat ini...., yeri membalas tatapan Saka,, rasa ingin memiliki menghampirinya tapi bibirnya kelu untuk mengucapkan satu kata yang selalu ingin diucapkannya untuk Saka...,,
"I LOVE YOU"
suara Lembut Saka memecah keheningan,, Yeri menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya,,
"I LOVE YOU"
Saka mengulangi karena tidak mendapat respon apapun dari Yeri....,, Dan tiba tiba Saja Air mata Yeri menetes Jatuh....,,
Saka Panik menatap Yeri yang tiba tiba saja meneteskan Air mata,, diraihnya kepala yeri dan disandarkan di dadanya....,,
"Maaf... Maafkan Aku" Aku tidak bermaksud kurang ajar kepadamu...,, aku hanya tidak bisa menahan perasaanku....,, maafkan aku jika kamu tidak menyukai perbuatanku,, aku tidak akan mengulanginya....,,
Detak jantung Saka berpacu, berfikir mungkin ia sudah berbuat sesuatu yang tidak disukai Yeri....,,
Yeri melepaskan Diri dari pelukan Saka,, menatap Saka lekat, tatapannya penuh ketulusan....,,
"Kenapa Harus minta Maaf?" Yeri tersenyum sambil Menghapus air matanya,,
Saka hanya mampu menatap Yeri, kali ini ia tidak tahu harus berbuat apa....,,
"Aku...., Maaf Karena Aku...." Saka terbata menjawab pertanyaan Yeri....,,
"Itu Adalah kata kata yang selalu aku impikan seumur hidupku....,, dan sekarang aku mendengarnya darimu....,, kau tidak tahu sebesar apa rasa sukaku??" Yeri tersenyum mengungkapkan perasaannya untuk Saka...
"Aku Bahkan Menangis hanya karena menonton Konsermu,, dan sekarang kau ada disini menyatakan cinta padaku...."
Yeri tersenyum dalam Tangisnya membuat Saka yang tadinya panik jadi ikut tersenyum...
Saka meraih tubuh Yeri,, memeluknya Erat,, ia yakin perasaanya sudah terbalas,, yeri mencintainya jauh sebelum Cinta tumbuh dalam hatinya sendiri dan itu membuatnya bahagia....,,
"Aku akan menebus semua Perasaanmu padaku selama beberapa tahun ini, kau hanya perlu memastikan Hatimu tidak akan meledak karena cintaku padamu..."
Saka tersenyum saat melihat yeri melepaskan diri dari pelukan,, air matanya tak nampak lagi berganti dengan wajah yang bersemu merah mendengar perkataan saka...,
Saka meraih sepotong kue di atas meja dan memakannya,, Saka memejamkan mata meresapi kue manis itu....,, Saka memang selalu menyukai kue buatan Yeri.....,
"Apa kau menambahkan Bumbu cinta di dalamnya...? kenapa kue ini bisa sangat enak?
Saka berbicara dengan mulut dipenuhi kue dan krim membuatnya terlihat seperti anak kecil dan itu membuat yeri tersenyum,,
"Iya... aku menambahkan banyak cinta di dalamnya" Kali ini yeri tersenyum lebar kearah Saka,, menampakkan seluruh kecantikannya....,
"Ya tuhan kenapa dia bisa secantik ini" Saka mengalihkan pandangan mencegah tubuhnya agar tidak melakukan hal hal yang tidak ia inginkan....,,
"Dimana Kamar mandi? aku harus mencuci wajahku..." Saka mengalihkan perhatiannya kepada yeri yang sedang tersenyum manis...,,
"Disana..." Yeri menunjuk satu pintu disamping kamarnya dan dengan segera saka Melangkah masuk kedalam kamar mandi....,,
Saka mencuci wajahnya berkali kali bukan hanya sekedar membersihkan krim kue dari wajahnya tetapi juga mendinginkan perasaannya yang sudah mulai tak menentu saat menatap yeri....,,
Saka keluar kamar mandi dan sudah disambut yeri dengan handuk putih kecil untuk membersihkan wajahnya....,,
"Terimakasi" ucap Saka kemudian mengeringkan wajahnya,, rambutnya yang semula rapi kini sudah terurai apa adanya, membuat penampilan saka jadi lebih sedikit berbeda....,, penampilan kali ini lagi lagi menbuat yeri terpesona...
"Aku harus pulang,, Sekarang sudah larut malam" Saka menatap jam di pergelangan tangannya dan ada sedikit perasaan sedih saat harus berpamitan....,
Yeri mengangguk kecil dan meraih handuk yang sedang di pegang Saka,, kemudian mereka berjalan kearah pintu....,
"Sampai jumpa besok,, katakan pada morgan aku akan menjemputmu..." Saka berbalik memunggungi pintu dan menatap Yeri...,,
"Bagaimana Kau tahu Morgan menjemputku?" Yeri bertanya heran kepada saka,, dia tidak memberitahu siapapun saat morgan datang menjemputnya....,,
"Aku datang menjemputmu,, tapi morgan sudah ada disini terlebih dahulu..." alis morgan mengkerut mengingat kejadian kemarin yang masih menyisahkan perasaan kesal dalam hatinya....,,
"Kau cemburu?" Yeri tersenyum menatap Saka dan membuat saka spontan menatap malu kearah Yeri....,
Saka meraih pinggang yeri dan memeluknya,, membelai lembut Helaian Rambut Lurus Yeri....,,
"Iyaa...,, Aku cemburu memangnya kenapa? kau milikku jadi mulai saat ini kau tidak boleh dekat dengan pria lain...".
"Morgan memang terlihat sangat dekat denganku,, tapi kami hanya sebatas teman tidak lebih" Yeri tersenyum menatap Saka,,
"Benarkah?"
"Kalau begitu aku harus pergi,, aku akan melakukan banyak kesalahan jika terus bersamamu disini"
"CUP" satu kecupan mendarat di bibir yeri,, sepertinya mencium yeri adalah hal favoritnya saat ini....,
Saka tersenyum dan melepaskan Pelukannya dari pinggang yeri dan akhirnya saka pamit pulang....,
Malam yang sangat tak terduga menurut Yeri,, entah sudah berapa kali ia menendang tempat tidurnya saat ingatan tentang Saka menari dalam fikirannya....,, jantungnya berpacu saat mengingat ciuman ciuman manis dari Saka sampai tiba tiba ia dikejutkan dengan dering pesan masuk di ponselnya...,
"Selamat Tidur,, Mimpi indah"
I LOVE YOU
Yeri menatap lekat kearah ponselnya Pesan Dari Saka membuat Yeri semakin Bahagia.....,Malam ini Perjalanan Cinta mereka Dimulai....