
Setelah berita kehamilan Aluna diketahui oleh seluruh anggota keluarga Cokrodinata. Hidup wanita itu seperti seorang tuan putri, yang dijaga dengan sangat hati-hati oleh semua orang termasuk Ibu Iriana.
Ibu Iriana bahkan mau melakukan apa pun yang diminta oleh Aluna, walaupun dengan terpaksa. Seperti mencari makanan yang diinginkan Aluna, menemani Aluna saat menunggu Erik pulang kerja, memijit Aluna dan banyak lainnya. Bahkan Iriana sampai mengusir Arumi dan tidak lagi mengijinkan wanita itu datang ke kediaman Cokrodinata, hanya untuk menjaga perasaan Aluna agar menantunya itu tidak banyak pikiran.
"Terima kasih, Mommer" Aluna mengambil buah mangga yang sudah dikupas oleh ibu mertuanya.
"Sama-sama," jawab Iriana dengan tersenyum kecut sambil menelan salivanya, saat melihat Aluna memakan mangga muda yang rasanya pasti asam.
"Oh ya, Bu."
Iriana yang tengah menatap Aluna sampai membelalakkan kedua matanya, karena tidak biasanya wanita itu memanggilnya Ibu. Karena Aluna selalu memanggilnya dengan sebutan Mommer yang artinya Mommy mertua.
"Ini untukmu." Aluna memberikan sebuah berkas pada ibu mertuanya.
"Apa ini?" Iriana menerima berkas tersebut lalu membukanya. "Aluna, i-ini..." ia terkejut dan tak percaya saat mengetahui isi di dalamnya.
"Aku sudah menebusnya, anggap saja hadiah dariku karena Ibu sudah mau menuruti semua yang kuinginkan," ucap Aluna dengan tersenyum.
Ya, meskipun ibu mertuanya itu sedikit terpaksa menuruti semua keinginannya. Tapi Aluna tetap menghargai apa yang sudah dilakukan Iriana selama satu bulan ini, dengan menebus sertifikat kediaman Cokrodinata.
Aluna melakukan semua itu bukan hanya untuk Ibu Iriana saja, tapi untuk Erik juga. Karena ia tidak mau suaminya ikut terbebani dengan masalah yang dibuat ibu tirinya.
"Terima kasih Aluna," ucap Iriana dengan tulus bahkan sampai memeluk sang menantu. "Terima kasih banyak," ucapnya dengan menangis.
Sungguh ia tak menyangka, menantu yang selama ini dimusuhinya bahkan ingin di tendangnya keluar dari kediaman Cokrodinata. Justru yang menjadi penyelamat hidupnya dengan menebus sertifikat yang sudah digadaikannya.
"Tapi dari mana kau mendapatkan uang sebanyak ini?" tanya Iriana dengan tersendu setelah mengurai pelukannya, karena ia tahu betul nominal hutangnya sangat besar belum berikut dendanya.
"Tentu saja dari tabunganku, walaupun Ibu mengatakan aku hanyalah seorang anak dokter yang tidak terkenal dan hanya memiliki satu hotel. Tapi percayalah menantumu ini sangat kaya," jawab Aluna dengan bercanda, hingga tangis Iriana berganti dengan senyuman. "Aku harap Ibu tidak lagi menggadaikannya, karena jika sampai itu terjadi aku tidak mungkin bisa menebusnya lagi."
Aluna pun tersenyum mempercayai janji ibu mertuanya, karena jika ibu mertuanya itu melanggar janjinya maka Aluna tidak akan lagi membantu wanita paruh baya itu.
"Sekali lagi terima kasih," ucap Iriana dengan memeluk Aluna kembali.
Dan apa yang dilakukan dan dibicarakan oleh Iriana dengan Aluna, dilihat semua oleh Lilian. Wanita yang telah melahirkan Erik ke dunia itu merasa bahagia, karena akhirnya Iriana dan Aluna bisa berdamai.
"Aku berharap selamanya keluarga Cokrodinata hidup dalam damai seperti ini," doa Lilian dalam hati.
*
*
Setelah menyelesaikan semua urusannya dengan ibu tiri Erik, Aluna pun memutuskan kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat karena merasa tubuhnya begitu lelah.
Entah berapa lama Aluna tertidur, karena ia baru terbangun saat merasakan sesuatu yang geli pada perutnya.
"Erik..." ucap Aluna, dengan suara serak khas bangun tidur saat melihat sang suami tengah mencium perutnya.
Erik pun tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali, walaupun sudah membuat sang istri terbangun dari tidur nyenyaknya.
"Aku sangat merindukanmu," ucapnya setelah melabuhkan sebuah ciuman di bibir Aluna.
"Aku juga merindukanmu." Aluna membalas ciuman Erik dengan sangat menuntut, bahkan menarik pria itu hingga berada di atas tubuhnya.
Ya, entah mengapa semenjak kehamilannya. Aluna merasa sangat bersemangat untuk bercinta dengan Erik. Dengan menatap wajah suaminya saja sudah membuat tubuhnya terasa panas dingin.