My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 65



"Tidak perlu. Lagi pula kami sudah tidak memiliki hubungan apa pun, jadi dia berselingkuh atau tidak sudah bukan urusanku," ucap Erik dengan tegas meskipun ada rasa sesal dan kecewa di dalam hati.


Karena tenyata wanita yang selama ini ia cintai dan perjuangkan telah berselingkuh di belakangnya. Wanita yang berstatus sebagai mantan tunangannya itu sudah membodohinya dengan bersikap seolah-olah sebagai korban.


Tapi dibalik semuanya itu kini Erik merasa lega. Ia tidak akan lagi merasa bersalah pada Agatha karena telah menikah diam-diam dengan Aluna. Secara tidak langsung permasalahan Agatha telah selesai, dan kini tinggal menyelesaikan permasalahan perjodohan yang dirancang oleh keluarga besarnya.


"Tidak Erik, kau jangan berkata seperti itu. Aku sangat mencintaimu. Mereka semua berbohong, aku tidak pernah —"


Agatha langsung terdiam saat melihat sesuatu yang dilempar ke atas meja.


 "I-ini."


Betapa terkejutnya Agatha saat melihat dengan jelas foto-foto dirinya yang tengah bermesraan bersama Nick. Ada foto di mana ia merangkul mesra Nick saat masuk ke dalam hotel, ada juga saat mereka berciuman di dalam mobil.


"Saya rasa semua bukti itu sudah cukup!" ucap Aji dengan tersenyum sinis.


"Erik, aku —"


"Diam dan keluarlah Agatha! Dan mulai saat ini jangan pernah muncul lagi dihadapanku!" ucap Erik dengan penuh kemarahan saat melihat semua bukti yang memperlihatkan bagaimana murahannya seorang Agatha.


"Tidak, aku tidak mau." Agatha mencoba menyentuh lengan Erik meskipun selalu ditepis oleh pria itu. "Aku mohon Erik, beri aku satu kali kesempatan untuk memperbaiki semuanya," pinta Agatha dengan memohon meskipun tidak yakin Erik akan mengabulkannya, mengingat kekasih hatinya itu sangat membenci sebuah pengkhianatan.


Tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menyingkirkan salah satu wanita putranya. Aji Cokrodinata pun memerintahkan para pengawal pribadinya untuk membawa Agatha keluar.


Sementara itu Aluna yang sejak tadi diam melihat bagaimana pria paruh baya itu melibas Agatha dengan begitu mudahnya, kini bertepuk tangan.


"Damer?" tanya Erik, Aji, Iriana dan Lilian.


"Iya, damer. Daddy mertua," sahut Aluna dengan tersenyum, membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut berdecak kesal kecuali Erik dan Lilian. Lilian bahkan sampai menahan senyum mendengar perkataan wanita yang mengaku sebagai istri putranya.


"Saya bukan Daddy mertuamu wanita muda," ucap Aji dengan dingin. "Dan kau jangan senang dulu, karena selajutnya giliranmu yang akan saya usir."


Aluna menggelengkan kepalanya. "Damer yakin akan mengusir menantu idaman seperti aku ini?"


"Eleh, menantu idaman apanya?" ketus Iriana. "Kami bahkan tidak mengenalmu sama sekali, iya kan Pak?"


Aji hanya diam, karena sebenarnya ia tahu siapa keluarga wanita muda yang mengaku menjadi menantunya tersebut. Wanita itu berasal dari keluarga Ricardo yang merupakan bagian dari keluarga besar Arbeto. Keluarga yang sudah terkenal dengan kekayaan dan kekuasaannya.


Setidaknya itulah informasi yang didapat Aji dari orang kepercayaannya tentang Aluna. Meskipun tentang pernikahan mereka tidak bisa ditembus oleh orang-orangnya, yang justru beranggapan hubungan Erik dan Aluna hanyalah hubungan Kohabitasi.


"Kalau begitu kita berkenalan dulu. Namaku Aluna, aku anak ketiga dari empat bersaudara. Aku berasal dari keluarga Ricardo. Kalian pasti tahu bukan siapa itu keluarga Ricardo? Keluarga yang terkenal sebagai keluarga dokter yang ahli di bidangnya. Dan aku sendiri kebetulan dipercaya oleh kakek buyutku untuk mengelola salah satu hotelnya. Dengan kata lain akulah pemilik hotel tersebut. Jadi Damer, dan Mommer tidak perlu takut anak kalian kekurangan bersamaku, karena aku—"


Aluna terdiam saat mulutnya dibungkam oleh tangan Erik.


"Kalian sudah mendengar perkenalannya bukan? Dia Aluna, istriku dan hanya akan menjadi satu-satunya istriku. Jadi jangan pernah berpikir untuk menjodohkan aku dengan wanita manapun!" ucap Erik dengan tegas sambil menatap pada wanita yang akan dijodohkan dengannya.


Wanita yang terlihat lemah lembut yang sajak datang hanya diam dan lebih banyak menundukkan kepalanya.