My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 50



Aluna yang berbaring diatas ranjang, menatap langit-langit kamar dengan helaan napas panjang.


"Mau sampai kapan kita seperti ini?" tanyanya sembari menatap sang suami yang berbaring dengan posisi yang sama dengannya.


Ya, sejak mereka masuk kedalam kamar tersebut. Keduanya hanya berbaring diatas ranjang dengan menatap langit-langit kamar dalam diam. Padahal Aluna berharap mereka akan menghabiskan waktu dengan kegiatan panas juga berbagi peluh setelah ciuman panas mereka di dalam lift tadi.


"Kalau kau hanya ingin menatap langit-langit kamar, bisa kau lakukan nanti di kamarmu."


"Diamlah, Lun!" ucap Erik tanpa mengalihkan tatapannya pada Aluna.


Ia tengah berpikir apakah benar yang akan dilakukannya nanti. Tapi jika ia bercinta dengan Aluna, bagaimana dengan Agatha? Namun jika membatalkannya lagi, maka kepalanya akan pecah memendam cukup lama keinginan untuk bercinta dengan Aluna. Terlebih sekarang ada Azam yang dengan terang-terangan mendekati Aluna, bahkan berani mencium pipi istrinya. Semakin membuatnya marah dan ingin menjadikan wanita itu hanya milik Erik seutuhnya.


"Kita sudah diam hampir dua puluh menit. Kalau masih kurang kau lakukan saja sendiri. Aku ingin menemui Azam saja."


Aluna yang hendak beranjak dari tempatnya, terjatuh kembali ke atas ranjang saat tangannya ditarik oleh Erik. Bahkan tubuhnya kini dihimpit oleh tubuh kekar pria itu yang kini berada diatas tubuhnya.


"Jangan macam-macam Aluna Cokrodinata!"


Kedua mata mereka kini saling menatap dan mengunci satu dan lainnya. Hembusan napas hangat yang menerpa wajah Aluna, membuatnya bergidik dengan sensasi menggelitik dibagian perut saat bibir Erik tiba-tiba menyapu bibirnya.


Dengan lembut bibir itu bermain di atas bibirnya, ******* hingga Aluna reflek mengalungkan kedua lengannya pada leher sang suami untuk memperdalam ciuman mereka.


Bolehkah Aluna merasa senang sekarang dan berharap mereka bisa melakukan malam pertama yang sudah tertunda begitu lama, meskipun tanpa cinta Erik di dalamnya. Tapi Aluna yakin dengan mereka bercinta, maka pria itu akan berpikir puluhan kali untuk meninggalkannya bahkan jika sampai benih Erik tumbuh di rahimnya maka sang suami akan terikat dengan Aluna selamanya.


"Erik..." desah Aluna dengan menahan rasa geli saat pria itu menelusuri leher hingga dadanya dengan kecupan dan gigitan kecil yang pastinya akan meninggalkan bekas kemerahan.


Rasa geli yang dirasakannya semakin membuat Aluna terus memanggil nama Erik saat tangan besar pria itu menyentuh perutnya, mengusapnya tanpa menghentikan cumbuannya. Hingga terdengar bunyi kancing yang lepas ketika Erik menarik kemejanya dengan kasar.


Depan napas yang naik turun, dapat Aluna lihat ke-dua mata Erik yang kini menatap tubuhnya dipenuhi oleh kabut gairah yang sama seperti dirinya.


"Lun, hentikan aku sekarang sebelum semuanya terlambat. Kalau tidak jangan salahkan aku yang tidak akan berhenti sampai mendapatkan apa yang kuinginkan," ucap Erik dengan napas yang memburu.


Ya, Erik tidak akan melanjutkannya walaupun ingin jika Aluna menghentikannya sekarang. Tapi kalau tidak, maka jangan salahkan dirinya yang akan membuat wanita itu mendesah memanggil namanya berulangkali.


"Lakukanlah"


Tanpa berpikir dua kali jawaban itulah yang diberikan Aluna, karena memang sejak hari pertama mereka menikah Aluna ingin sekali menyerahkan seluruh raganya untuk sang suami. Meskipun kedepannya hubungan mereka masih samar dengan adanya Agatha, tapi satu yang menjadi penguat didalam hubungan mereka yaitu status Aluna yang sah sebagai istri dari Erik Cokrodinata.


"Jangan sampai kau menyesal," peringat Erik yang langsung mencium bibir Aluna.


Ciuman yang begitu menuntut membuat gairah pada keduanya semakin naik, sentuhan pada tubuh mereka bagaikan sengatan listrik bertegangan tinggi hingga membakar keduanya yang kini polos tanpa sehelai benangpun.


Dan inilah saat yang dinanti bagi Aluna, dan ia berharap kejadian tempo hari tak terulang kembali dimana Erik meninggalkannya begitu saja disaat mereka hampir melakukannya.


...----------------...


Bersambung dulu ya 🤭🙈🤣