
"Pak memangnya sekaya apa keluarga mereka?" tanya Iriana dengan bingung, karena tidak mungkin suaminya berbicara seperti itu kalau tidak mengetahui siapa keluarga Ricardo.
"Sudah kau diam saja!" ucap Aji tanpa ingin menjawab pertanyaan istri pertamanya.
"Tapi aku ingin tahu, Pak. Karena tidak mungkin keluarga wanita tidak jelas ini lebih kaya dari keluarga Arumi," ejek Iriana dengan tersenyum sinis. "Ingat Pak, keluarga calon menantu kita ini memiliki perusahaan tambang terbesar nomer tiga di Indonesia, jadi tidak akan kalah dengan keluarga wanita itu."
Ya, selain calon menantunya itu memiliki darah biru seperti mereka. Keluarga Arumi juga berasal dari keluarga kaya raya yang sama dengan Cokrodinata. Hingga Iriana getol menjodohkan putra tirinya itu dengan Arumi.
Seandainya saja Iriana memiliki anak laki-laki, sudah pasti ia akan menjodohkan dengan putranya sendiri. Bukan dengan putra dari madunya. Tapi sayang nasib Iriana tidak beruntung karena hanya memiliki dua anak perempuan.
"Wow, keluargamu benar memiliki perusahaan tambang?" tanya Aluna dengan berpura-pura terkejut, pada wanita yang hendak dijodohkan dengan suaminya.
"Ya."
Arumi menganggukan kepalanya dengan tersenyum bangga. Walaupun sejak tadi ia diam dan hanya menjadi pendengar di ruangan tersebut, tapi dia tidak bodoh dengan memahami kalau pria yang akan dijodohkan dengannya sudah memiliki seorang istri. Lalu apakah Arumi akan mundur dari perjodohan tersebut? Jawabannya tentu saja tidak, karena ia sudah terlanjur mencintai Erik meskipun mereka hanya beberapa kali bertemu.
"Tapi sayang perusahaan tambang milik keluargamu hanya nomer tiga, bukan nomer dua apalagi nomer satu, jadi apa yang perlu dibanggakan," ucap Aluna dengan menohok, sampai membuat senyum di wajah Arumi hilang seketika.
"Ya ampun, berani sekali kau menghina calon menantuku ini. Walaupun terbesar nomer tiga tapi jelas kekayaannya lebih banyak dari pada keluargamu yang berprofesi sebagai dokter. Juga tidak sebanding dengan kau yang hanya memiliki hotel biasa, karena keluarga Arumi bisa membeli banyak hotel," balas Iriana dengan marah karena tak terima Arumi dihina seperti itu.
"Diam Bu!" Aji menghentikan ucapan istri pertamanya itu yang sejak tadi tak mau berhenti bicara. Padahal istrinya itu tidak tahu kebenarannya, kalau keluarga Ricardo jelas berada di atas keluarga Arumi.
Bahkan hotel yang dikatakan biasa saja oleh istri pertamanya itu, justru hotel termewah dan memiliki banyak anak cabang yang tersebar di seluruh kota besar.
"Tapi Pak..."
Aji langsung menatap Iriana dengan tajam. Isyarat agar istri pertamanya itu tak lagi bersuara. Iriana yang takut pada suaminya pun memilih diam, karena tidak ingin membuat Aji marah.
"Keputusan Bapak tidak bisa diganggu gugat, kau harus menceraikan istrimu dan menikah dengan Arumi!" putus Aji tak ingin diganggu gugat.
"Baiklah kalau itu keputusanmu, tapi jangan salahkan Bapak kalau Ibumu yang akan menanggung akibatnya," ucap Aji sambil menatap Lilian yang kini menundukkan kepalanya. "Kau tahu jelas Bapak bisa melakukan apa pun pada Ibumu, termasuk menceraikannya dan membuat hidupnya menderita."
Ancaman Aji tentu saja membuat Lilian menangis. Dan melihat bagaimana ibu kandungnya menangis, tentu saja membuat Erik bersedih. Karena ia tahu betul bagaimana sang Ibu mencintai Aji Cokrodinata bahkan rela menjadi istri kedua dari pria itu.
"Sudah cukup selama ini Bapak memberikan kebebasan untukmu dengan keluar dari keluarga Cokrodinata. Tapi tidak untuk kali ini!" Aji menatap sang putra dengan tatapan tajam mengintimidasi. "Kita pulang sekarang!"
Aji beranjak dari tempat tersebut dengan diikuti Iriana dan Arumi, sedangkan Lilian masih diam berdiri ditempatnya. Menatap Erik dengan penuh kerinduan dan tanpa kata memeluk putranya tersebut.
"Lilian!" sentak Aji, membuat istri keduanya itu langsung mengurai pelukannya pada sang putra.
Wanita yang berstatus sebagai istri kedua Aji pun pergi meninggalkan putranya yang kini terlihat terduduk lemas.
"Aku harus bagaimana?" lirih Erik dengan frustasi sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Erik, kau tidak akan meninggalkan aku bukan?" tanya Aluna dengan perasaan cemas, karena melihat bagaimana raut wajah suaminya.
Jujur jika hanya berhadapan dengan banyaknya wanita yang menginginkan Erik, Aluna yakin bisa mengalahkan semua wanita tersebut. Tapi jika dirinya harus bersaing dengan wanita yang melahirkan suaminya, tentu saja Aluna ragu akan bisa memenangkannya.
...Pengumuman π·...
...Halo semuanya π€ Mom mau mengumumkan pemenang Giveaway My Husband My Assistant, dan nama-nama pemenangnya ada dibawah iniπ...
...Selamat untuk para pemenang π₯³ kalian bisa dm alamat dan no hp kalian ke Ig mom_tree_17. Bagi yang belum beruntung bisa ikutan giveaway selanjutnya. Sekian informasi dari Mommy, salam hangat dan peluk online dari jauh π...
...Note ~ untuk ongkir ditanggung pemenang dan harap konfirmasi segera mungkin, lebih dari tujuh hari hadiah dianggap gugur....