
Setelah membuat keributan dengan mempermalukan Aluna di depan umum. Agatha pun pulang dengan diantar Erik. Selama diperjalanan Agatha menangis, sedangkan Erik hanya diam dengan segala rasa bersalahnya. Baik pada Agatha maupun Aluna.
"Kenapa kau tega? Kenapa?" Agatha memukul dada bidang Erik dengan penuh amarah, setelah mereka sampai dikediamannya. "Bagaimana bisa kau selingkuh dengannya?"
Jika saja wanita yang menjadi selingkuhan Erik bukan Aluna, mungkin Agatha tidak akan semarah ini. Sungguh harga dirinya seperti di injak-injak, apalagi jika benar Erik telah tidur dengan Aluna. Dengan wanita yang pernah ia rebut calon suaminya.
"Maaf..."
Hanya kata itu yang bisa Erik ucapkan, karena memang ia bersalah telah mengkhianati Agatha. Bahkan ia telah menikah dengan Aluna dan menyentuh wanita yang telah sah menjadi istrinya tersebut.
"Maaf?" pekik Agatha dengan terkejut. "Berarti benar kau selingkuh dengannya?" Kini Agatha benar-benar marah. Tadinya ia masih berharap semuanya hanya salah paham saja, walaupun kemungkinan itu sangat tipis. "Jangan katakan kalau kau juga sudah tidur dengan ****** itu?"
"Aluna bukan ******, dia..."
"Bagiku dia ******!" sahut Agatha tak terima dengan pembelaan Erik. "Sekarang katakan, benar kau sudah menidurinya?"
Erik terdiam dengan menundukkan kepalanya.
Melihat itu Agatha pun kembali memukul Erik dengan menangis. Sungguh ternyata rasanya sangat sakit mengetahui sang tunangan berselingkuh dan tidur bersama wanita lain. Apakah rasa sakit ini juga yang dirasakan Aluna dulu, saat mengetahui Nick berselingkuh dan tidur dengannya. Rasa sakit yang pastinya akan Erik rasakan juga jika mengetahui ia telah berselingkuh.
"Maaf, Agatha..."
Erik memeluk wanitanya dengan perasaan bersalah yang begitu besar. Seharusnya dari awal ini semua tidak akan terjadi jika ia bisa bersikap tegas dan berani. Jadi tidak ada yang akan terluka baik Agatha maupun Aluna. Mengingat Aluna, perasaan bersalah Erik pun semakin bertambah.
"Aku akan memaafkanmu, tapi..." Agatha mengurai pelukannya, menatap Erik dengan intens. "Kau harus memutus hubungan dengan Aluna, dan keluar dari pekerjaanmu yang sekarang!"
"Aku tidak bisa."
"Kenapa tidak bisa? Jangan bilang kalau kau lebih mencintai wanita murahan itu dari pada aku?"
"Aluna bukan wanita murahan, dia istriku."
"Apa?" pekik Agatha dengan sangat terkejut. "Tidak Erik, ini tidak lucu. Kau pasti berbohong?"
Agatha yakin kalau Erik sedang berbohong, karena mana mungkin pria yang sudah menjadi tunangannya, menikah dengan wanita lain.
"Aku tidak berbohong. Status Aluna adalah istriku."
"Tidak..." Agatha menggelengkan kepalanya dengan sangat shock.
Ia bahkan hanya diam tak bisa berkata-kata, saat Erik bercerita bagaimana pria itu sampai bisa menikah dengan Aluna. Bagaimana Aluna yang memaksa untuk bisa menikah dengan Erik, bahkan sampai menculik pria itu dihari pernikahan.
"Itulah yang terjadi diantara aku dan Aluna."
Erik tahu kejujurannya itu akan menyakiti Agatha, dan akan membuatnya kehilangan wanita tercintanya. Tapi mau bagaimana lagi? Erik tidak ingin terus berbohong dan menyakiti keduanya. Karena bagaimana pun semuanya diawali dengan sikapnya yang tidak tegas, dan sekaranglah saatnya mengakhiri semuanya.
"Kau brengsek Erik! Akulah tunanganmu tapi kenapa Aluna yang kau nikahi," ucap Agatha yang kembali menangis dengan histeris.
Sungguh ia tak menyangka, pria yang akan menjadi suaminya justru menikahi wanita lain. Pria yang selama ini sangat mencintainya kini telah dimiliki oleh wanita lain. Dan sialnya wanita itu adalah Aluna Ricardo.