My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 75



"Sepertinya ada yang cemburu nih."


"Siapa yang cemburu? Aku?" Erik menautkan kedua alisnya. "Aku hanya bertanya, bukan berarti cemburu," ucapnya sembari melepas pelukan Aluna, lalu berjalan masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan istrinya yang tengah tertawa.


"No, kau itu cemburu sayang." Aluna mengejar Erik dengan penuh semangat untuk menggoda suaminya.


"Aku tidak cemburu."


"Benarkah?" Aluna menghentikan langkahnya. "Kalau begitu aku pergi lagi saja dengan pria yang tadi mengantarku pulang," godanya dengan berpura-pura beranjak dari tempat tersebut.


"Tunggu!" Dengan cepat Erik menahan langkah Aluna. "Jika kau berani pergi dengan pria tadi, akan aku patahkan kakinya!" ancamnya dengan serius.


Namun ancamannya itu justru dibalas oleh istrinya dengan senyuman menggoda.


"Aku rasa kau tidak akan berani mematahkan kakinya?" ucap Aluna sambil mengalungkan tangannya pada leher Erik.


"Jangan pernah mengujiku, Aluna," ucap Erik dengan emosi yang membara karena merasa diremehkan.


"Aku tidak mengujimu, hanya saja—" Aluna mencium bibir sang suami dengan penuh gairah, meskipun Erik diam tak membalas ciumannya karena emosi. "Aku takut kakimu lah yang akan dipatahkan Boy Arbeto."


"Ck, mana mungkin aku —" Erik terdiam saat tersadar nama pria yang disebut istrinya. "Boy Arbeto? Maksudmu B?" tanyanya dengan terkejut dan sedikit bergidik ngeri, apalagi saat melihat Aluna menganggukkan kepalanya.


"Pria yang mengantarku tadi Boy. Jadi, apa kau masih ingin mematahkan kakinya?" tanya Aluna dengan menahan tawa.


Erik yang ditanya hanya bisa tersenyum kaku sambil menelan salivanya susah payah. Bagaimana bisa dia mematahkan kaki seorang Boy Arbeto, karena sebelum ia berhasil melakukannya, Boy sudah lebih dulu membuatnya masuk ruang ICU.


Melihat Erik yang terdiam dengan wajah ketakutan, akhirnya tawa Aluna pun meledak tanpa bisa ditahan lagi. Ia tertawa dengan sangat puas, meskipun apa yang dilakukannya membuat Erik semakin kesal.


Aluna menggelengkan kepala. "Rahasia," ucapnya dengan tersenyum penuh kemenangan sembari beranjak dari tempat tersebut.


Namun sayang baru dua langkah kakinya berjalan, suaminya itu sudah lebih dulu menangkap lalu membawanya menuju kamar mereka. Dan seperti biasanya, akan terjadi pergulatan panas di dalam ruangan tersebut. Kini tak ada lagi perdebatan diantara mereka, yang ada hanya suara erangan dan ******* yang keluar dari mulut keduanya saat berlomba mencari kepuasan dalam tubuh pasangannya.


*


*


"Jadi bagaimana?" tanya Aluna tanpa melepaskan pelukan ditubuh suaminya.


Ya, setelah pergulatan panas mereka tadi dengan tubuh yang masih polos tertutup selimut. Aluna pun menceritakan apa yang sudah dilakukannya tadi bersama Boy Arbeto, terutama syarat yang diminta oleh Aji Cokrodinata agar pernikahan mereka diakui.


"Kenapa kau melakukan itu? Kenapa melibatkan B?" tanya Erik tanpa mempedulikan pertanyaan Aluna. Sungguh ia tak menyangka istrinya itu akan nekat menemui menemui Aji, padahal selama ini Erik menutupi masalahnya hanya agar Aluna tak ikut campur.


Dan pantas saja tadi Ibu Lilian menghubunginya jika sudah tak di kurung lagi di dalam kamar, rupanya karena ayah kandungnya itu sudah melakukan kesepakatan dengan Aluna.


"Karena aku sedih melihatmu tertekan setiap hari," jawab Aluna dengan sedikit kesal. Karena bukannya berterima kasih atas apa yang dilakukannya selama ini, tapi Erik justru seperti menyalahkannya. "Apa aku salah ingin memperjuangkan hubungan kita tanpa membuatmu sedih."


"Bukan begitu sayang, hanya saja bagaimana bisa kau menyanggupi semua keinginan Aji? Bagaimana bisa kau mengorbankan apa yang menjadi milikmu hanya untuk memenuhi keegoan Ayahku."


"Karena aku mencintaimu Erik. Aku mencintaimu dengan caraku, meskipun harus mengorbankan apa yang aku miliki."


Deg.


Perkataan Aluna tadi tentu saja membuat Erik merasa terharu, karena baru kali ini ada yang mencintainya dengan begitu besar sampai merelakan semuanya hanya untuk mempertahankan hubungan mereka. Ya, kini Erik baru menyadari sangat beruntung memiliki Aluna. Memiliki wanita yang begitu unik dalam mencintainya.