My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 57



"Mari kita akhiri saja semuanya sampai di sini, agar tak ada lagi yang terluka. Aku—" bibirnya tak dapat berucap saat Erik tiba-tiba membungkamnya dengan sebuah ciuman.


Pria itu ******* bibirnya dengan sangat menuntut meskipun Aluna hanya diam tak membalas ciuman tersebut.


"Jangan berkata seperti itu lagi," ucap Erik dengan menyatukan keningnya dengan kening Aluna setelah melepas tautan bibirnya. "Karena aku tidak akan melepasmu sampai kapanpun."


Mendengar ucapan Erik tersebut tentu saja membuat hati Aluna bahagia. Pria yang sangat dicintainya tidak ingin melepasnya, bukankah itu artinya Erik sudah mulai mencintainya.


"Tapi kenapa? Bukankah kau tidak mencintaiku? Jadi untuk apa kita melanjutkan hubungan —"


Untuk kedua kalinya bibir tebal itu menyentuh bibirnya, bergerak dengan sangat menuntut dan terasa menggebu.


"Jujur aku tidak tahu apa yang kurasakan kini terhadapmu, tapi yang jelas aku tidak mau kehilanganmu." Erik berkata sambil mengusap lembut wajah istrinya.


Ya, rasa takut kehilangan Aluna semakin menguatkan akan pilihannya tiga hari yang lalu, yaitu memilih Aluna dan pernikahan mereka meskipun ia belum mencintai wanita itu.


"Kita mulai semuanya dari awal, bagaimana?"


Aluna hanya tersenyum sinis sembari beranjak dari pangkuan suaminya. Jika dibilang kecewa, tentu saja Aluna kecewa dengan kejujuran Erik. Karena tadinya ia pikir Erik sudah mencintainya.


"Kau itu lucu sekali, tidak mencintaiku tapi berani mengajak untuk memulai semuanya dari awal."


"Bukan tidak mencintaimu tapi belum," ralat Erik.


Aluna lagi-lagi tersenyum sinis dengan kejujuran Erik. Pria itu semakin memperjelas jika belum mencintainya,


Ya, Erik tidak bisa kehilangan Aluna. Bahkan membayangkan wanitanya bersama Azam atau pria lainnya sudah membuat hatinya panas terbakar.


"Maaf aku tidak tertarik. Tidak ada yang menjamin kau bisa mencintaiku nantinya. Apalagi masih ada Agatha di sisimu."


"Tidak ada Agatha di antara kita. Aku sudah memutuskan hubungan kami."


"Benarkah?" Aluna tertawa sembari menggelengkan kepalanya. "Kau lupa, kalian baru saja makan siang bersama. Apa itu yang dinamakan sudah memutus hubungan?" ucapnya sembari melepas pelukan di pinggangnya. Namun Erik menahan hingga ia tidak bisa menjauh dari pria itu.


"Aku berkata jujur, Aluna. Hubungan kami sudah berakhir sejak tiga hari yang lalu. Agatha juga sudah mengetahui pernikahan kita?"


Perkataan Erik tentu saja membuat Aluna terkejut dan tak percaya. Apa benar hubungan suaminya dengan Agatha sudah berakhir, mengingat bagaimana Erik sangat mencintai wanita itu. Bahkan dulu suaminya sampai tak percaya dengan perselingkuhan Agatha dan Nick, karena terlalu mencintai mantan tunangannya tersebut.


"Untuk ke depannya aku akan berusaha menjauh dan melupakan Agatha. Jadi kau mau bukan, untuk memulai semuanya dari awal?" pinta Erik dengan serius sembari mengecup bibir Aluna. Bibir yang kini mulai disadari sudah menjadi candunya.


"Maaf tapi aku tidak bisa" putus Aluna sembari mendorong dada bidang Erik.


Ya, keputusannya tetap sama ia tidak mau memulai semuanya dari awal bersama Erik. Bukan karena tidak mencintai Erik lagi atau tidak mau mempertahankan hubungan mereka. Tapi Aluna ingin melihat sampai sejauh mana Erik berusaha mempertahankannya. Ia ingin Erik berjuang sama seperti dirinya yang selalu berjuang untuk membuat pria itu melihatnya, mencintainya, meskipun berulang kali selalu dihina dan direndahkan.


"Sekarang pergilah! Aku tidak ingin melihatmu lagi!" usir Aluna sembari membuang wajahnya tak ingin menatap Erik.


Bisa gagal rencananya untuk bersikap tegas dan jual mahal, jika kembali tergoda dan hanyut pada ketampanan wajah suaminya.