My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 46



"Aluna..."


Erik segera menghampiri wanita itu setelah keluar dari dalam mobil.


Ya, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih lima belas menit akhirnya ia sampai juga. Dan begitu sampai, pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah Aluna yang tengah duduk di depan gerbang rumahnya. Duduk yang dimaksud adalah duduk tanpa kursi, itu artinya wanita itu duduk dibawah tanpa alas apa pun dengan kepala yang tertunduk.


"Aluna..."


Erik kembali memanggil Aluna yang ternyata tertidur dengan kondisi yang terlihat kelelahan. Karena merasa tidak tega, ia pun mengangkat wanita itu ke dalam mobil, lalu membuka pintu gerbang agar mobilnya bisa masuk ke dalam.


Sementara itu tanpa Erik ketahui. Aluna yang berada di dalam gendongan pria itu tengah menahan tawa semenjak dibawa kedalam mobil. Ya, Aluna sebenarnya tidak tertidur. Wanita yang sejak tadi menunggu kedatangan Erik di salah satu rumah tetangga yang kebetulan merasa kasihan melihatnya seorang diri didepan gerbang. Langsung pamit pulang setelah mendapatkan pesan suara dari Erik yang mengatakan pria itu sebentar lagi sampai.


"Maaf..." ucap Erik setelah membaringkan Aluna keatas ranjang dengan hati-hati, tak ingin sampai wanita itu terbangun.


Sungguh ia tidak bermaksud membuat wanita yang berstatus istri nya itu menunggu didepan gerbang sampai tertidur. Untung saja keamanan dilingkungan nya begitu baik sehingga Aluna aman. Tidak bisa Erik bayangkan jika sesuatu terjadi pada Aluna, bisa habis dirinya ditangan klan keluarga besar Arbeto. Seperti yang pernah terjadi pada Sky dan Abian.


"Maaf sudah membuatmu โ€”"


Cup.


Erik terdiam saat bibirnya tiba-tiba dikecup oleh Aluna.


"Maafmu di terima, tapi jangan diulangi lagi!"


"Kauโ€”"


Erik yang akan marah karena merasa dibohongi Aluna yang ternyata berpura-pura tertidur, langsung diam saat mendengar perkataan wanita itu.


Kini Aluna yang terdiam saat bibir Erik menempel pada bibirnya, bahkan bibir itu kini bergerak menciumnya dengan ******* lembut.


"Tidurlah! Aku akan tidur dikamar sebelah."


Erik berlalu dari ruangan tersebut dengan jantung yang berdegup dengan kencang. Entah apa yang dilakukannya tadi, tapi yang pasti ia melakukannya dengan spontan karena rasa bersalah telah menyakiti Aluna bahkan sampai membuat wanita itu menunggu lama didepan gerbang.


Sementara Aluna yang tak percaya dengan apa yang dilakukan Erik, kini tersenyum sembari menyentuh bibirnya. Bibir yang baru disentuh Erik tanpa ia menggodanya lebih dulu seperti yang sudah-sudah. Rasanya tak sia-sia Aluna bersikap manipulatif dengan berpura-pura menunggu Erik sampai tertidur. Karena balasan yang diterimanya membuat hati Aluna bahagia hingga ingin sekali berteriak, namun tertahan saat Erik kembali membuka pintu kamar.


"Besok pagi jangan lupa siapkan sarapan, dan bersihkan semua ruangan yang berdebu sebelum kau berangkat kerja!" ucap Erik dengan memerintah lalu kembali menutup pintu kamar.


Tak mempedulikan Aluna yang kini tengah terdiam dengan rahang yang terjatuh karena terkejut dengan perintah yang diberikan suaminya.


"Erik Cokordinata, kau pikir aku ini pelayanmu!" teriak Aluna dengan kesal sembari melempar bantal kearah pintu yang tiba-tiba kembali terbuka.


Hingga bantal tersebut tak sengaja mengenai wajah Erik yang kini terlihat memerah menahan emosi.


"Kau bukan pelayan, tapi assisten pribadiku. Jika di kantor kau atasanku maka di rumah ini aku yang berkuasa."


Erik menutup pintu setelah melempar kembali bantal yang tadi mengenai wajahnya. Sementara Aluna hanya bisa menahan tawanya mendengar perkataan Erik. Sungguh lucu bukan, jika di luar rumah suaminya itu menjadi asisten pribadinya. Sedangkan jika di dalam rumah maka ia lah yang akan menjadi seorang asisten pribadi Erik.


...Note ~ Jangan lupa mampir ke karya baru Mommy dengan judul Mendadak Jadi Istri Kedua dengan cover dibawah ini๐Ÿ‘‡...



...Bercerita tentang Dewa Arbeto yang akan mengulang kisah terdahulunya dengan memiliki dua istri. Yuk berikan dukungan dengan Vote, komentar, like dan poinnya ๐Ÿคญ๐Ÿ’•...