My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 52



Ya, Agatha terpaksa menunggu di depan hotel karena di usir oleh pihak keamanan setelah ia membuat keonaran dengan mengetuk satu persatu pintu kamar hotel untuk mencari keberadaan Erik dan Aluna.


"Agatha..." lirih Erik dengan terkejut.


Sementara Aluna hanya diam tanpa ekspresi,. karena tahu ujung-ujungnya akan seperti apa. Erik pasti akan pulang kembali bersama Agatha dan ia akan ditinggalkan seperti yang sudah-sudah.


"Apa yang sudah kalian lakukan dibelakang ku, ha!" tuduh Agatha secara langsung tanpa basa-basi.


Membuat Erik dan Aluna saling menatap dengan bingung atas pertanyaan Agatha.


"Apa maksudmu?" tanya Erik.


"Apa maksudku?" Agatha tersenyum miris. "Aku melihatnya Erik, aku melihat kalian masuk ke salah satu kamar di hotel ini!" teriak Agatha dengan penuh emosi dan kekecewaan.


Deg.


Erik terdiam karena tak menyangka Agatha melihatnya bersama Aluna tadi.


"Apa yang telah kalian lakukan? Jawab aku?"


Agatha yang sejak tadi menahan emosinya kini tak lagi bisa mengontrol dan meluapkannya begitu saja, membuat semua orang yang berada di sekitar mereka menatap penuh tanya.


Sementara itu Aluna yang tidak ingin ada keributan di hotelnya, memilih pergi dari tempat tersebut.


"Mau kemana kau ******!" Agatha menarik rambut Aluna dengan kasar.


"Aw, lepaskan aku!" Aluna berteriak kesakitan sembari berusaha melepaskan cengkraman tangan Agatha pada rambutnya.


"Tidak melakukan apa-apa kau bilang, lalu kenapa pakaiannya berubah?" ketus Agatha dengan tak terima.


Ia ingat betul tadi Aluna memakai kemeja berwarna putih, tapi sekarang wanita itu memakai kemeja berwarna merah.


"Masih perlu bukti?" Agatha bergerak maju dengan cepat lalu menarik kemeja wanita itu dengan paksa hingga dua kancing teratas yang dikenakan Aluna copot. "Lihat! Itu yang namanya tidak melakukan apa-apa?" tunjuknya pada bekas merah dileher wanita itu.


"Aluna..," dengan cepat Erik melepas jas yang dikenakannya untuk menutup tubuh wanitanya. "Cukup Agatha!" sentaknya.


Agatha yang disentak pun menangis. Bukan menangis karena merasa sedih atas pengkhianatan yang mungkin dilakukan Erik, tapi agar kekasihnya itu bersimpati kepadanya. Karena ia tidak rela Erik lebih membela Aluna dan tidak mempedulikannya.


"Kenapa kau membelanya? Aku ini tunangan mu bukan dia!" lirih Agatha dengan terisak.


"Agatha..." Erik yang merasa bersalah karena telah mengkhianati dan membentak Agatha, hendak mendekat pada kekasihnya. Namun langkahnya ditahan oleh Aluna.


Aluna menggelengkan kepalanya sebagai peringatan pada Erik. Namun suaminya itu justru memilih mendekat pada Agatha dan meninggalkannya.


"Kau keterlaluan Erik!" umpat Aluna sembari beranjak dari tempat tersebut.


Aluna yang sejak tadi diam dan sengaja tidak melakukan perlawanan pada Agatha, karena ingin melihat sampai sejauh mana Erik membelanya. Namun lagi-lagi Aluna harus menelan pil kekecewaan karena pria itu lebih memilih Agatha dibanding dirinya yang baru saja menyerahkan kehormatannya meskipun tak berlanjut.


Erik yang melihat kepergian Aluna hanya bisa meminta maaf dalam hati. Sedangkan Agatha tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil membuat Aluna malu didepan semua orang, termasuk di depan para karyawan wanita itu. Ia yakin besok akan ada berita yang menggemparkan di seluruh media tentang betapa murahan nya seorang Aluna yang telah merebut tunangannya, mengingat banyak orang mengabadikan kejadian tersebut.


"Kau tidak akan bisa merebut Erik dari ku. Erik hanya akan menjadi milikku, meskipun kalian telah melakukan *** sekalian pun aku tidak peduli." gumam Agatha dalam hati dengan penuh amarah.