
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Aluna pada Erik dan Agatha.
Ya, Aluna yang semula berada di dalam kamar memutuskan menyusul Erik, karena pria itu tidak juga kembali. Selain itu ia juga ingin melihat siapa yang datang berkunjung ke rumah mereka. Namun betapa terkejutnya Aluna saat melihat tamu yang datang adalah sosok yang tidak diinginkannya sama sekali. Sosok yang dengan penuh percaya diri kini tengah memeluk suaminya.
Sungguh Aluna merasa sangat marah dan kecewa saat melihat apa yang dilakukan Erik. Karena lagi-lagi pria itu tengah bersama Agatha, bahkan mereka saling berpelukan seakan tak ingin terpisahkan.
"Aluna..." Erik segera melepas pelukan Agatha saat menyadari arah tatapan sang istri. "Kau jangan salah paham, tadi—" mulutnya kembali tertutup saat Aluna mengisyaratkan agar ia diam.
"Mau apa kau kemari?" tanya Aluna pada Agatha yang terlihat menatapnya dengan menantang. Seolah tengah mengajaknya untuk bertikai tanpa rasa takut sedikitpun.
"Tentu saja ingin bertemu dengan tunanganku," jawab Agatha dengan merangkul lengan Erik.
Namun sialnya pria itu melepas rangkulan tangannya, bahkan menjaga jarak. Ternyata semua tangis yang sudah ia keluarkan dengan susah payah itu tidak sedikit pun membuat hati Erik merasa bersalah, dan iba terhadapnya.
"Tunanganmu?" Aluna tersenyum sinis. "Apa kau tidak salah mencari tunanganmu di sini? Karena di sini hanya ada aku dan suamiku," ucapnya dengan tegas.
"Tapi suamimu itu tunangan aku!" sahut Agatha sambil menarik Erik dari sisi Aluna.
"Oh ya?" Tanpa mau mengalah Aluna kembali manarik Erik ke sisinya. "Tapi sayangnya tunanganmu itu sudah sah menjadi suamiku, jadi kau tidak berhak lagi menyebut Erik sebagai tunanganmu."
Ya, jika dulu Aluna akan bersikap diam dan tak peduli saat Agatha membawa Erik. Karena suaminya masih menutupi status pernikahan mereka. Tapi sekarang tidak lagi, karena Agatha sudah tahu statusnya sebagai istri sah Erik. Jadi Aluna akan mempertahankan apa yang menjadi miliknya.
"Aku tidak peduli, karena bagiku Erik tetap tunanganku!" ucap Agatha dengan penuh amarah, berusaha untuk merebut Erik kembali.
Sementara Erik hanya diam saja saat diperebutkan seperti barang oleh Agatha dan Aluna. Bukan karena pria itu bangga menjadi rebutan dua orang wanita cantik, melainkan Erik ingin melihat sampai sejauh mana Aluna mempertahankannya. Mengingat wanitanya itu sempat meminta untuk berpisah, sebelum akhirnya mereka menghabiskan kegiatan panas di atas ranjang.
"Ck, rupanya kau itu tidak tahu malu. Senang sekali menjadi orang ketiga pada hubungan orang lain."
"Apa maksudmu?" tanya Agatha.
"Tutup mulutmu!" sentak Agatha dengan tak terima, karena disudutkan kembali dengan perselingkuhannya dulu. "Bukankah yang kemarin hanya kesalahpahaman. Nick juga sudah menjelaskannya bukan?"
"Kesalahpahaman?" Aluna tertawa terbahak-bahak. "Kau bisa terus membodohi Erik, tapi ingatlah satu hal. Jika aku ingin, aku bisa mendapatkan bukti baru tentang perselingkuhan kau dan Nick," gertaknya sampai membuat Agatha ketakutan.
"Kau...!"
Agatha hendak menampar pipi Aluna, namun sayang lengannya lebih dulu ditahan dan dihempas begitu saja oleh Erik.
"Benarkah selama ini kau berselingkuh dengan Nick?"
Erik yang sejak tadi diam kini menatap pada Agatha yang terlihat gugup. Jika dulu ia mempercayai tunangannya itu, tapi entah mengapa sekarang Erik meragukannya. Karena tidak mungkin Aluna terus mengungkit hal tersebut setelah Nick menjelaskan kesalahpahaman itu tempo hari. Apalagi jika Aluna melakukan hal itu hanya untuk membuat Erik menjauh dari Agatha. Karena tanpa isu perselingkuhan Agatha dan Nick pun, Erik sudah menjauh dan lebih memilih Aluna.
"Tidak sayang, aku tidak melakukannya. Bukankah kau juga sudah mendengar penjelasan Nick."
"Dia bohong, suamiku." Aluna merangkul Erik dengan mesra untuk membuat Agatha semakin marah. "Kau pasti lebih percaya pada istrimu ini bukan?"
Erik menatap Aluna dan Agatha bergantian. Sebenarnya permasalahan perselingkuhan itu tidaklah terlalu penting, mengingat ia sudah menjatuhkan pilihannya pada Aluna. Tapi jika memang benar Agatha selingkuh, setidaknya rasa bersalah Erik pada mantan tunangannya itu bisa sedikit berkurang.
"Kau harus percaya padaku Erik!" Agatha tak mau mengalah dengan mendorong Aluna.
Aluna yang kesal mendorong Agatha balik, hingga terjadilah aksi saling dorong dengan tangan yang menarik rambut lawannya masing-masing.
"Ada apa ini? Kenapa kalian membuat keributan di sini?"
Pertanyaan dengan nada tegas itu sontak membuat Aluna menghentikan aksinya yang tengah menampar Agatha. Sementara Erik terdiam dengan wajah terkejut, begitu pun dengan Agatha yang tengah memegang pipinya yang terasa panas karena di tampar berulang kali oleh Aluna.