
Keputusan Erik yang menolak dengan tegas perjodohannya dengan Arumi, tidak membuat keluarga Cokrodinata menyerah. Aji terutama Iriana tetap pada keputusannya yang akan memaksa Erik untuk menikah dengan Arumi. Bahkan Aji menggunakan Lilian untuk menekan putranya, agar mau mengikuti keputusannya dengan menikahi Arumi.
Erik yang ditekan dengan menggunakan nama Ibunya, sampai bingung harus melakukan apa untuk meyakinkan Aji menerima Aluna sebagai menantu di keluarga Cokrodinata. Karena sekeras apa pun Erik menentang keputusan Aji, tapi jika sudah membawa nama ibu kandungnya ia pasti tidak akan bisa melawan.
"Apa yang kurang dari Aluna? Dia berasal dari keluarga baik-baik. Keluarga terpandang dengan nama belakang Ricardo!" ucap Erik yang mulai frustasi dengan perdebatan mereka.
Rasanya ingin sekali ia mengusir keluarga Cokrodinata saat ini juga. Tapi saat sadar jika Ibu kandungnya bagian dari keluarga Cokrodinata, Erik pun mengurungkan niatnya tersebut. Lagi pula rumah yang ditempatinya sekarang adalah pemberian Aji, jadi mana mungkin Erik mengusir orang yang sudah memberikan rumah tersebut.
"Justru karena wanita itu berasal dari keluarga Ricardo, Bapak tidak menyetujuinya!" ucap Aji dengan tegas.
Ya, meskipun wanita yang dinikahi putranya dari keluarga terhormat dan kaya raya bahkan sangat terkenal. Tapi Aji tetap tidak menyetujui wanita itu dengan putranya.
"Tapi kenapa?" tanya Erik dengan bingung.
Karena tidak mungkin Aji tidak mengenal keluarga Ricardo. Dan seharusnya Aji senang mendapatkan menantu dari keluarga yang terpandang dan kaya raya. Bukankah tujuan dari pria yang berstatus sebagai ayah kandungnya itu menjodohkan ia dengan Arumi, karena wanita itu dari keluarga terpandang dan kaya raya.
"Karena kedudukan wanita muda itu berada di atasanmu!"
"Kau pikir Bapak tidak tahu, kalau kau bekerja sebagai asisten pribadi wanita muda ini!" sentak Aji dengan penuh emosi. "Di mana harga dirimu sebagai seorang Cokrodinata!"
Sungguh ia marah karena baru mengetahui jika putranya itu telah menikah dengan wanita yang menjadi atasannya sendiri. Karena itu sangat melukai harga diri seorang Aji Cokrodinata.
Putra satu-satunya dan kebanggaannya menjadi pesuruh dari istrinya sendiri, sungguh memalukan. Jika saja Erik hanya bekerja sebagai seorang asisten dan tidak memiliki hubungan pernikahan dengan atasannya sendiri, maka Aji tidak akan semarah ini. Karena apa pun pekerjaan yang dilakukan Erik di luar sana asalkan halal tak mengapa, tapi tidak dengan menjadi seorang bawahan dari istri sendiri.
"Jika Bapak keberatan karena hal itu, maka aku akan berhenti menjadi asisten pribadinya," ucap Erik dengan menyakinkan sambil menatap pada Aluna yang terlihat diam saja.
Ya, Aluna memang diam karena ia tidak menyangka keputusannya menjadikan Erik sebagai asisten pribadi, membuat daddy mertuanya begitu marah. Padahal niat Aluna melakukan hal tersebut karena ingin selalu berada di dekat Erik, untuk meluluhkan hati suaminya yang masih mencintai Agatha.
"Bukan karena hal itu saja, Bapak tidak menyetujui wanita muda ini menjadi istrimu. Tapi karena keluarganya juga lebih dari kita."
Aji tidak ingin memiliki besan yang lebih kaya dan terpandang dari keluarga Cokrodinata. Ia tidak ingin keluarganya apalagi putranya, nanti diremehkan oleh keluarga wanita muda itu. Karena belum apa-apa saja Erik sudah dijadikan asisten pribadi istrinya. Selain itu keluarga Ricardo bukan berasal dari keluarga berdarah biru, sedangkan Aji ingin putranya menikah dengan wanita yang sama seperti mereka memiliki darah bangsawan.