
Niat Iriana untuk mengerjai menantunya ternyata tidak semudah dengan apa yang dibayangkannya. Karena ternyata Aluna cukup cerdik dengan membalik keadaan, hingga ia dan Arumi yang menjadi korbannya selama satu Minggu ini.
Contohnya seperti kejadian tiga hari yang lalu. Iriana dengan sengaja menjadikan Aluna sebagai pelayan pribadinya dengan menyuruh wanita itu untuk membersihkan kamar pribadinya. Tapi yang terjadi justru ia yang dibuat repot dan rugi, karena menantunya itu merusak semua barang pribadinya yang berharga puluhan juta.
Pernah juga Iriana meminta Aluna untuk membuatkan makan malam untuk mereka. Namun wanita itu justru merusak semua rasa masakannya dan mengkambinghitamkan Arumi, dengan mengatakan semua masakan itu dimasak oleh Arumi
Salah Arumi juga yang tiba-tiba masuk ke dalam dapur dan mengambil alih semua masakan yang sudah dibuat Aluna, tanpa mencobanya terlebih dahulu. Hingga akhirnya calon menantu kesayangannya itu yang kena batunya, karena Aluna sengaja menaruh garam yang cukup banyak sampai membuat semua rasa masakan itu asin hingga Arumi lah yang disalahkan.
Dan hari ini lagi-lagi ia dan Arumi menjadi korban Aluna bahkan kejadian itu terjadi di depan Aji. Saat itu Iriana menyuruh Aluna untuk menyulam dan membandingkan hasil sulaman wanita itu dengan milik Arumi. Namun sialnya hasil sulaman milik Aluna lebih bagus dan rapih dari pada milik Arumi.
Tadinya Iriana cukup terkejut dan sempat mengagumi kepandaian Aluna menyulam, mengingat sosok wanita itu yang tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sama sekali. Tapi rasa kagum itu berganti dengan kekesalan, saat mengetahui ternyata yang tadi menyulam dihadapan Aji bukanlah Aluna, melainkan sosok yang mirip dengan wanita itu.
Jika kalian bertanya dari mana Iriana mengetahui semua itu. Karena saat ini kedua wanita dengan wajah pinang bak dibelah dua tersebut tengah berdiri di hadapannya setelah Aji pergi.
"Bagaimana Mommer, apa kalian masih ingin mengerjai aku?" tanya Aluna dengan tersenyum penuh kemenangan setelah berhasil mengelabui istri pertama Aji dan Arumi.
Ya, untung saja tadi Aluna mendengar rencana Ibu Iriana bersama Arumi yang ingin mempermalukannya di depan Aji dengan memperlihatkan pada ayah mertuanya itu jika ia tidak bisa menyulam.
Aluna yang tidak kehilangan akal, langsung meminta pada saudara kembarnya Alena yang memang pintar dalam menyulam untuk datang ke kediaman Cokrodinata. Dan tentu saja rencananya itu berhasil, sampai hasil sulaman Arumi pun kalah jauh dari hasil milik Alena hingga mendapatkan pujian dari Aji.
"Jadi kau menipu kami?" Marah Iriana dengan tak terima.
Terlebih Arumi, karena tadi sudah dibuat kalah telak dengan wanita yang disangkanya Aluna.
"Ya, aku memang menipu kalian. Tapi bukankah dalam persaingan itu adalah hal yang wajar. Seperti yang dilakukan Mommer ku tersayang ini."
"Apa maksudmu?" tanya Iriana dengan berpura-pura tak mengerti apa yang dikatakan Aluna.
"Maksudku sudah jelas, apa kalian pikir aku bodoh tidak tahu tujuan kalian yang ingin menyingkirkan aku?"
Deg.
Baik Iriana maupun Arumi saling menatap, lalu tersenyum dengan sinis.
"Baguslah kalau kau menyadarinya. Aku memang ingin menyingkirkanmu dari keluarga Cokrodinata, karena Arumi lebih pantas menjadi menantuku."
Arumi yang mendengar pun tersenyum penuh kemenangan, namun senyum itu langsung menghilang saat Aluna berjalan mendekat padanya dan Ibu Iriana.
"Tentu saja pantas, karena kalian sama-sama licik dan tidak tahu diri," ucap Aluna dengan tersenyum sinis. "Yang satu tidak tahu diri dengan statusnya yang bukan Ibu kandung dari pria yang aku nikahi, dan yang satu tidak tahu diri karena berusaha memiliki pria yang sudah beristri."
"Kau...."
Iriana hendak menampar Aluna, namun tangannya sudah lebih dulu ditahan oleh sosok wanita yang berwajah mirip dengan Aluna.
"Jangan coba-coba menyentuh adikku!" sentak Alena dengan mengancam sambil mencengkram tangan Ibu Iriana dengan kuat.
Ya, meskipun Alena wanita yang lemah lembut, tapi dia bisa berubah menjadi wanita kuat jika ada yang mencoba melukai salah saudara kembarnya.