My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 69



Melihat Erik yang diam saja tak menjawab pertanyaannya, tentu saja membuat hati Aluna kecewa. Namun ia mencoba untuk tersenyum karena tidak ingin menambah beban pikiran sang suami, yang sedang dipusingkan oleh masalah keluarga Cokrodinata yang tidak merestui hubungan mereka, dan ingin menjodohkan Erik dengan Arumi.


"Sepertinya kau masih mencintai Agatha, sampai tak bisa menjawab pertanyaan—" bibirnya tak dapat berucap saat tiba-tiba saja Erik menciumnya.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak..." sela Erik sembari mengecup kembali bibir Aluna. "Aku sudah memilihmu jadi percaya padaku!" pintanya.


"Percaya padamu? Setiap hari Agatha selalu menemuimu, merangkulmu, dan kemarin dia hampir menciummu," cibir Aluna dengan menahan rasa ingin tertawanya, saat mengingat bagaimana Agatha yang berusaha keras mendekati Erik meskipun mendapat penolakan berulangkali dari sang suami.


"Dia yang melakukan semua itu, bukan aku. Aku juga sudah menolak bahkan mengusirnya."


Ya, sejak mengetahui ternyata Agatha berselingkuh di belakangnya. Rasa cinta pada wanita itu hilang dalam sekejap. Erik bahkan tidak pernah sedikitpun memikirkan Agatha, karena yang ada di otaknya saat ini adalah bagaimana mempertahankan Aluna tanpa menyakiti ibu kandungnya.


Aluna sendiri hanya diam karena membenarkan semua perkataan Erik. Karena memang Agatha yang terus-menerus mendekat dan merayu Erik, bahkan lebih getol dari sebelumnya. Mungkin karena sekarang wanita itu tahu jika mantan tunangannya ternyata berasal dari keluarga berada dan terpandang.


Erik yang dulu di mata Agatha hanya seorang pria biasa yang bekerja sebagai asisten pribadi, ternyata pewaris utama di keluarga Cokrodinata. Mungkin jika Agatha lebih dulu tahu siapa Erik sebenarnya, wanita itu pasti tidak akan pernah berselingkuh dengan Nick.


Berbeda dengan Agatha. Aluna justru hanya menanggapi santai saat mengetahui siapa keluarga Erik sebenarnya. Bagi Aluna siapa pun Erik, dia tetap mencintai suaminya itu. Karena ia mencintai Erik tulus bahkan menikah dengan pria itu tanpa mau mencari tahu latar belakang sang suami.


"Seandainya pun aku masih mencintainya, aku tidak akan pernah kembali pada Agatha. Karena bagiku sebuah perselingkuhan tidak bisa dimaafkan!" ucap Erik dengan tegas.


Aluna yang tengah melamun menatap Erik dengan dalam. "Jika aku yang berselingkuh, apa kau akan memaafkan aku?"


"Tidak," jawab Erik dengan tegas untuk kedua kalinya.


"Ck, kenapa semua pria itu begitu egois. Mereka tidak mau diselingkuhi tapi hobi berselingkuh," sindir Aluna.


Mengucap kata egois, membuatnya mengingat akan sosok Aji Cokrodinata. Ayah kandungnya itu sebenarnya sosok yang baik, hanya saja selalu bersikap otoriter pada semua istri dan keturunannya. Bahkan Aji Cokrodinata akan melakukan berbagai cara hanya agar keinginan pria tua itu tercapai.


Sementara itu Aluna yang melihat sang suami kembali melamun, hanya bisa menghela napasnya dengan panjang. Karena ia tahu Erik pasti sedang memikirkan kembali masalah keluarganya, dan Aluna tidak bisa lagi diam melihat kesedihan Erik karena dirinya.


"Erik apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Tentu saja," jawab Erik dengan menganggukan kepalanya.


"Jika Kau harus memilih antara Aku atau Ibumu, apa yang akan kau pilih?"


Ia tahu cepat atau pun lambat Erik pasti akan berada di posisi untuk memilih antara Aluna atau Ibu Lilian. Karena orang seperti Aji Cokrodinata tidak akan mudah menyerah untuk mendapatkan keinginannya.


"Aku akan memilih kalian berdua!"


"Tapi Erik —"


"Kalian wanita-wanita yang sangat berarti dalam hidupku, jadi aku tidak akan pernah melepaskan kalian apalagi membuat hidup kalian menderita!" ucap Erik dengan tegas sambil memeluk Aluna yang tampak tersenyum.


"Terima kasih..." lirih Aluna dengan terharu.


Meskipun tidak mendengar kata-kata cinta dari Erik, tapi bagi Aluna sudah cukup kehadirannya berarti untuk hidup pria itu. Kini ia akan melakukan apa pun untuk mengembalikan kebahagiaan Erik, meskipun harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri.


Dan disinilah Aluna berada kini. Di depan sebuah bangunan mewah yang berdiri kokoh, untuk menjalankan rencananya mengembalikan kebahagiaan Erik.