My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 36



"Erik, jangan bilang kalau kau percaya pada ucapan mereka?" tanya Aluna pada suaminya yang sejak tadi diam saja.


"Aku percaya," jawab Erik dengan tegas sembari menatap wanitanya.


Agatha pun langsung tersenyum penuh kemenangan sambil menggenggam tangan Erik yang ada diatas meja. Dan apa yang dilakukan Agatha tentu saja dilihat oleh Aluna, yang kini tengah menahan emosi melihat tangan suaminya digenggam dengan begitu mesranya.


"Kau mempercayai ucapan mereka tanpa adanya bukti sama sekali? Oh ayolah, siapapun bisa mengarang bebas seperti yang mereka lalukan," ucap Aluna sembari menghela napas dengan berat.


"Jangan lupa, kau pun menuduh mereka tanpa adanya bukti."


"Iya, tapi...."


"Dengar Aluna, jika memang mereka berselingkuh maka wanita yang akan dinikahi Tuan Nick adalah Agatha. Bukan dengan calon wanitanya yang sekarang."


Ya, malam itu setelah Agatha meminta maaf karena tidak jujur pernah menjalankan perintah dari Nick untuk berpura-pura menjadi selingkuhan pria itu. Agatha juga menjelaskan dan memberikan bukti status Nick yang sebentar lagi akan menikah dengan wanita lain.


"Kau...." ingin sekali rasanya Aluna menggetok kepala Erik agar pria itu bisa sadar dari kebodohannya, apalagi saat melihat tangan Agatha yang masih saja menggenggam tangan Erik.


"Aluna sudahlah jangan diperpanjang lagi," Nick menarik tangan wanita itu untuk ia genggam. "Aku minta maaf karena sudah menyakitimu. Semua yang kulakukan semata-mata hanya tidak ingin kau menderita dengan pernikahan tanpa cinta ini, karena nantinya aku yang akan disalahkan oleh keluarga besar mu."


Apa yang diucapkan Nick tentu saja membuat Erik semakin percaya pada pria itu. Karena siapapun tahu jika pria yang sudah menikah dengan wanita dari keluarga besar klan Arbeto, akan berada di pihak yang salah jika berani menyakiti para wanita tersebut.


"Nona Aluna, sekarang sudah jelas semuanya bukan? Aku tidak seburuk apa yang kau pikirkan, jadi tolong jangan lagi memfitnah dihadapan calon suamiku," pinta Agatha dengan sendu agar aktingnya semakin menyakinkan.


"Calon suami?" Aluna terkekeh mendengar ucapan Agatha. "Calon suamimu itu —"


"Aku rasa pembicaraan ini sudah selesai, dan sudah tidak ada kesalahpahaman lagi," sela Erik dengan cepat karena tidak ingin Aluna sampai kelepasan bicara tentang status mereka.


"Ya, semua sudah selesai!" Aluna pun menarik tangannya dari genggaman Nick, lalu menatap Erik dengan tajam.


"Maaf..."


Deg.


Erik terkejut dan bingung, karena bukannya marah Aluna justru meminta maaf.


"Maaf karena harus melakukan ini."


Dengan cepat Aluna memukul kepala Erik menggunakan tas nya. Biarlah ia dikatakan durhaka pada suami, yang terpenting emosinya bisa tersalurkan dan siapa tahu setelah dipukul dengan tas nya Erik menjadi lebih sedikit pintar.


"Hai, apa yang kau lakukan?" Agatha langsung beranjak mendekat pada tunangannya. Ia tidak terima Erik dipukul seperti itu apalagi oleh wanita yang tidak ada hubungan apa-apa dengan kekasihnya.


Aluna yang sudah puas memberikan pelajaran pada Erik, melenggang pergi meninggalkan ruangan tersebut tanpa mempedulikan kemarahan Agatha. Karena percuma saja ia berada di ruangan tersebut, menjelaskan seperti apa pun akan tetap kalah karena posisinya satu lawan tiga. Agatha dengan pembelaan Nick dan Erik, sementara ia hanya seorang diri. Dan yang lebih parahnya lagi, pertemuan mereka seolah-olah memperlihatkan bahwa hubungan yang pernah terjadi antara ia dan Nick hanyalah cinta bertepuk sebelah tangan. Sangat mengenaskan sekali bukan.


"Kau tidak apa-apa sayang?" tanya Agatha dengan khawatir.


Erik hanya diam menatap punggung Aluna yang menghilang dibalik pintu. Ia tidak bisa membiarkan Aluna pulang sendiri, karena walau bagaimana pun ia pergi bersama Aluna, dan tentu saja pulang harus bersama dengan wanita itu.


"Kau mau kemana?" tanya Agatha sembari menahan prianya yang beranjak dari tempat duduk.


"Aku harus menyusul Aluna, dia atasan ku jadi —"


"Biar aku saja, kalian nikmati makan malam yang sudah aku pesan."


Nick beranjak dari tempat tersebut. Ia akan memanfaatkan momen ini untuk kembali mendekati Aluna. Siapa tahu wanita itu mau memberikan kesempatan padanya, sebelum Nick melangkah lebih jauh kejenjang pernikahan bersama calon istrinya saat ini.