My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 60



Erik yang masih terkejut dengan kedatangan Agatha, melepas pelukan wanita itu.


"Bagaimana bisa kau ada di sini?" tanyanya.


Sungguh ia bingung bagaimana bisa mantan tunangannya sampai di rumahnya. Karena seingat Erik, orang-orangnya sudah menahan Azam dan Agatha. Namun kebingungan itu tak bertahan lama, setelah ia mengingat tugas orang-orang suruhan keluarga Cokrodinata hanya menjaganya dari orang-orang yang berpotensi melukainya. Dan Agatha tentu saja bukan bagian dari orang-orang yang akan melukainya.


"Aku mengikutimu," jawab Agatha dengan sendu. Ia mulai menangis untuk membuat hati Erik merasa bersalah. "Kau tega, Erik. Kenapa meninggalkan aku dan pergi bersamanya? Di mana hati nuranimu? Di mana pria yang dulu pernah berjanji tidak akan pernah menyakiti aku? Di mana?" teriak Agatha dengan isak tangis yang semakin keras.


Ia akan melakukan apa pun termasuk membuat hati Erik merasa bersalah untuk mendapatkan pria itu kembali. Karena Aluna sudah berbuat licik dengan memaksa Erik untuk menikahi wanita ****** tersebut. Ya, mulai detik ini Agatha akan benar-benar melawan Aluna, karena wanita itu telah merebut tunangannya dengan cara yang kotor. Apalagi kini Agatha menyadari sesuatu. Jika tunangannya itu mungkin berasal dari keluarga terpandang dilihat dari orang-orang yang sempat menghalangi ia dan Azam tadi. Karena hanya orang-orang kaya dan penting yang bisa memiliki pengawal pribadi bukan.


"Maafkan aku Agatha..." Erik yang tidak tega dan merasa bersalah, mengusap air mata di pipi wanita itu dengan perlahan. "Maaf sudah menyakitimu. Tapi aku tidak punya pilihan lain, karena kami sudah—"


"Aku tidak mau mendengar alasan apa pun, karena aku tidak ingin itu. Aku hanya ingin kau kembali, mempertahankan cinta kita," pinta Agatha dengan memohon. "Apa kau tidak ingat perjuangan cinta kita dulu? Apa kau lupa siapa yang selama ini mendampingimu?"


"Agatha..." lirih Erik dengan perasaan bersalah yang semakin besar.


Ya, katakanlah ia pria brengsek karena di hatinya masih ada nama Agatha. Tapi bukankah itu wajar karena untuk melupakan seseorang memang memerlukan waktu. Begitu juga dengan menumbuhkan rasa cinta untuk Aluna, pastinya memerlukan waktu juga.


Tapi yang jelas Erik sudah memilih Aluna, memilih wanita yang sudah halal untuknya. Itu sebabnya tadi ia menyentuh Aluna lagi, untuk menumbuhkan rasa cintanya pada sang istri. Selain itu agar Aluna tidak bisa lagi bertindak sesuka hati dengan pergi bersama Azam ataupun pria lainnya.


"Aku mohon sayang, jangan tinggalkan aku." Agatha mengusap wajah Erik dengan penuh kasih. Ia tahu betul kelemahan pria itu yang tidak akan pernah bisa melihat wanita yang sangat dicintainya bersedih. "Jangan membuat perjuangan kita selama ini menjadi sia-sia hanya karena kehadiran Aluna. Dia wanita jahat, sayang. Dia sengaja merebutmu karena ingin membuat aku terluka. Aluna hanya ingin membalas sakit hatinya karena menganggap akulah penyebab Nick meninggalkannya. Aluna sengaja melakukan semua itu untuk memisahkan kita," hasut Agatha sembari memeluk Erik kembali. Memeluk pria yang masih ia anggap sebagai tunangannya.


"Agatha aku mohon jangan seperti ini!" Erik berusaha melepas pelukan wanita itu.


Sementara tidak jauh dari tempat Erik dan Agatha berada, Aluna tengah berdiri memandang kedua orang yang saling berpelukan tersebut dengan tajam.


"Erik...!" sentak Aluna.


Baik Erik maupun Agatha langsung menatap pada sosok yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berada. Sosok yang kini berjalan menghampiri keduanya.