My Husband My Assistant

My Husband My Assistant
Bab 63



"Bapak lihat bukan, dia tak menganggap aku sama sekali...." adu Iriana untuk kedua kalinya.


"Sudahlah kau diam! Ingat, kita datang kemari bukan untuk ribut, tapi..." Aji menatap pada sosok wanita muda yang duduk di samping istri pertamanya.


Sosok wanita yang akan ia jodohkan dengan Erik. Sosok wanita cantik dengan background yang sama dengan keluarga Cokrodinata, yaitu berdarah biru.


Iriana pun langsung terdiam setelah mengingat tujuan mereka datang ke kediaman putra tirinya.


"Jadi ada apa kalian kemari?" Erik mengulang pertanyaannya dengan tidak sabaran, karena mulai menyadari gelagat aneh dari Bapak dan ibu tirinya.


"Kami datang kemari ingin mengenalkan kau dengan calon istrimu."


"Apa?"


Bukan Erik yang berteriak terkejut, tapi Aluna dan Agatha. Membuat Aji, Iriana, dan Lilian ikut terkejut sampai mengusap dada mereka masing-masing.


"Apa maksud Anda?" tanya Erik yang juga merasa terkejut dengan apa yang disampaikan bapak kandungnya.


"Perjodohan yang kemarin harus dilaksanakan. Jadi mau tidak mau kau harus menikah dengan Nak Arumi!" ucap Aji dengan tegas sambil menatap calon menantunya yang kini tengah tersenyum.


"Tidak bisa!" sela Aluna dengan lantang bahkan sampai berdiri dari tempat duduknya. "Erik tidak bisa menikah dengan wanita manapun. Karena dia sudah memiliki istri."


"Erik juga sudah memiliki tunangan." Agatha ikut bersuara juga dengan beranjak dari tempat duduknya.


Sungguh ia tak terima jika ada wanita lain yang ingin merebut Erik, disaat ia belum bisa mengalahkan Aluna.


"Istri? Tunangan?" tanya Lilian dengan terkejut dan bingung. Karena ia tidak tahu sama sekali jika putranya sudah memiliki tunangan, bahkan sudah menikah.


Iriana juga Arumi pun ikut terkejut. Tapi tidak dengan Aji karena ia sudah tahu tentang hubungan Erik dengan Agatha selama ini, juga dengan hubungan Erik dengan wanita yang bernama Aluna.


Meskipun status Aluna yang merupakan istri dari putranya baru ia ketahui sekarang. Karena selama ini orang-orang yang diperintahkan untuk menjaga putranya hanya memberitahu jika Erik tengah menjalin hubungan dengan dua wanita. Yaitu Agatha dan Aluna.


"Aku tunangannya," ucap Agatha tak mau kalah.


"Mantan tunangan lebih tepatnya," ralat Aluna dengan tersenyum mengejek.


"Aku masih tunangan Erik yang sah."


"Ck, kau itu masih tidak jera rupanya. Apa perlu aku tampar lagi?"


Agatha yang ketakutan langung menutup kedua pipinya yang masih terasa panas. Tidak bisa ia bayangkan akan sepanas dan semerah apa pipinya jika ditampar lagi.


"Erik, ada apa ini? Kenapa bisa ada dua wanita yang mengaku sebagai istri dan tunanganmu," tanya Lilian yang semakin bingung.


"Mereka bukan siapa-siapa!" Bukan Erik yang menjawab, tapi Aji Cokrodinata. "Yang satu hanya seorang wanita murahan, dan yang satunya lagi ternyata sudah dinikahi oleh putramu secara diam-diam tanpa ijin dari kita."


Ya, Aji mengetahui jika wanita yang mengaku sebagai tunangan Erik telah berselingkuh dengan pria lain tanpa sepengetahuan putranya.


"Aku bukan wanita murahan," ucap Agatha tak terima.


Sedangkan Aluna hanya diam tak membatah, karena memang ia dan Erik menikah secara diam-diam. Atau kata yang lebih tepatnya Aluna memaksa dengan menculik Erik untuk dinikahi.


"Dengar baik-baik kalian berdua. Bagi keluarga Cokordinata hanya ada satu wanita yang akan menjadi menantu, yaitu Arumi. Jadi mulai sekarang pergilah dari kehidupan Erik!"


Erik yang sejak tadi diam menahan emosi langsung berdiri dari duduknya. Kemarahan yang ingin ia luapkan harus tertahan oleh genggaman tangan Aluna.


"Maaf Tuan Cokordinata—"


"Cokrodinata," ralat Aji dengan tak terima. Karena nama keluarganya yang begitu bagus justru disamakan dengan Cokor yang berarti kaki.


"Ya, maksudku Cokor eh Cokrodinata," ucap Aluna dengan tersenyum kaku. Menatap pada pria paruh baya yang ia yakini sebagai ayah kandung dari suaminya, yang berarti ayah mertuanya.