Ms. Alara

Ms. Alara
Some You Loved



Alara dan Alan masuk ke dalam ruangan resepsi pernikahan Ci Alin dan Ko Marcell. Sejenak Alara memperhatikan ruangan pernikahan yang begitu glamor dengan konsep dekorasi pelaminan yang mewah nan elegan, mengusung warna-warna putih, silver, dan juga gold, berbagai hiasan dari Kristal. Beraneka ragam jenis lampu gantung Kristal menambah kesan mewah. Serta aneka macam bunga bertebaran di seluruh sudut ruangan.


Peralatan makan seperti gelas dan piring juga tak kalah mewah. Kesan mewah dan glamor juga semakin tampak pada gedung pernikahan yang besar dan memiliki langit-langit yang tinggi. Yang pasti, Alara merasa beruntung bisa dipercaya menjadi MC (Master of Ceremony) dalam acara ini. Padahal mungkin saja ci Alin bisa menggunakan jasa artis. Dirinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bagus ini. Siapa tahu nanti ada yang ikut kepincut melihat performanya dengan Alan saat membawakan acara ini dengan sukses lalu mengikuti jejak ci Alin menggunakan jasanya. Paling senang lagi kalau sampai bisa membawa pulang salah satu crazy rich dari tempat ini. Seperti yang sudah-sudah, Alara tidak lupa berkhayal.


Alara segera kembali ke dunia nyata, ia dan Alan bergegas ke panggung acara dan mulai bekerja, bekerja dan bekerja. 


Jika acara sedang di isi oleh penyanyi, Alara dan Alan duduk bersama dengan kru lain. 


"Cakep parah Lan semua mua nya, semoga nanti aku bisa begini," ucap Alara sambil melotot melihat sekeliling ruangan resepsi. Semuanya menyejukkan mata.


"Ini khusus orang kaya, Ra."


"Iya bener, di sini baunya udah bukan rupiah lagi, tapi dolar sama emas batangan, seger Lan."


Alan terkekeh, "Mata duitan."


"Dari pada mata keranjang."


"Beuh, udah ayo siap-siap, penyanyinya udah hampir selesai tuh."


Alara kembali bersiap-siap untuk membacakan susunan acara berikutnya, sesekali diselingi banyolannya dengan Alan.


Acara selanjutnya di isi oleh penyanyi berikutnya, ternyata cici dan koko banyak mengundang penyanyi terkenal untuk memeriahkan acaranya. Saat Alara memanggil nama sang penyanyi, ternyata penyanyi tersebut belum datang. Kru di belakang panggung juga kebingungan, kenapa sang artis tak kunjung datang.


Alara menyanyikan lagu Some You Loved, seperti isi hatinya saat ini. Ayahnya, cinta pertamanya mencintai wanita lain, selain dirinya dan ibunya. Ia begitu menjiwai setiap lirik demi lirik lagu yang dinyanyikan.


I need somebody to heal


Aku butuh seseorang untuk memulihkanku


Somebody to know


Seseorang untuk mengerti


Somebody to have


Seseorang untuk dimiliki


Somebody to hold


Seseorang untuk didekap


Saat menyanyi sorot matanya tidak sengaja melihat ke arah lelaki yang tengah menatapnya lekat-lekat. Lelaki yang ia tabrak saat ingin ke toilet. Untung saja suaranya tidak mendadak oleng, walaupun hatinya tiba-tiba deg-degan. Bukan deg degan karena cinta, melainkan takut disuruh ganti rugi karena kemeja lelaki itu ternodai oleh lipstik dirinya yang harganya tidak seberapa itu.


Selesai bernyanyi, Alara mendapatkan tepuk tangan dari tamu undangan. Rasanya bahagia sekali, sempat terbayang kelak bisa menjadi generasi penerus Raisa. Hanya terbayang. Selain rasa bahagia, Alara juga merasa apes, ternyata lelaki yang sempat ia tabrak bukan tamu hotel, melainkan tamu ci Alin. Ah sudahlah, semoga saja lelaki itu lupa wajah dirinya.