Ms. Alara

Ms. Alara
Diajak kondangan



^^^Ra, ikut mas ke acara teman nikahan nanti malam yuk. Biar nggak di ledekin jomlo terus, Please.^^^


Alara menghela nafas ketika membaca pesan dari Adam. Ia yang tengah fokus mengoreksi ulangan anak muridnya jadi ambyar. Ia lalu mengetik balasan lebih dulu sebelum melanjutkan.


^^^Memangnya Hawa mas Adam ada di mana?^^^


Adam yang sedang duduk santai di kursi kerjanya langsung antusias membaca balasan dari Bu guru cantik.


^^^Hawa nya masih dalam tahap saling mencari Ra, coba kamu buka hati, siapa tahu kamu Hawa nya, hehe. Eh btw mau yah, Ra. Nanti mas jemput habis magrib karena acara nikahannya malam.^^^


Alara tersenyum membaca balasan dari Adam, ternyata lelaki itu bisa menggombal juga. Ia lalu berpikir apakah menerima ajakan Adam ataukah tidak, nanti malam tidak ada kesibukan sih sebenarnya.


^^^Kalau aku yang ada hawa hawa panas mas, emosian soalnya, hehe. Oke deh, tapi aku nggak ada gaun cantik, pakai yang sederhana saja yah.^^^


Adam tersenyum senang ketika Alara setuju dengan ajakannya, coba di ajak ke kondangan dulu, siapa tahu kapan-kapan mau di ajak ke rumah. Begitulah strateginya. Lumayan malam nanti tidak akan disuguhkan list beberapa wanita oleh teman-temannya yang suka iseng.


^^^Nanti mas bawakan baju batik couple Ra, tenang saja, makasih yah, nanti mas traktir deh.^^^


Alara geleng kepala, heran dengan Adam, kenapa begitu senang memberinya makan.


^^^Apa yang ada di fikiran mas Adam sampai-sampai selalunya makanan terus yang ditawarkan dan dikirimkan, nanti aku gendut lhoo mas.^^^


Adam tergelak membaca balasan pesan dari Alara, bukan tanpa alasan, semenjak Alara pingsan waktu itu, entahlah kenapa justru dirinya yang dihantui rasa bersalah, tidak ingin wanita itu sampai tidak makan lalu pingsan lagi.


^^^Kalau mas tawarkan mahar memangnya kamu mau?^^^


Alara tertawa kecil, lelaki itu kenapa mendadak menggemaskan. Ia tidak berani membalasnya, ingin dibalas dengan candaan, takut justru dirinya nanti yang akan terbawa perasaan.


"Kenapa senyam senyum terus dari tadi?" Hanun yang sedari tadi memperhatikan Alara jadi penasaran, sahabatnya itu senyum-senyum sambil bermain ponsel.


"Ada yang nawarin mahar, Nun," celetuk Alara yang membuat Hanun membulatkan mata.


"Hus kamu ini, nanti di bor bunda Inul lhoo."


"Ih mau dong, mau aja Ra."


"Heh kamu ini."


"Serius kalau aku mah mau."


"Kan cuma di chat, nggak mau baper ah," ucap Alara. Ia kembali fokus mengoreksi hasil ulangan anak didiknya.


☘️☘️☘️


Seperti rencana Adam siang tadi, setelah magrib ia bergegas ke rumah Alara, sesampainya di sana wanita itu ternyata sudah berdandan rapi dengan make up minimalis tapi begitu memancarkan aura kecantikan alami.


Adam memberikan paper bag yang berisi tunik batik agar bajunya sama dengannya. Alara menerimanya lalu kembali ke kamar mengganti baju. Adam mengobrol dengan bu Mirna, meminta izin mengajak Alara ke kondangan.


"Makasih ya nak Adam, sudah mengajak Alara pergi tanpa embel-embel pekerjaan, selama ini jika anak itu keluar malam pasti karena pekerjaan, bukan karena untuk kesenangan dirinya. Bahagiakan dia yah. Cuma itu pesan ibu, dia banyak menderita dan tertekan selama ini," ucap Mirna memohon pada Adam, akhir-akhir ini Alara terlihat lebih banyak tersenyum.


"Doakan Adam ya bu, semoga bisa membahagiakan Alara."


Mirna mengangguk, ia selalu mendoakan kedua putrinya agar tidak bernasib sama dengannya.


"Yuk mas, keburu malam nanti." Alara menutup pintu kamarnya. Ia sudah siap dengan baju couple yang diberikan Adam.


Adam dan Alara pamit pada Mirna, keduanya lalu bergegas ke hotel tempat resepsi pernikahan teman Adam. Begitulah kalangan elit, tidak pelit, tak pernah sulit, pasti akan mengadakan resepsi di hotel berbintang agar tidak menjadi gibahan para tetangga.


Sesampainya di hotel, Alara pamit ke toilet sebentar, sudah kebelet ingin buang air kecil. Adam menunggu Alara di lobby. Saat sedang duduk manis di lobby hotel tiba-tiba seseorang menghampirinya, bahkan dengan berani duduk di sebelahnya, menyapanya dengan begitu manja.


"Kamu pacarnya Alara yang kemarin kan?"