
Andre yang sedari tadi sudah menunggu pujaan hati di parkiran namun tak kunjung datang juga akhirnya turun dari sepeda motornya, melangkah masuk ke dalam aula sekolah, justru di sana dirinya bertemu dengan ms Alara yang tengah berjalan berdampingan dengan bu Hanun.
"Miss, miss_"
Alara menghentikan langkahnya, ia paham yang memanggilnya adalah Andre, murid populer di sekolah ini, hafal dengan suaranya karena hampir setiap hari entah berapa kali sehari remaja yang naksir dirinya itu memanggil-manggil namanya.
"Kenapa Ndre?"
"Miss, saya tunggu di parkiran lhoo, kok nggak ada? udah pindah ya parkir motornya, jangan gitu dong," ucap Andre protes. Siapalah dirinya berani protes.
"Nggak pakai motor hari ini, ketinggalan."
"Kenapa nggak chat miss, nanti saya jemput. Tadi naik apa berangkat sekolah? sama Bu Hanun yah?"
Hanun melirik Andre yang ganteng tapi sayangnya berondong. Lucu saja melihat tingkah remaja yang sedang jatuh cinta, usia bukanlah halangan.
"Diantar Ferori dong," ceplos Hanun. Alara langsung mencolek lengan sahabatnya.
"Ferori siapa?"
"Ya Ferori calon dong." Hanun tertawa, apalagi melihat ekspresi Andre yang tampak kecewa.
"Saya juga punya Ferori di rumah, besok apa perlu saya jemput pakai mobil Miss?" Andre tak mau kalah dengan siapa itu tadi, calon? calon apa? calon mati?
"Nggak boleh pakai begituan ke sekolah, bu Hanun cuma bercanda Ndre, sudah sana kamu masuk ke kelas."
"Tapi tadi_"
"Andre, ditungguin juga, ada rapat pagi nih." Nova wakil ketua osis menghampiri Andre agar segera ke ruang rapat.
"Nanti dulu, lagi ngobrol nih sama bu guru." Andre masih penasaran dengan mobil Ferori yang mengantar Miss Alara apakah benar atau hanya candaan.
"Yee gimana sih, ketua osisnya malah ngaret." Nova malah semakin jengkel dengan tingkah Andre.
"Ish, kamu ini Va, nggak sabaran." Andre mencebikan bibirnya, kesempatan berlama-lama menatap pujaan hati terganggu oleh sang wakil ketua. Keduanya lalu bergegas menuju kantor pengurus OSIS.
☘️☘️☘️
"Ra, tadi itu siapa? aku cuma lihat kamu turun dari mobil keren itu?" tanya Hanun. Ketika dirinya ingin masuk gerbang sekolahan, sekilas melihat Alara turun dari mobil, tidak mungkin taxi online karena golongan mobil mewah.
"Adam_"
"Hah serius?" Wajah Hanun langsung berbinar, ia berharap semoga impian Alara menjadi Cinderella bahagia terkabul.
Alara mengangguk, ia lalu menceritakan kejadian kemarin sore saat dirinya pingsan karena kelelahan hingga akhirnya topik pembicaraan pindah haluan dari membahas Adam kini sudah berganti membahas Sasi. Belum ada kabar lagi gadis itu semakin sehat atau bagaimana.
"Kamu hati-hati Nun, jangan sampai terjerat sama ocehan manis lelaki, mereka itu berbahaya dan berbisa," ucap Alara. Keinginannya memiliki suami tajir melintir untuk meminimalisir sakit hati jika suami berbuat tak sesuai janji, masih ada yang bisa dipertahankan, yaitu uang.
"Iya miss Alara." Hanun mesem manis. Dirinya yang sudah memiliki kekasih memanglah harus lebih hati-hati. Orang yang sedang dimabuk cinta terkadang tidak perduli dengan konsekuensi kedepannya, yang terpenting saat ini indah saja.
Keduanya masuk ke dalam ruang guru, menyiapkan bahan ajar, hari ini Alara mengajar full sampai sore, untuk urusan Sasi sudah diatasi oleh guru BK (Bimbingan konseling)
☘️☘️☘️
Adam duduk manis di kursi kerjanya sambil sesekali berputar dan tersenyum. Masih terbayang sensasi mengantar Alara sampai sekolahan. Lama tidak satu mobil dengan perempuan. Dulu zaman masih menggebu-gebu soal percintaan, hanya sampai PDKT, setelah itu bunda akan marah dan melarang. Lelaki harus mapan dulu baru cari gebetan. Sampai akhirnya lupa umur karena nyaman sendiri dan sibuknya pekerjaan. Justru sekarang bunda yang heboh karena anaknya tak kunjung membawa perempuan.
Adam mengambil ponselnya di dalam saku celana, ingin mengirim pesan untuk Alara tapi ia urungkan, pasti tidak dibalas karena sudah mulai jam mengajar. Ia mendapatkan ide cemerlang, membuka aplikasi GongFood. Memilih beberapa cemilan untuk Alara karena tidak ingin gadis itu sampai kelaparan lagi.
Berbekalkan alamat yang ia foto dari spanduk sekolah yang berjejer berisikan tentang program unggulan sekolah Alara, Adam bisa dengan mudah mengirim apa saja untuk Alara.
Salad Buah, martabak manis, jus strawberry, beef burger, air mineral, cireng, cimol, cilok. Adam klik pesan untuk semua makanan itu.
"Semoga kamu suka ya Ra, jangan sampai kelaparan lagi," ucap Adam lirih.