Ms. Alara

Ms. Alara
Berdebat



^^^Mas sudah di depan gerbang sekolahan Ra.^^^


Alara tersenyum ketika membaca pesan dari Adam, benar-benar lelaki itu berusaha untuk memenuhi permintaannya walaupun waktunya sangat sibuk. Ya begitulah, cinta butuh pengorbanan, tapi kalau berkorban melulu namanya penderitaan, Alara terkekeh sendiri. Ia tidak akan membiarkan Adam Erlangga menderita. Alara segera membalas pesan dari Adam.


Mas bisa nggak turun dari mobil, terus duduk di hall sekolah, nanti aku ke situ.


Adam mengernyitkan dahi ketika membaca balasan pesan dari Alara, tumben sekali wanita cantik itu minta di jemput terang-terangan. Tapi Adam menuruti permintaan Alara, ia bergegas turun dari mobil lalu berjalan menuju hall sekolah, walaupun banyak pasang mata yang memperhatikannya, ia cuek saja, demi ayang.


Alara juga bergegas menuju hall sekolah, tepat sekali banyak muridnya yang baru saja akan pulang dan melewati hall sekolah, digosipkan dengan Andre memanglah tidak buruk tapi lucu saja rasanya, dan Alara tidak mau itu terjadi berlarut-larut.


"Mas_"


Adam menengok ke sumber suara, sudah hafal betul itu jelas suara Alara. Ia tersenyum manis, menyambut bidadari yang baru saja selesai mengajar, bukan selesai mandi.


Alara menghampiri Adam, lalu mengulurkan tangan minta bersalaman, Adam tidak keberatan dengan hal itu, ia dengan senang hati menyambut uluran tangan Alara, namun tak di sangka, punggung tangannya tiba-tiba di cium gadis itu. Sungguh membuat dada bergetar hebat.


"Makasih ya udah jemput." Alara tersenyum manis, manis sekali, Adam mengangguk, ia juga tidak lupa membalas senyuman Alara.


Tentu saja hal ini menjadi pusat perhatian murid-muridnya yang berlalu lalang, ada yang meledek, ada yang terpesona, ada juga yang bisik-bisik senyum manja.


Pacar Ms Alara ganteng yah


Nah ini baru cocok


Aku setuju sama yang ini


Andre pasti terpotek-potek hatinya, kasihan


Kapan yah ms Alara nikah, pasti cantik banget


Alara yang mendengar hanya tersenyum, tergugu, tapi dalam hatinya ia juga ingin apa yang ia lakukan sore ini menjadi kenyataan di kemudian hari, di jemput suami saat pulang ngajar.


"Yuk." Adam mengajak Alara menuju mobilnya.


"Miss, itu siapa?"


Baru saja keduanya akan melangkah, suara bariton milik Andre sudah menginterupsi. Alara dan Adam menengok ke belakang.


Andre berlari menghampiri keduanya, "Jangan bohong demi meredakan gosip, saya ganteng, pinter, nggak sombong, tabungan banyak juga, bisa untuk kita hidup bersama, kenapa sih malah malu di cintai saya, apa karena usia? haduh, udah 2023 miss, usia bukanlah penghalang."


Adam mengernyitkan dahi, lucu sekali melihat remaja tanggung yang ada di hadapannya menyatakan cinta dengan gamblang tanpa cela, mungkin yang murid Alara tahu kehidupan rumah tangga hanya perihal cinta dan cinta semata. Oh tidak seperti itu.


"Apaan sih Andre, nggak boleh ngomong gitu, kan saya udah punya calon suami, cinta itu nggak harus memiliki," celetuk Alara.


Andre tidak perduli dengan jawaban Alara, ia justru menatap Adam dengan beraninya.


"Mas calon suami beneran apa cuma sewaan?"


Adam terkekeh, "Sewaan? memangnya apartemen, sewaan segala, ya beneran dong, nanti kamu undang di pernikahan saya sama Alara, oh ya, mau jadi timses nya juga boleh."


Andre terkejut, ia memegangi dadanya. "Tega kamu miss, mencampakkan cinta saya yang tulus ini."


Adam menepuk pundak Andre. "Teruslah belajar karena hidup ini akan selalu memberi pelajaran-pelajaran baru. Jangan pernah berhenti belajar karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan."


"Saya setiap hari belajar om, berprestasi, idola semua siswi, jangan salah." Andre jumawa di depan Adam, ia merasa dirinya tak kalah keren dengan lelaki dewasa yang ada di depannya.


"Pelajaran hidup maksudnya, tapi kalau kamu sudah sepopuler itu, nanti pasti akan mendapatkan wanita seperti miss Alara juga, sekolah dulu yang bener." Adam malah terus meladeni ucapan Andre.


"Ada 7 hari dalam seminggu dan tidak ada hari yang namanya NANTI, cinta ini tumbuh sekarang, ya harus didapatkan sekarang." Andre benar-benar menunjukan keseriusan cintanya, tidak peduli jika di depan wanita itu ada kekasihnya.


Adam tertawa, "Yang sabar dulu yah, soalnya Alara maunya sama saya, gimana dong?" Adam justru meledek Andre.


Andre melirik guru tercinta. "Miss, kasih sayang sayang padamu bagaikan Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui dan tak akan pernah habis. Tolong pertimbangkan lagi."


"Sudah sudah kalian ini malah berdebat, nanti keburu magrib, saya pulang dulu, Andre." Alara bergegas menggandeng Adam keluar dari hall, perdebatan di antara keduanya tidak akan selesai jika terus saling meladeni.


Adam melambaikan tangan pada Andre sambil tersenyum tipis, Alara menepis tangan Adam.


"Terus saja meledek. Tak cubit puser mu nanti, Mas."


Andre menatap keduanya dengan nelangsa. Apakah ini yang disebut cinta? harus menerima dilukai oleh orang yang dicintai.


Hoaaaaaaa 😭😭😭