
"Ada bunga, ada kue donat juga, ini apa nih? oh brownis coklat, susu coklat hangat, ih ini sih bikin kamu gendut semua, apa mungkin dia nggak suka liat kamu langsing begini?" ucap Hanun yang kala itu sedang mengabsen beberapa makanan datang untuk Alara. Ada secarik kertas juga yang langsung dibuka olehnya.
"Mau yah datang ke rumah, Please," ucap Hanun. Ia lalu melirik Alara, meminta penjelasan dari kalimat tersebut, belum cerita banyak, sekarang sudah diajak ke rumah segala.
"Apa?" Alara melirik Hanun yang tengah menunggu jawaban darinya.
"Ini kok Adam Suseno nulis begini? kalian udah sejauh mana?"
"Hus, nanti aku diomelin bunda Inul, jangan macam-macam kamu."
Hanun dan Alara malah saling tertawa, istirahat kali ini penuh dengan makanan yang manis dari mas Adam yang tak kalah manis tentunya. Alara menceritakan tentang Adam yang ternyata setiap gerak geriknya selalu di awasi hingga sampailah pada cerita jika ibunya ingin bertemu.
"Temuin aja sih." Hanun ingin Alara mencoba, siapa tahu bernasib sama seperti Cinderella.
"Nggak ah, aku bukan siapa-siapa nya, masa ketemu orangtua segala, aneh nggak sih?" Setelah menimbang-nimbang, jelas aneh tentunya, biasanya dipertemukan dengan orangtua itu jika hubungan kekasih sudah sampai tahap serius.
"Oh jadi maunya jadi siapa-siapa dulu gitu?" Hanun justru meledek Alara.
"Ya minimal begitu." Alara terkekeh balik meledek Hanun.
"Tembak duluan aja."
"Mati nanti dia, sembarangan kamu."
"Alara_"
"Hanun_" Alara tersenyum lalu memasukan brownies coklat ke mulut sahabatnya itu.
"Emm, ih enak, toko mana sih ini, biar nanti aku beli."
"Udah ini aja bawa pulang separuh, nggak mungkin aku makan sebegini banyaknya."
"Serius?"
Alara mengangguk. Hanun kegirangan. Baru PDKT saja sudah kecipratan bahagianya apalagi sampai jadi suami istri. Wih, pasti lebih bahagia dari ini.
"Miss Alara_"
Sedang asyik makan berdua, tiba-tiba pangeran naga api menyerang. Alara melihat Andre tengah menghampiri dirinya.
"Ini ada titipan kue dari tante Ana." Andre memberikan paper bag pada Alara.
"Tante Ana?"
"Iya, tadi pagi sekali sebelum berangkat sekolah udah ke rumah saya miss, katanya titip buat miss Alara."
Alara menerima paper bag dari Andre, ia melihat sekilas isi paper bag dari tante Ana, ada beberapa toples makanan.
"Makasih ya Andre."
"Iya miss, sama-sama, tapi kalau Tante Ana minta miss jadi menantunya jangan mau yah," ucap Andre sambil terkekeh. Hanun melongo melihat interaksi keduanya, penasaran siapa lagi tante Ana sampai menitipkan kue untuk Alara.
"Itu sih tergantung, kalau anaknya kece badai, siapa sih yang nolak," ledek Alara. Raut muka muridnya langsung berubah murung. Andre lalu pamit menuju kelasnya kembali.
"Siapa lagi itu tante Ana? kandidat baru?" Hanun langsung mengutarakan rasa penasarannya.
"Tetangga Andre, kemarin aku kan les di tempat dia, terus ada tetangganya yang akrab dengan mama nya Andre bawa kue, kebetulan mama Andre lagi keluar, jadi aku yang cicipi. Tante itu nawarin aku mau nggak jadi mantu anaknya yang jomblo sejati gitu."
"Ih baik banget tante itu, jarang-jarang lhoo Ra dapat mertua yang baik hati." Hanun berbagi pengalaman, bukan pengalamannya tapi pengalaman orang-orang disekitarnya.
"Tapi kan anaknya belum tentu."
"Ibunya aja baik, besar kemungkinan anaknya juga baik. Coba pilih Adam apa anaknya Tante Ana?" ledek Hanun sambil mencolek dagu Alara.
"Mas Adam ajalah," jawab Alara tersenyum malu.
☘️ Bersambung ☘️
.
.
.
.
Intermezzoo: Mangap emak baru up ini, emak lagi menikmati suasana kampung ges, makan gorengan dage sakpuase🤭