Ms. Alara

Ms. Alara
Ide Hanun



Air yang memenuhi mulut Alara seketika menyembur begitu saja, untung saja tidak mengenai Hanun, hanya seragamnya sedikit basah. Bocah tengil itu mulai membuat masalah lagi.


Astoge...


"Hih Alara ih, untung aku nggak lagi depan muka kamu." Hanun geleng kepala melihat reaksi Alara.


"Terus gimana? haduh haduh pasti jadi bahan gosip ini, bagaimana ini? nasib jadi orang cantik gini amat sih." Alara pusing kepala, namun tidak lupa jumawa.


Hanun tergelak, "Pingsan lah itu si cewek, makanya buruan oke gitu kalau Adam bilang mau nikahin."


Alara menggaruk kepalanya, "Iya, sepertinya memang harus seperti itu. Tapi ah jangan pikirkan itu dulu, gimana ini caranya biar nggak jadi bahan gosip?"


"Ya bilang aja kalau kamu udah punya gebetan, minta tolong Adam gih gimana caranya biar penghuni sekolah ini percaya kalau kamu udah ada yang punya." Hanun memberikan ide cemerlang, sekaligus ingin benar terjadi antara Adam dan Alara segera menjalin hubungan yang serius, Alara saatnya bahagia.


"Jam segini Adam sibuk nggak yah?" Alara malah gusar. Menghadapi siswa siswi ABG, anak baru gede dengan emosi yang masih labil pastinya akan lebih sulit.


"Ya coba aja di chat, nanti kalau murid-murid pada sinis gitu kamu langsung aja buat pengumuman, minta jemput pas pulang itu depan gerbang sekalian atau gimana kek caranya biar mereka tau kalau ms. Alara sudah ada yang punya." Hanun semakin memberi arahan agar Alara dan Adam semakin dekat.


"Aku chat dulu yah coba."


"Yang mesra, biar seneng, terus mau bantu deh."


"Chat mesra gimana sih?"


"Ya beri perhatian kecil dulu, puji-puji atau gimana gitu, jangan kaku."


"Oke-oke." Alara mengambil ponselnya lalu mengetik pesan untuk Adam. Ia yakin sekarang adalah jam sibuk kantor.


^^^Pagi Mas, semangat yah😊^^^


Alara lalu menunggu beberapa menit, masih juga belum terbaca pesan darinya, benar memang jam sibuk kantor, paling juga nanti dibalas saat istirahat.


Adam yang baru saja selesai meeting merogoh saku jasnya, ia merasakan ponselnya bergetar beberapa menit yang lalu. Dirinya tersenyum ketika membaca pesan dari Alara, tapi cukup terkejut juga, tumben sekali mengirim pesan di pagi hari, biasanya jika tidak di chat duluan, ya tidak akan chat lebih dulu.


Adam mengetik balasan untuk Alara.


Pagi juga bu guru, semangat dong, apalagi sekarang, semangatnya powerfull karena udah disemangati kamu.


Alara membaca balasan dari Adam, ia segera membalas kembali mengutarakan niatnya yang butuh bantuan saat ini.


Mas, bisa minta tolong nggak? nanti sore sekalian mas pulang kerja sekalian jemput aku yah, mau nggak?


Adam mengerutkan dahi, lagi-lagi ia dibuat terkejut, sebelumnya Alara tidak pernah seperti ini, tapi hal ini justru membuat Adam senang, mungkin kah Alara sudah menganggapnya orang tercinta?


Siap, tapi mau tau dong alasannya, tumben minta jemput?


^^^Nanti saja ceritanya kalau pulang yah, oh ya nanti kalau aku telfon tolong angkat yah mas, nanti tapi.^^^


^^^Iya mas baik-baik aja, udah dulu yah, aku mau ke kelas dulu.^^^


Alara bersiap-siap mengajar, tentunya juga sudah menyiapkan mental ketika berhadapan dengan fans Andre yang tidak terhitung.


Benar saja ketika dirinya berpapasan dengan murid perempuan, ia di suguhi dengan senyuman keterpaksaan, ah rasanya tidak enak sekali, awas saja nanti bocah tengil.


Alara mengajar seperti biasanya, saat jam pelajarannya hampir selesai, ia memberi tahu pada siswa siswi nya, minta doanya jika tahun ini dirinya akan melangsungkan pernikahan. Semua murid terkejut.


"Andre kan masih kecil Miss," celetuk salah satu murid yang duduk di paling belakang.


"Siapa juga yang mau menikah dengan Andre, dia sudah miss anggap seperti adik, tidak lebih, jangan ngawur kalian," ucap Alara tegas, ia yakin pernyataannya akan tersebar dari mulut ke mulut sehingga dirinya tidak perlu lelah menjelaskan pada orang satu persatu.


"Iya lah nggak mungkin, walaupun Andre tajir melintir, ganteng dan pintar, kan usianya jauh ya miss?" Salah satu siswi mencoba berfikir logis, Alara tersenyum mendengarnya.


"Kalau kalian tidak percaya, miss akan telfon calon suami miss, tapi syaratnya kalian jangan termakan berita hoax di luar sana yah."


Semua murid nampak setuju dan menunggu miss Alara menelfon calon suaminya, untuk menepis gosip jika Andre berpacaran dengan ms Alara adalah bohong.


Alara mengambil ponsel dalam saku lalu segera menelfon Adam, tak butuh waktu lama, hanya berdering beberapa detik, suara Adam menerima telfon sudah terdengar.


^^^Assalamualaikum, hallo_^^^


Waalaikumsallam, iya sayang, lagi sibuk kerja yah? maaf yah ganggu_


Suara ricuh dalam kelas terdengar jelas di telinga Adam, panggilan sayang yang teramat tidak meyakinkan, tapi Adam tak mau menyia-nyiakan kesempatan.


^^^Iya sayang, sayang juga lagi ngajar kan? apa udah istirahat?^^^


Alara segera mematikan load speakernya.


Cie_


So Sweet_


Calon suami_


Suaranya berat_


Pasti ganteng_


Kenalin dong miss_


Foto mana_