
Happy Reading ❤
👑
Milka kembali ke ruang tamu yang terdapat Nata dan Aleta sambil membawa jus buah untuk Aleta dan cemilan untuk mereka makan bersama. Milka duduk di sebelah Aleta, ia menyodorkan jus itu pada Aleta, "minum Sayang," ucap Milka.
Aleta meminum jus itu sampai habis. Nata mengulurkan tangannya di bibir Aleta, ia mengelapi bibir Aleta yang basah karena bekas meminum jus tadi, "minum aja kaya anak kecil belepotan gitu," cetus Nata.
"Assalamu'alaikum," ucap Iris dari luar rumah. Milka segera beranjak dari duduknya untuk membuka pintu. Di depan rumahnya sudah ada Iris, Sisil, Icha, dan Vano. Milka mempersilahkan mereka untuk masuk.
Mereka terkejut karena ada Nata di rumah Aleta. Kenapa bisa ada Nata di rumah Aleta? Itulah pertanyaan yang ada di dalam benak mereka.
Aleta tersenyum lebar ketika melihat teman-temannya datang untuk menjenguknya. Iris memeluk Aleta, "gue kangen banget sama lo," gumam Iris. Aleta membalas pelukan Iris.
"Lebay banget sih," cetus Nata. Iris melepaskan pelukannya, ia menatap Nata dengan tatapan tajam, "sirik aja lo Nat," ucap Iris.
"Nat, kenapa lo ada di sini?" tanya Vano.
"Ternyata lo bolos buat ke rumah Aleta," sahut Sisil.
"Apaan sih, gue cuma kebetulan lewat aja jadinya mampir ke sini," jawab Nata berbohong. Ia tidak mau mengatakan yang sejujurnya pada mereka kalau ia mencemaskan keadaan Aleta.
Icha mengerutkan kening bingung, "lo tahu dari mana kalau ini rumah Aleta?" tanya Icha penasaran.
"Kepo banget sih lo," sinis Nata. Aleta tersenyum tipis, ternyata sikap ketus Nata tidak hanya padanya. Ia pikir Nata hanya bersikap ketus padanya.
"Nata tahu rumah aku karena dia pernah nganterin aku pulang," jelas Aleta.
Mereka tidak mempercayai ucapan Aleta kecuali Iris karena ia sudah tahu dari awal. Mereka pikir tidak mungkin seorang Nata mau mengantarkan cewek yang baru di kenalnya beberapa hari, Nata tidak pernah mengijinkan cewek untuk duduk di jok motornya kecuali Bela.
"Bukannya lo selalu marah ya kalau ada cewek yang minta diboncengin sama lo. Bahkan ada cewek yang mau megang jok motor lo aja lo pasti marah. Kecuali Bela sih, lo selalu boncengan sama dia. Lo dulu cinta banget sama Bela, dan perasaan lo ke dia pasti gak berubah sampe sekarang kan Nat," ucap Vano.
Nata hanya diam, ia tidak mau menanggapi ucapan Vano. Tentu saja ia akan selalu mencintai Bela dan menunggu Bela kembali.
Iris ingin sekali menampar bibir Vano. Kenapa Vano mengatakan tentang Bela. Iris yakin hati Aleta pasti terluka mendengar ucapan Vano. Dugaan Iris memang benar, hati Aleta terasa sangat sesak ketika Vano mengatakan itu semua.
Iris merasa menyesal karena mengijinkan Vano ikut bersamanya untuk menjenguk Aleta. Saat di sekolah, Vano mendengar perbincangannya dengan Icha dan Sisil yang berniat menjenguk Aleta setelah pulang sekolah. Vano terus memaksa untuk ikut menjenguk Aleta. Sampai akhirnya Iris mengijinkan Vano untuk ikut. Tapi ia malah membuat masalah di sini.
"Gue inget banget dulu, Nata tuh bucin banget sama Bela. Kalau pulang sekolah dia pasti bawain tasnya Bela," sahut Icha.
"Keadaan lo sekarang gimana Ta? Kenapa kaki lo bisa luka gitu? " tanya Iris. Ia tidak mau jika pembicaraan tentang Bela terus berlanjut.
Aleta tersenyum tipis, "aku udah baikan ko. Dua hari lagi juga pasti aku bakal masuk sekolah lagi," jawab Aleta.
"Syukur deh kalau gitu," ucap Icha.
Aleta berdiri dari duduknya. Nata ikut berdiri, "lo mau ngapain?" tanya Nata. Aleta menjawab kalau ia ingin pergi ke wc, "biar gue gendong," ucap Nata. Aleta menggelengkan kepalanya, "aku bisa jalan sendiri kok Nat," ucap Aleta.
Vano tidak menyangka Nata bersikap perhatian pada Aleta. Ia tidak pernah melihat Nata perhatian pada seorang cewek kecuali Bela. Ia harap dugaannya salah kalau Nata suka pada Aleta. Ia berharap, Nata tetap mencintai Bela dan menunggu Bela kembali.
"Gue gak nerima penolakan. Cepet naik ke punggung gue," paksa Nata. Ia membungkukkan badannya di depan Aleta. Aleta menghala napas pelan, ia mengalungkan tangannya di leher Nata, Nata mengangkat tubuh Aleta dengan hati-hati.
"Aku ke wc dulu ya," ucap Aleta. Nata melangkahkan kakinya untuk membawa Aleta ke wc. Sisil, Icha, dan Vano memandangi punggung Aleta yang semakin menjauh. Mereka masih tidak menyangka kalau Nata bisa bersikap perhatian pada cewek lain selain Bela.
Aleta menyenderkan kepalanya di punggung Nata, "stop Nat," ucap Aleta. Nata langsung memberhentikan langkahnya, tapi ia bingung kenapa Aleta menyuruhnya untuk berhenti, "kenapa?" tanya Nata.
"Gue pengen tetap kaya gini sebentar aja," sahut Aleta. Nata hanya diam, ia membiarkan Aleta untuk terus bersandar di punggungnya. Nata akan melangkah jika Aleta menyuruhnya.
"Ternyata orang spesial yang pernah kamu bilang itu namanya Bela ya, aku kira waktu itu kamu cuma bohongin aku saat bilang kalau itu orang spesial. Ternyata itu beneran ya," gumam Aleta.
Aleta masih merasakan sesak di hatinya. Sepertinya ia benar-benar menyukai Nata, "hati aku ko sesak banget ya Nat pas tahu kalau kamu mencintai cewek lain, kayanya aku suka sama kamu deh Nat," gumam Aleta.
Nata hanya diam, ia dapat mendengar gumaman Aleta. Sepertinya Aleta benar-benar menaruh rasa padanya, "gue gak suka sama lo. Gue cuma sayang sama Bela. Lo gak boleh suka sama gue, lo bakal terus terluka kalau lo tetap menaruh rasa ke gue, karena gue gak punya rasa sedikitpun sama lo," jelas Nata.
Nata semakin membuat hatinya terasa sangat sakit, tanpa sadar air mata Aleta menetes.
Nata tersentak ketika Aleta tiba-tiba tertawa, memangnya apa yang lucu?
"Aku ngomong suka sama kamu itu cuma becanda doang, siapa juga yang mau suka sama cowok seketus dan sedingin kamu," jelas Aleta sambil terkekeh pelan.
"Jelas banyak lah yang suka sama gue, gue kan ganteng," terang Nata. Aleta terkekeh pelan, ia mengacak pelan rambut Nata, "muka kaya pantat kuali aja bangga," ejek Aleta.
"Bacot," sinis Nata. Tanpa Nata sadari ia tersenyum tipis.
"Balik ke ruang tamu aja Nat, aku udah gak mau ke wc," ucap Aleta. Nata membalikan tubuhnya, ia kembali melangkah ke ruang tamu yang masih terdapat Iris, Sisil, Icha, dan Vano.
Aleta kembali menyenderkan kepalanya di punggung Nata, "aku beneran suka sama kamu Nat," batin Aleta.
👑
Makasih udah mau mampir ❤