Moodboster

Moodboster
{CHAPTER 24}



"Aku gak salah Pa, aku gak salah," lirih Nata. Ia terus mengulang kalimat yang sama selama Putra memukulinya lagi.


"DIEM KAMU *******! SAYA GAK MAU DENGER SUARA KAMU!" murka Putra.


Nata menutup kedua matanya. Ia terus merasakan sakit, tapi rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang ada di dalam hatinya.


"Sa-kit Pa," lirih Nata. Putra berhenti memukuli Nata, tubuh Nata sudah penuh dengan darah sampai seragam putihnya dipenuhi warna merah.


Putra melepas gesper yang sedang ia pakai. Putra mengarahkan gesper itu di tangan Nata, ia langsung mencambuk tangan Nata dengan gespernya.


Rina dan Arsen hanya diam. Mereka hanya tersenyum puas saat melihat Nata babak belur, penuh darah, dan tak berdaya. Mereka sangat senang melihatnya.


"KENAPA KAMU SUKA BANGET BIKIN ARSEN TERLUKA! KAMU MAUNYA APA SIH? HAH! PAPA BENCI PUNYA ANAK KAYA KAMU!" ungkap Putra.


Nata membuka matanya. ia menatap mata Putra yang seperti ada kilatan api yang siap melahapnya, "Pa, jangan benci aku. Aku sayang sama Papa," lirih Nata.


Putra tersenyum sinis, "jangan coba merayu Papa! Yang harus kamu tau, Papa gak bakal ngebiarin siapapun ngelukain Arsen termasuk kamu. Karena Arsen adalah anak kesayangan Papa! Dan kamu adalah anak yang Papa benci! Mending kamu ikut Ibu kamu yang jalang itu MATI!"


Tanpa sadar air mata Nata menetes. Kenapa Papanya begitu tega mengatai Ibunya seorang jalang, "Ibu aku bukan jalang, jangan ngomong kaya gitu Pa!" bentak Nata.


Ia tidak akan pernah terima jika Ibunya dihina oleh siapapun termasuk Papanya sendiri. Ia tidak menyangka Putra akan berkata seperti itu, padahal dulu Putra sangat mencintai Ibunya.


"IBU KAMU ITU JALANG! DAN KAMU SAMA AJA KAYA IBU KAMU! SAMA-SAMA BERENGSEK!" bentak Putra. Ia masih mengingat dengan jelas kelakuan Sinta almarhum istrinya yang sering bermain dengan laki-laki lain di belakangnya.


Air mata Nata tidak bisa berhenti menetes. Bukan hanya fisiknya yang tersiksa, tapi hatinya juga sangat tersiksa dan terluka.


"Cukup Pa! Jangan hina Ibu aku lagi, aku mohon cukup," pinta Nata. Ia tidak bisa mendengar lagi hinaan dari Putra. Hatinya terasa hancur berkeping-keping.


Putra mengepalkan kedua tangannya. Ia melemparkan gespernya tapat di wajah Nata, "sudahlah, saya muak dengan kamu! Lebih baik kamu mati aja di sini!" ujar Putra.


Putra melirik Arsen yang berdiri di luar wc, "Arsen, obati luka di kaki kamu, Papa gak mau kaki kamu kena infeksi," Putra maju mendekati Arsen, Putra menjulurkan tangannya lalu mengelus rambut Arsen, "Papa mau tidur dulu. Kalau kamu gak obatin luka di kaki kamu, Papa bakal marah sama kamu," jelas Putra.


Arsen tersenyum tipis, "iya Pa. Aku pasti bakal obatin luka di kaki aku," ujar Arsen.


Nata memperhatikan sikap hangat Putra pada Arsen. Ada perasaan iri yang menyelimuti hatinya. Dulu, Putra juga sering memperlakukan Nata seperti itu. Tapi, semenjak Sinta almarhum Ibunya meninggal, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan hangat lagi dari Putra.


Nata tersenyum miris saat Putra menguncinya dari luar. Ia melirik tubuhnya, "suatu saat nanti, aku yakin Papa gak bakal perlakuin aku kaya gini lagi," gumam Nata.


"Aku sayang Papa," setelah mengatakan itu, Nata langsung tidak sadarkan diri.


Saat Arsen melewati ruang tamu, ia mendengar suara ponsel berbunyi. Arsen memeriksa ponselnya, tapi suara itu bukan dari ponselnya. Arsen melirik sofa, ia melihat ponsel Nata yang tergeletak di atas sofa.


Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Julian dan Dimas di ponsel Nata. Banyak yang mengirimi Nata pesan, ada beberapa nomor yang tidak dikenal mengirim pesan pada Nata hanya untuk berkenalan dengan Nata.


Arsen mengernyitkan dahi saat tiba-tiba ada pesan baru yang masuk di ponsel Nata dengan nama PENYEMANGAT HIDUPKU❤ Arsen bertanya-tanya pada dirinya sendiri, siapa orang yang diberi nama itu oleh Nata?


Tanpa berfikir panjang, Arsen langsung membuka isi pesan itu.


PENYEMANGAT HIDUPKU❤ : Nat, kenapa tiba-tiba dimatiin sih telponnya.


16:20


PENYEMANGAT HIDUPKU❤ : Nat, kamu lagi apa? Kok gak bales chat aku? Lagi sibuk ya.


17:10


PENYEMANGAT HIDUPKU❤ : Nat, jangan lupa makan ya.


18:45


PENYEMANGAT HIDUPKU❤ : Kamu harus jelasin tentang ucapan kamu di telpon tadi sore ke aku besok. Pokonya besok kamu harus jelasin semuanya ke aku. Kamu bikin aku bingung dan penasaran sama arti ucapan kamu Nat. Selamat tidur Nata.


21:00


Arsen masih tidak tau siapa orang yang mengirim pesan ini. Apakah ini Bela? Tapi itu tidak mungkin. Atau yang mengirim pesan ini adalah Aleta, sepertinya iya. Arsen langsung mempunyai ide.


Arsen yakin, sebelumnya Nata pasti mengungkapkan tentang perasaannya pada Aleta. Tapi, Aleta tidak peka akan hal itu.


Bacot lo anjing. Gak usah sok perhatian deh lo sama gue! Tentang yang gue omongin di telpon tadi sore, lupain aja. Gue benci sama lo! Mending lo jauh-jauh dari kehidupan gue! Gue cuma pura-pura baik sama lo, gue tau lo suka sama gue. Gue cuma pengen buat lo sakit hati aja, makanya gue baikin lo dan perhatian sama lo biar lo makin baper sama gue. Asal lo tau aja, perhatian yang selama ini gue berikan sama lo itu cuma pura-pura. GUE JIJIK SAMA CEWEK KAYA LO! CEWEK JELEK KAYA LO GAK AKAN PERNAH PANTES JADI CEWEK GUE! LO CUMA SAMPAH!


Arsen tersenyum lebar. Ia mengirimkan pesan itu pada Aleta menggunkan ponsel Nata. Ia ingin tau bagaimana reaksi Aleta saat mendapati pesan seperti itu dari Nata. Ia akan mengetahuinya besok.


👑


Gimana perasaan kalian di part ini?


Kalau aku, sempet nangis di awal dan kesel di akhir karena Arsen😐


Komen ya, jangan malu-malu 😂❤


Next gak nih?