Moodboster

Moodboster
{CHAPTER 37}



Happy Reading ❀


Maaf kalau ada yang typo, kalau ada yang typo komen aja ya ❀


Jangan malu-malu buat komen😁❀


πŸ‘‘


Nata mendekati Aleta. Ia berdiri di depan Aleta, ada perasaan senang di hatinya karena Aleta sudah sadar.


"Lo mau tau kenapa gue mau nungguin lo sampe sadar? Jawabannya, gue mau ngomong sesuatu yang perlu lo tau," jelas Nata.


Aleta mengernyit bingung. Apa yang mau Nata katakan padanya? Ia berharap itu tidak akan membuatnya semakin terluka.


Nata menyilangkan tangannya di depan dada. Ia memandang Aleta dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan. "Lo lemah banget baru gue tinggalin aja udah pingsan," ejek Nata.


"Gue gak mau liat lo pingsan kaya gini lagi Ta, gue khawatir," batin Nata.


Aleta hanya diam. Ia tidak berniat untuk membalas ucapan Nata. Ia membiarkan Nata untuk terus bicara.


"Gue gak pernah cinta sama lo. Gue cuma niat permainin lo aja, soalnya cewek kaya lo seru kalau di permainin," lanjut Nata.


Aleta berdecak pelan. Ia tidak menyangka kata-kata itu keluar dari mulut Nata. Aleta memalingkan wajahnya ke arah lain, Aleta tidak mau Nata melihat air matanya yang terjatuh.


"Lupain gue. Jauh-jauh dari hidup gue," ujar Nata.


Percayalah, perasaan Nata sangat hancur saat mengatakan semua itu pada Aleta. Ia merasa dirinya brengsek karena membuat orang yang dia sayang menangis.


Nata tersentak saat Aleta menatapnya dengan tajam. Aleta belum pernah memperlihatkan tatapan tajam itu pada Nata, Aleta selalu memperlihatkan tatapan hangatnya pada Nata.


Aleta sudah sangat kecewa pada Nata. Laki-laki yang dia anggap spesial dalam hidupnya ternyata hanya niat mempermainkannya. "Tanpa kamu suruh, aku pasti bakal lupain kamu Nat. Aku gak pernah nyangka kamu kaya gini Nat," lirih Aleta.


Aleta memajukan tubuhnya sampai kepalanya bertubrukan dengan dada bidang Nata. Aleta melingkarkan tangannya di pinggang Nata.


Nata membeku di tempatnya. Nata tidak pernah menyangka Aleta akan memeluknya seperti ini. Nata ingin sekali membalas pelukan Aleta dan mengatakan kalau ia sangat mencintai Aleta.


Aleta meneteskan air matanya di pelukan Nata. "Makasih untuk semuanya Nat. Hari ini aku sayang kamu, tapi nanti aku bakal coba lupain kamu. Semoga kamu bahagia sama Bela," lirih Aleta terisak di pelukan Nata.


Nata menutup matanya, tanpa sadar air matanya menetes begitu saja. Ia akan kembali merasakan perasaan yang sangat menyiksa saat orang yang dia sayang pergi meninggalkannya.


Aleta merasakan perasaannya yang hancur. Bukan Aleta saja yang merasakan perasaan semacam itu, tapi Nata juga sedang merasakannya.


Julian menghembuskan napas kasar. "Mereka saling mencintai tapi gara-gara si Putra brengsek itu mereka jadi harus berpisah," batin Julian.


Bela dan Dimas berdiri di samping Julian. Bela menyilangkan tangannya di depan dada. "Kamu akan menyadari kalau aku lebih baik daripada Aleta Nat," batin Bela.


Aleta menjauhkan tubuhnya dari Nata. Aleta menghapus sisa-sisa air mata yang terdapat di pipinya. Aleta tersenyum tipis ke arah Nata. "Makasih untuk segalanya Nat. Aku pergi," ujar Aleta dengan nada parau.


Aleta melangkah keluar UGD. Langkahnya terhenti saat Bela mencekal pergelangan tangannya. Bela membisikkan sesuatu pada Aleta. "Sekarang lo sadar kan kalau Nata cintanya sama gue. Gue udah peringatin lo buat jauhin Nata tapi malah lo gak mau, ya akhirnya gini deh. Kasian banget lo dipermainin Nata, gue cuma bisa ngetawain lo sekarang," bisik Bela tepat di telinga Aleta.


Aleta menepis tangan Bela kasar. Aleta melirik Bela yang tersenyum lebar kearahnya. Aleta sudah muak dengan semua ini, ia melanjutkan langkahnya dengan cepat.


Nata membalikan badannya. "Jul, Ikutin Aleta sampe rumahnya. Gue takut terjadi sesuatu sama Aleta, kalau bisa lo yang nganterin dia pulang terus ajak dia juga buat makan, dia pasti laper," perintah Nata.


Julian mengangguk mengerti. Julian langsung berbalik menyusul Aleta.


Bela mendekati Nata. "Ayo Nat balik ke ruangan kamu," ajak Bela.


Nata menurut. Nata melangkah lesu ke ruangannya. Bela melangkah di samping Nata. Bela melirik Nata. "Yang kamu lakuin ke Aleta tadi bagus Nat. Kamu harus buat dia jauh-jauh dari hidup kamu supaya dia gak terluka," ungkap Bela.


Nata tidak menganggapi ucapan Bela. Ia merasa tidak bersemangat untuk menyahuti ucapan Bela.


Julian terus mengikuti langkah Aleta dari belakang. Langkah Julian terhenti saat melihat Aleta memeluk seorang laki-laki yang seumuran dengannya.


Julian bertanya-tanya pada dirinya sendiri siapa laki-laki itu? Kenapa Aleta memeluknya? Banyak pertanyaan di benaknya.


Julian melihat laki-laki itu membalas pelukan Aleta. Laki-laki itu bahkan mengelus-elus punggung Aleta. Siapa sebenernya laki-laki itu? Dan ada hubungan apa Aleta dengan laki-laki itu?


πŸ‘‘


Alhamdulillah bisa update πŸ€—βœ¨


Sehat selalu ya buat kalian, dijaga ya kesehatannya πŸ€—β€


Gimana perasaan kalian di part ini?


Next gak nih?