
Happy Reading ❤
Maaf kalau banyak typo ❤
👑
Aleta mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia melirik sekelilingnya. "Kok aku bisa ada di kamar sih?" tanya Aleta pada dirinya sendiri.
Aleta melirik jam. Ia membulatkan matanya saat melihat jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Apa ia tidak salah liat? Aleta mengucek matanya, ia takut salah melihat jam.
Jam itu tetap menunjukkan pukul tujuh pagi. Aleta menghembuskan napas kasar. Kenapa ia bisa tidur selama itu. Ia tidur dari jam lima sore dan baru bangun sekarang.
Aleta keluar dari kamarnya. Ia mendekati Milka yang sedang duduk di sofa ruang tamu. "Mama, kok Mama gak bangunin aku sih," keluh Aleta.
Aleta duduk di samping Milka. Mata Milka tetap fokus pada film yang sedang ia tonton di televisi. "Nata gak bolehin Mama bangunin kamu katanya takut kamu masih kecapean," jelas Milka.
Aleta tersentak. Ia baru ingat kalau Nata tinggal di rumahnya. "Sekarang Nata dimana Ma?" tanya Aleta.
"Dia lagi buat sarapan buat kamu," jawab Milka.
"Mama sama Nata udah sarapan?" tanya Milka.
Milka melirik Aleta sekilas. "Mama udah sarapan, kalau Nata katanya mau sarapan bareng kamu aja," jelas Milka.
Aleta tersenyum tipis. Ia langsung beranjak ke dapur. Aleta tersenyum lebar saat melihat punggung Nata. Aleta melangkah dengan hati-hati, ia tidak mau membuat suara.
Nata tersentak saat tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Nata menolehkan kepalanya. "Aleta, kamu udah bangun?" tanya Nata. Pertanyaan yang bodoh, Aleta tidak mungkin ada di sini kalau ia belum bangun. Nata mengelus rambut Aleta.
Aleta mendongakkan kepalanya agar ia bisa bertatapan dengan Nata. "Masakan kamu harum banget baunya Nat," ujar Aleta.
Nata tersenyum tipis. "Udah sana duduk dulu, aku mau lanjutin masaknya," perintah Nata.
Aleta langsung menurut. Ia duduk di meja makan sambil memandangi punggung Nata.
Nata telah selesai memasak nasi goreng untuk Aleta dan untuknya. Ia membawa sepiring nasi goreng ke meja makan lalu menaruhnya di depan Aleta. "Kok sepiring doang?" tanya Aleta.
Nata duduk di sebelah Aleta. Ia melirik Aleta lalu tersenyum. "Aku maunya makan sepiring berdua sama kamu," ungkap Nata.
Aleta mengacak pelan rambut Nata. "Dasar," ujar Aleta terkekeh pelan.
Aleta menyodorkan sesuap nasi goreng pada Nata. "Aaaa," ujar Aleta bermaksud menyuruh Nata untuk membuka mulutnya.
Nata membuka mulutnya lalu Aleta memasukkan sesuap nasi goreng itu ke dalam mulut Nata.
"Nat, luka-luka kamu masih kerasa sakit gak?" tanya Aleta.
"Udah gak kok," jawab Nata sambil menyuapkan sesendok nasi goreng pada Aleta.
"Boong. Nanti aku olesin salep lagi ya ke punggung kamu biar kamu cepet sembuh," ujar Aleta.
Aleta tersenyum. "Iya dong. Nat, jalan-jalan yuk," ajak Aleta.
Nata mengerutkan keningnya. "Kemana?" tanya Nata.
"Ke taman bermain, aku pengen nyobain banyak wahana sama kamu di sana," ujar Aleta bersemangat.
"Oke," jawab Nata tersenyum.
Aleta tersenyum senang, tanpa sadar ia memeluk Nata saking senangnya. "Makasih Nat," ujar Aleta.
Nata membalas pelukan Aleta. "Hmm... Aku bakal lakuin apapun yang bisa buat kamu bahagia Ta," ujar Nata.
"Masih pagi udah pelukan aja," sahut Milka.
Aleta langsung menjauhkan tubuhnya dari Nata, ia malu sendiri tertangkap basah berpelukan dengan Nata.
"Ma, aku mau jalan-jalan sama Nata ke taman bermain, boleh kan?" tanya Aleta.
Milka mengangguk. "Boleh, tapi jangan malem-malem ya pulangnya. Berangkatnya pake mobil Mama aja," ujar Milka.
Aleta tersenyum senang lalu memeluk Milka. "Makasih Ma," ujar Aleta.
Milka membalas pelukan Aleta. "Sama-sama Sayang," jawab Milka.
Nata tersenyum tipis melihat kedekatan Aleta dan Milka. Jujur saja, ada sedikit rasa iri di hatinya, ia juga ingin merasakan pelukan hangat dari Bundanya. Ia merindukan Bundanya. "Bunda, aku rindu Bunda," batin Nata.
Milka melepaskan pelukannya. "Udah sana siap-siap," ujar Milka.
"Ya udah, aku mandi dulu ya Nat," ujar Aleta pada Nata.
Nata mengangguk. Aleta berlalu pergi ke kamarnya, kini hanya ada Milka dan Nata di ruang makan. Nata masih diam di tempatnya.
Milka melirik Nata. Milka bisa melihat ada kesedihan yang terpancar dari mata Nata. Milka sudah tahu semua tentang Nata karena Aleta sering menceritakan tentang Nata.
Milka tahu kalau Nata sudah tidak punya Ibu. Milka juga tahu kalau Nata sering disiksa oleh Ayah kandungnya sendiri. Nata pasti sering terluka. Nata butuh penyemangat di dalam hidupnya, dan ia harap Aleta selalu bisa menjadi penyemangat bagi Nata.
Nata membulatkan matanya saat tiba-tiba Milka memeluknya. Milka mengelus punggung Nata. "Tante tau, kamu pasti merindukan pelukan dari seorang Ibu kan. Anggap saja Tante ini Ibu kamu. Jangan sedih lagi Nak," ujar Milka lembut.
Nata tersentak mendengar ucapan Milka. Hatinya menghangat, dengan ragu Nata membalas pelukan Milka. Tanpa sadar air matanya menetes. "Aku rindu Bunda, Tante," gumam Nata.
👑
Kok pas akhir aku netesin air mata ya😆 gimana perasaan kalian di part ini?
Gimana kabar kalian? Semoga baik-baik aja ya. Jaga kesehatannya ❤
Ada yang nunggu aku update lagi kah? 😂