
Happy Reading ❤
Maaf kalau banyak typo ❤
Komen ya jangan malu-malu 😂❤
👑
Aleta mencoba menahan air matanya yang ingin terus menetes. Aleta melihat Alveno yang baru saja turun dari mobilnya, tanpa pikir panjang ia langsung berlari dan memeluk Alveno.
Alveno tersentak saat tiba-tiba Aleta memeluknya. Aleta terisak di pelukan Alveno. "Na-ta ja-hat," lirih Aleta sambil terisak.
Alveno menghembuskan napas pelan. Alveno mengelus punggung Aleta. "Tenang Ta, ada gue," gumam Alveno.
Alveno melepaskan pelukan Aleta. Ia memegang pundak Aleta. Alveno menatap Aleta yang masih saja menangis. "Udah dong jangan nangis. Lo gak malu diliatin banyak orang," jelas Alveno.
Alveno membuka pintu mobilnya lalu menyuruh Aleta untuk masuk ke dalam mobilnya. Aleta hanya diam di tempatnya, ia terus terisak. "Hmm... Mau masuk sendiri atau mau gue gendong masuk ke dalam mobil," tawar Alveno.
Aleta langsung masuk ke dalam mobil Alveno. Alveno tersenyum tipis. Alveno menyuruh Aleta untuk geser sedikit, Alveno duduk di samping Aleta, ia menutup pintu mobilnya.
Aleta melirik Alveno. "Kenapa kamu duduk di sini, siapa yang bakal ngendarain mobilnya kalau kamu duduk di sini?" tanya Aleta bingung.
Alveno mengacak rambut Aleta pelan. Ia mendorong kepala Aleta agar bersandar di bahunya. "Gue bakal lanjuin mobilnya kalau lo udah puas nangisnya," jelas Alveno.
Alveno menyelipkan anak rambut Aleta ke belakang telinga. "Nangisin aja biar lo tenang," ujar Alveno.
Aleta tersenyum tipis. Ia tidak mengerti kenapa ia merasa senyaman ini berada di dekat Alveno padahal ia baru mengenal Alveno beberapa hari yang lalu. "Maaf karena tadi tiba-tiba aku meluk kamu. Aku gak nyangka kamu bakal dateng," ujar Aleta.
Aleta memang sempat bertukaran nomor handphone dengan Alveno waktu beberapa hari yang lalu. Entah kenapa tadi tanpa berpikir panjang ia langsung menghubungi Alveno dan menyuruh Alveno datang menemuinya di sini.
"Nata gak sebaik yang aku kira. Dia cuma permainin aku, dia gak pernah cinta sama aku. Aku salah apa sama dia sampe dia permainin aku kaya gini," curhat Aleta kembali terisak.
Alveno mengelus rambut Aleta. "Pasti ada alesan kenapa dia ngelakuin ini sama lo. Gue bisa liat dari mata dia kalau dia beneran sayang sama lo, mungkin aja dia terpaksa jauhin lo karena suatu alesan yang gak bisa dia bilang ke lo," ujar Alveno.
Aleta langsung menegakkan tubuhnya. Benar juga apa yang dikatakan oleh Alveno, Nata tidak mungkin bersikap seperti ini padanya jika tidak ada sebabnya.
Apa ini karena Putra? Atau karena Arsen? Ia baru ingat kalau kemarin Putra dan Arsen datang ke rumah sakit. Ia yakin ini ada hubungannya dengan Putra atau Arsen.
Aleta melirik Alveno lalu tersenyum lebar. Ia langsung memeluk Alveno. "Makasih, kalau kamu gak bilang kaya tadi mungkin aku bakal bener-bener benci sama Nata dan kehilangan dia," ujar Aleta.
Aleta melepaskan pelukannya dari Alveno. "Aku punya rencana buat Nata nyesel karena udah nyuruh aku jauhin dia. Mau bantuin aku gak? Mau ya," mohon Aleta.
Alveno mengerutkan kening bingung. Walaupun Alveno tidak tahu Aleta akan minta bantuan apa darinya, tapi ia tetap mengangguk. "Oke. Gue bakal lakuin apapun buat lo," jawab Alveno tersenyum tipis.
👑
Hari ini Nata masuk sekolah. Ia sudah pulang dari rumah sakit kemarin. Padahal dokter menyuruhnya istirahat dulu di rumah, tapi Nata menolak. Jujur saja, Nata merindukan Aleta.
Nata tahu sekarang ia harus jauh-jauh dari hidup Aleta. Sekarang, Nata hanya bisa mencintai Aleta dalam diam. Nata tidak pernah berniat sedikitpun untuk melupakan Aleta, biarkan saja perasaannya tetap seperti ini. Mencintai Aleta.
Nata ke sekolah bersama dengan Julian. Ia menumpang di mobil Julian. Nata dan Julian berjalan di koridor dengan gaya coolnya. Sesekali para siswi melirik Nata yang terlihat sangat tampan.
Langkah Nata terhenti saat ia melihat Aleta dan Alveno melangkah ke arahnya. Hati Nata terasa sesak saat melihat Aleta menggengam tangan Alveno. Apa Aleta sudah melupakannya? Itulah pertanyaan yang ada di benak Nata.
Nata tersenyum miris. Aleta sudah pasti melupakan laki-laki brengsek sepertinya. Nata melirik tali sepatu Aleta yang terlepas, saat Aleta melewatinya, ia langsung mencekal pergelangan tangan Aleta.
Aleta terdiam di tempatnya. Jujur saja dari tadi jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
Nata jongkok di depan Aleta. Ia memperbaiki tali sepatu Aleta. Aleta melirik Nata. "Aku tau kamu sayang aku Nat, dan aku juga sayang sama kamu. Aku bakal buat kamu kembali memperjuangkan hubungan kita," batin Aleta.
Nata berdiri setelah selesai memperbaiki tali sepatu Aleta yang terlepas. Tanpa mengatakan apapun Nata langsung pergi meninggalkan Aleta dan juga Alveno.
Julian mengejar langkah Nata. "Siapa cowok yang sama Aleta tadi?" tanya Nata. Nata seperti tidak asing dengan cowok itu. Ia seperti pernah melihatnya. Tapi dimana? Ia lupa.
"Itu Alveno. Dia murid baru dan juga dia...." Julian menggantungkan kalimatnya.
Nata melirik Julian. "Dan juga dia apa?" tanya Nata bingung.
"Dan juga dia... Pacar Aleta," jelas Julian.
Seketika langkah Nata langsung terhenti.
👑
Alhamdulillah bisa update 🤗
Gimana kabar kalian? Semoga kalian baik-baik aja ya❤
Sebenernya kondisi aku lagi drop. Doain ya semoga aku bisa cepet sembuh 😌❤
Gimana perasaan kalian di part ini?
Next gak nih?