Moodboster

Moodboster
{CHAPTER 50}



Happy Reading ❤


Maaf kalau banyak typo ❤


👑


Nata dan Aleta keluar dari mobil. Mereka sudah sampai di taman bermain. Aleta menatap takjub saat melihat banyak wahana yang tersedia di taman bermain itu seperti bianglala, kora-kora, dan lain-lain.


Aleta melirik tangannya yang digenggam oleh Nata. "Naik bianglala yuk Nat," ajak Aleta.


Nata melirik Aleta. "Gak. Kalau nanti kamu pusing gimana," tolak Nata.


Aleta mengerucutkan bibirnya. Nata mendekatkan wajahnya ke telinga Aleta. "Jangan dimajuin bibirnya, mau aku cium ya," bisik Nata.


Aleta membulatkan matanya lalu mendorong Nata pelan. "Ih... Apaan sih Nat," ujar Aleta.


Aleta terus memalingkan wajahnya ke arah lain dan terus mengerucutkan bibirnya. Ngambek. Itulah yang sedang Aleta lakukan, ia sangat ingin menaiki bianglala bersama Nata, tapi Nata malah menolak.


Nata mencubit pipi Aleta pelan. "Kok jadi ngambek gini sih, kamu jadi makin gemesin deh kalau ngambek gini. Ya udah deh yuk naik bianglala," ujar Nata lembut.


Aleta melirik Nata. "Emangnya kamu mau naik bianglala sama aku?" tanya Aleta.


Nata tersenyum tipis. "Mau dong. Aku mau ngelakuin apapun itu asal sama kamu," jawab Nata sambil mengelus pipi Aleta.


Aleta tidak bisa menahan senyuman yang ingin terbit di bibirnya. "Gombal deh," ujar Aleta terkekeh pelan.


Nata melingkarkan tangannya di pinggang Aleta. Aleta meliriknya seperti meminta penjelasan kenapa ia tiba-tiba melingkarkan tangannya di pinggang Aleta. "Biar semua orang tau kalau kamu itu milik aku," jelas Nata.


Aleta terkekeh pelan. Ia melingkarkan tangannya di lengan Nata. "Kalau gitu aku juga mau semua orang tau kalau kamu itu milik aku," balas Aleta.


Aleta dan Nata menaiki bianglala. Aleta menatap takjub sekelilingnya dari atas bianglala. "Indah banget ya pemandangannya dari atas sini Nat," ujar Aleta.


"Iya, indah banget," sahut Nata sambil menatap wajah Aleta yang terlihat bahagia.


Saat putaran ketiga Aleta mulai merasa mual dan pusing. Aleta menyenderkan kepalanya di bahu Nata. "Pusing Nat," keluh Aleta.


Nata merangkul pundak Aleta lalu ia mengelus rambut Aleta. "Tuh kan bener dugaan aku kalau kamu bakal pusing. Meremin dulu aja ya matanya, sebentar lagi juga bianglalanya berhenti," jelas Nata lembut.


Hoeeek... Hoeeek... Hoeeek


Nata memijat leher belakang Aleta. "Kamu gak papa kan Ta?" tanya Nata cemas.


Setelah bianglala berhenti Aleta langsung keluar dan memuntahkan isi perutnya. Ia benar-benar merasa mual, ia jadi merasa menyesal telah menaiki wahana bianglala itu.


Nata merasa khawatir dengan keadaan Aleta. Bibir Aleta terlihat pucat. "Maaf ya Ta," lirih Nata pelan.


Aleta menatap Nata bingung. "Buat apa minta maaf Nat?" tanya Aleta bingung.


"Harusnya tadi aku gak ngijinin kamu buat naik bianglala, tapi aku malah ngijinin terus buat kamu sampe muntah-muntah gini," jelas Nata merasa bersalah.


Aleta menegakkan tubuhnya. Ia telah selesai memuntahkan isi perutnya. Aleta menggenggam tangan Nata sambil mengelusnya. "Kamu gak salah Nat. Jangan suka nyalahin diri kamu sendiri kaya gini padahal kamu gak salah apa-apa," ujar Aleta.


Nata mengulurkan tangannya lalu menyentuh bibir Aleta. "Bibir kamu pucat, duduk dulu yuk," ajak Nata.


Aleta melirik Nata lalu menggelengkan kepalanya. "Gak usah Nat. Aku masih sanggup jalan kok," tolak Aleta.


"Aku gak nerima penolakan," tegas Nata. Nata membungkukkan badannya di depan Aleta. "Naik," perintah Nata.


Aleta menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Nat, di sini banyak orang, emang kamu gak malu kalau gendong aku?" tanya Aleta.


"Ngapain harus malu? Kalau menyangkut apapun tentang kamu aku gak bakal malu Ta," jelas Nata.


Aleta naik ke atas punggung Nata lalu ia melingkarkan tangannya di leher Nata. Nata mengangkat tubuh Aleta dengan hati-hati.


Aleta menaruh dagunya di atas bahu Nata. Ia tidak memperdulikan tatapan aneh dari orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Kamu gak ilfil sama aku kan Nat?" tanya Aleta.


Nata mengerutkan keningnya bingung. "Ilfil kenapa?" tanya Nata.


"Itu loh tadi aku muntah di depan kamu, jangan ilfil sama aku ya Nat," pinta Aleta. Sebenarnya Aleta merasa malu karena muntah di depan Nata. Ia takut Nata akan ilfil padanya.


"Gak ada kata ilfil buat kamu, adanya kata cinta," jawab Nata.


Aleta merasakan kembali pipinya yang terasa panas. Aleta tersenyum tipis.


Nata mendudukkan Aleta di kursi panjang yang tersedia di taman bermain itu. Nata melirik bibir Aleta yang masih terlihat pucat. "Tunggu di sini dulu ya aku mau beli teh anget buat kamu supaya kamu lebih seger," ujar Nata.


Aleta mengangguk. "Jangan lama-lama Nat," ujar Aleta.


Nata mengangguk lalu berbalik pergi. Aleta menunggu selama beberapa menit sampai akhirnya Nata kembali dengan membawa teh hangat untuknya.


Nata duduk di samping Aleta lalu menyodorkan teh hangat itu pada Aleta. "Minum Ta," ujar Nata.


Aleta mengambil teh hangat itu dari tangan Nata. Nata melirik Aleta lalu menjulurkan tangannya menyelipkan anak rambut Aleta ke belakang telinga agar Aleta lebih mudah meminum teh hangatnya. "Masih pusing gak?" tanya Nata.


Aleta menggeleng pelan. "Udah mendingan kok Nat, makasih ya," ucap Aleta sambil tersenyum menatap Nata.


Nata membalas senyuman Aleta. "Sama-sama Sayang. Kalau kamu masih pusing kita pulang aja ya biar kamu istirahat di rumah," tawar Nata.


"Aku udah gak papa kok Nat. Aku pengen ngabisin waktu seharian ini sama kamu Nat," ujar Aleta.


"Ya udah. Tapi kalau kamu pusing lagi kita pulang ya," Aleta langsung menyetujui ucapan Nata.


👑


Maaf ya baru bisa update 😁 kangen gak nih sama updatean aku, kayanya biasa aja ya😂


Gimana perasaan kalian di part ini?


Maaf ya kalau ceritanya ngebosenin ❤


Apa kabar? Semoga kalian baik-baik aja ya. Jaga kesehatannya ❤


Ada yang mau aku next lagi gak nih? 😂