Moodboster

Moodboster
{CHAPTER 52}



Happy Reading ❤


Maaf kalau banyak typo ❤


👑


Tanpa terasa Nata sudah seminggu tinggal di rumah Aleta. Hari ini Nata ingin mengunjungi Putra, ia merindukan Putra.


Perasaan Nata juga tiba-tiba tidak enak memikirkan Putra. Nata bersiap-siap untuk ke rumahnya. Saat ia keluar kamarnya ia melihat Milka sedang duduk di sofa ruang tamu. "Tante," sapa Nata.


Milka melirik Nata. "Ada apa Nat? Butuh sesuatu?" tanya Milka.


Nata menggelengkan kepalanya. "Gak Tante, aku cuma mau ke rumah jengukin Papa. Kalau Aleta udah bangun suruh Aleta sarapan ya Tante aku udah siapin sarapannya," ujar Nata.


Milka tersenyum tipis lalu mengangguk. "Kamu gak papa kesana sendirian? Tante temenin aja ya," tawar Milka. Milka takut Putra akan kembali menyakiti Nata.


Nata menggeleng pelan. "Gak usah Tante," Nata mendekati Milka kalau mencium punggung tangan Milka. "Aku berangkat dulu ya Tante," ujar Nata.


"Kamu pake apa berangkat ke sananya?" tanya Milka.


"Naik taksi aja Tante," jawab Nata.


"Pake mobil Tante aja ya," tawar Milka.


Nata langsung menggeleng. "Gak usah Tante, aku pergi dulu ya," Nata langsung melangkah keluar dari rumah Aleta. Perasaannya semakin tidak enak. Apa ada sesuatu yang terjadi pada Putra? Ia harap tidak ada hal buruk yang menimpa Putra.


Rina masuk ke dalam kamar Arsen. Ia melihat Arsen sedang duduk di atas kasur sambil memainkan handphonenya. Rina mengunci kamar kamar Arsen lalu ia mendekati Arsen. "Kita harus jalanin rencananya sekarang," ujar Rina.


Arsen mematikan ponselnya lalu menatap Rina. "Oke. Aku juga gak sabar nguasain hartanya Papa Ma," sahut Arsen.


Arsen berdiri lalu ia mengambil sesuatu dari laci lemarinya. Arsen menyerahkan botol kecil yang berisi racun kepada Rina. "Ini Ma, katanya racun ini bakal langsung membunuh orang yang meminumnya," jelas Arsen.


Rina tersenyum lebar. Ia mengambil botol kecil itu dari tangan Arsen. "Bagus Sayang, setelah dia mati kita bisa nguasain semua hartanya," ujar Rina. Ia tidak sabar menguasi semua harta kekayaan Putra.


"Kalau gitu Mama mau nuangin racun ini ke minuman Papa kamu," ujar Rina.


Rina membuka pintu kamar Arsen. Tubuhnya seketika menegang saat melihat Putra ada di depan kamar Arsen. Apa Putra mendengar semua percakapannya dengan Arsen?


Putra menggelengkan kepalanya tidak percaya. Ia dapat mendengar semua percakapan Arsen dan Rina dari awal.


Rina yakin Putra mendengar percakapannya dengan Arsen. Ia mencekal pergelangan tangan Putra. "Arsen!" panggil Rina.


Arsen langsung menyusul Rina keluar. Ia tersentak saat melihat Putra. Arsen kembali ke kamarnya lalu ia membuka laci yang terdapat pistol di dalamnya.


"Jangan berani kabur Pa atau Papa mati karena pistol ini," ancam Arsen sambil memperlihatkan pistol yang ada di tangan kanannya.


Putra menegang. Ia tidak tahu saat ini ia harus melakukan apa. Putra langsung teringat Nata, ia menyesal karena tidak mempercayai ucapan Nata.


"Kenapa kalian jahat sama Papa?" tanya Putra pelan.


Putra tidak pernah menyangka Arsen dan Rina yang sangat ia sayangi ternyata hanya ingin menguasai semua hartanya.


Rina membuka tutup racun itu lalu ia menyodorkan racun itu ke mulut Putra. "Minum!" ujar Rina.


"Papa!" Rina, Putra, dan Arsen langsung menoleh ke arah sumber suara. Nata mengepalkan kedua tangannya lalu ia bergegas mendekati Arsen dan Rina.


Nata mendorong tubuh Rina dengan kasar sampai kepala Rina terbentur dinding yang ada di belakangnya. Arsen membulatkan matanya lalu mendekati Rina. "Mama gak papa?" tanya Arsen cemas.


Rina memegangi kepalanya yang terasa sakit. Rina melirik Nata dengan tatapan tajamnya. "Brengsek!" umpat Rina.


Nata berdiri di depan Putra, ia menyembunyikan tubuh Putra di balik punggungnya. "Papa jangan takut, ada aku yang bakal ngelindungin Papa," lirih Nata pelan.


Putra menatap Nata tidak percaya. Kenapa Nata masih tetap bersikap baik padanya padahal ia selalu bersikap kejam pada Nata? Hati Putra terasa sesak saat ia mengingat bagaimana kejamnya ia menyiksa Nata. "Maafin Papa Nata," lirih Putra merasa menyesal.


Nata melirik Putra sekilas lalu tersenyum tipis. "Papa gak perlu minta maaf, Papa gak punya salah apa-apa sama aku," ujar Nata lembut.


Arsen menyerahkan pistolnya pada Rina lalu ia mendekati Nata dan langsung melayangkan pukulan pada Nata. "******* lo berani nyakitin Mama gue!" kelas Arsen.


Nata membalas pukulan Arsen. Putra melirik Nata dan Arsen yang saling memukul. Saat Putra ingin maju membantu Nata. "Jangan bergerak!" peringat Rina sambil menodongkan pistol ke arah Putra.


DOR!


"NATA!" teriak Putra.


Rina tersenyum puas. Tadi ia berniat menembak Putra tapi Nata malah melindungi Putra sampai Nata yang jadi korban tembakan itu. Tembakan itu tepat mengenai jantung Nata.


Nata memegangi area jantungnya yang terus mengeluarkan darah. Nata terkulai lemas di lantai, dengan cepat Putra memangku kepala Nata. "Nata," panggil Putra, kini air matanya terjatuh tepat di pipi Nata.


Nata membuka matanya perlahan. Nata melihat Putra yang sedang menangis, Nata mengulurkan tangannya menyentuh pipi Putra. "Papa jang-an nang-is. Nata gak papa Pa," lirih Nata pelan sambil memperlihatkan senyumnya.


"Maafin Papa Nata. Maafin Papa, kamu harus bertahan demi Papa Nata. Papa gak mau hidup tanpa kamu," lirih Putra sambil menangis.


"Ck, drama banget," gumam Rina.


"Arsen, ayo kita ambil semuanya di kamar Papa kamu," ujar Rina pada Arsen.


Arsen langsung mengangguk. Ia jijik melihat drama yang sedang dilakukan oleh Putra dan Nata.


"Nata bangun! Bangun Nak, jangan tinggalin Papa!" teriak Putra sambil menggoyang-goyangkan tubuh Nata yang sudah tak berdaya di pangkuannya.


"Nata!" teriak seseorang dari arah pintu. Orang itu langsung berlari mendekati Nata dan juga Putra. Orang itu langsung meneteskan air matanya ketika melihat Nata sudah tidak berdaya dipangkuan Putra. "Na-ta bang-un," lirih orang itu dengan suara yang gemetar.


👑


Wah gimana nih perasaan kalian di part ini?


Maaf ya kalau ceritanya makin gaje dan ngebosenin 😆


Bentar lagi mau ngedeketin ending nih. Mau endingnya sad atau happy? 😆


Apa kabar? Semoga kalian baik-baik aja ya. Jaga kesehatannya ❤


Ada yang mau aku next lagi gak nih? 😆


Follow IG aku ya _JihanSenja_😆❤