
Happy Reading β€
Maaf kalau banyak typo β€
Jangan malu-malu buat komen ya, aku seneng banget kalau kalian komenπβ€
π
Nata menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Julian. Pacar Aleta? Apakah itu benar? Ia tidak yakin.
Nata melirik Julian. "Lo gak bohong kan?" tanya Nata yang sepenuhnya belum percaya dengan ucapan Julian.
Julian membalas lirikan Nata. "Ngapain gue bohong. Mereka udah jadian dari kemarin, Aleta sendiri yang ngasih tau gue kalau dia jadian sama cowok itu," terang Julian.
Nata mengerutkan keningnya. Rasa sakit mulai menjalar di hatinya. "Kenapa Aleta ngomong ke lo kalau dia jadian sama cowok itu?" tanya Nata.
"Kemarin gue ngeliat Aleta jalan sama cowok itu. Gue nanya sama Aleta cowok itu siapa dia, terus dia jawab kalau itu pacar dia," jelas Julian.
Julian sudah tahu semua rencana Aleta. Julian juga sudah mengatakan yang sebenernya pada Aleta. Ia tidak akan membiarkan Putra menghancurkan hubungan Aleta dan Nata. Julian ingin melihat Nata bahagia dengan orang yang dia cintai.
Nata menunduk. Ia menghembuskan napas kasar. Hatinya terasa begitu sesak, apa Aleta sudah melupakannya secepat ini? Kalaupun Aleta sudah benar-benar melupakannya, ia tidak akan melupakan Aleta. Ia akan tetap mencintai Aleta.
"Gue mau tau tentang cowok itu. Gue harus tau dia baik atau gak buat Aleta, gue gak mau Aleta salah milih cowok," ujar Nata.
Julian menepuk pundak Nata pelan. "Nama dia Alveno, dia masuk ke kelas IPS 1. Udah sih itu doang yang gue tau tentang dia. Nat, apa lo gak mau perjuangin Aleta lagi? Gue tau lo masih cinta sama Aleta Nat," ujar Julian.
Nata tetap menunduk. Nata memandang sepatunya dengan tatapan sendu. Apa hubungannya dengan Aleta benar-benar sudah berakhir? Ia ingin sekali terus memperjuangkan Aleta. Tapi ia juga tidak mau kalau Aleta terluka.
"Gue gak mau Aleta terluka. Gue gak mau bawa Aleta kedalam masalah gue. Gue mau Aleta hidup tenang dan bahagia walaupun kebahagiaan dia bukan sama gue," terang Nata.
Bel pelajaran pertama berbunyi di penjuru sekolah. Hari ini pelajaran pertama di kelas Aleta adalah olahraga, Aleta dan teman-temannya segara bersiap untuk ke lapangan sekolah.
Guru olahraga yang bernama Bimo berdiri di depan murid-muridnya yang sedang berkumpul di lapangan. "Ayo-ayo bikin barisan yang rapi," tegas Bimo.
Aleta berdiri di barisan tengah bersama iris yang ada di sampingnya. Aleta melirik sekelilingnya, ia mencari keberadaan Nata, tapi ia tidak menemukan keberadaan Nata di barisan laki-laki.
Iris menyenggol lengan Aleta. "Nyari siapa sih? Nata ya," bisik Iris.
Aleta melirik Iris. "Gak kok. Aku cuma lagi liat-liat sekitar aja," elak Aleta.
Iris tersenyum tipis. Ia merangkul pundak Aleta. "Jangan bohong sama gue Ta. Lo tuh gak pinter buat bohong, gue tau gimana lo pas lo bohong ke gue," ujar Iris.
Aleta tersenyum malu. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Iya deh aku jujur. Aku emang lagi nyari Nata, dia dimana ya, kok gak ada sih?" tanya Aleta. Matanya terus mencari keberadaan Nata.
"Palingan juga dia bolos," jawab Iris.
"NATA!" panggil Bimo.
Semua mata langsung tertuju pada Nata yang baru saja datang.
"Nata ganteng banget pake baju olahraga gitu,"
"Pacar gue tuh," ujar salah satu cewek di barisan paling belakang.
"Eleh... Ngaku-ngaku aja lo, pacar gue itu," sahut cewek lainnya.
"Dia calon masa depan aku," batin Aleta.
Nata sudah berdiri di depan Bimo. "Kenapa kamu telat?!" tanya Bimo dengan nada tegasnya.
"Saya abis ganti baju Pak," jawab Nata.
Bimo berdecak pelan. Ia menyuruh Nata untuk berbaris. Nata menuruti ucapan Bimo.
Bimo sudah memberitahukan pada murid-muridnya kalau hari ini ia akan mengambil nilai dari lari jarak pendek.
Bimo menyuruh anak muridnya yang cewek bersiap-siap untuk lari. Yang pertama dipanggil adalah Aleta, Aleta segera bersiap-siap lari dengan teman-temannya yang lain.
Nata terus memperhatikan gerak-gerik Aleta. Nata tersentak saat menyadari kalau tali sepatu Aleta terlepas. Bimo mulai menghitung mundur. "Satu... Dua... Tiga," Aleta dan teman-temannya langsung belari dengan kecepatan penuh.
BRUK
Semua mata langsung tertuju pada asal suara itu. Nata berlari mendekati Aleta yang tersungkur di tanah.
Nata mendudukkan Aleta dengan hati-hati. Ia melihat pelipis Aleta yang terus mengeluarkan darah. Nata menangkup pipi Aleta. "Lo gak papa?" tanya Nata cemas.
Aleta hanya diam. Dalam hatinya ia sangat senang karena Nata masih memperdulikannya.
Semua orang mengerubuni Aleta dan juga Nata. "Aleta kamu gak papa?" tanya Bimo.
"Lebih baik Aleta dibawa ke UKS aja," lanjut Bimo.
"Biar saya aja yang bawa Aleta ke UKS Pak," sahut Nata.
"Yakin kamu mau bawa Aleta ke UKS?" tanya Bimo. Bimo tahu kalau Nata baru keluar dari rumah sakit, ia takut Nata masih belum sembuh total dan kembali drop jika harus membawa Aleta ke UKS.
Nata mengangkat tubuh Aleta dengan hati-hati. Dengan refleks Aleta melingkarkan tangannya di leher Aleta, Aleta tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Nata.
Nata mulai melangkah. Ia menatap lurus kedepan. "Hati-hati ya Nata," ujar Bimo.
Iris berniat mengikuti Nata. Tapi ia mengurunkan niatnya itu, ia percaya kalau Nata tidak akan berbuat macem-macem pada Aleta.
Nata terus melangkah dengan Aleta yang ada di gendongannya. Aleta terus menatap Nata, ia bisa melihat dari tatapan mata Nata kalau ia sedang merasa khawatir.
"Aku sayang kamu Nat," lirih Aleta. Aleta tidak tahu apa Nata mendengar ucapannya atau tidak. Aleta mengucapkannya dengan pelan, tapi ia yakin kalau Nata mendengar ucapannya.
"Aleta!" panggil Alveno. Alveno berdiri tak jauh dari Nata, Alveno langsung lari mendekati Nata dan juga Aleta. Alveno mendengar dari seseorang kalau Aleta terjatuh di lapangan, tanpa berpikir panjang ia langsung keluar kelas mencari keberadaan Aleta.
Alveno bisa melihat luka di pelipis Aleta dan juga luka di kaki Aleta. Alveno mengelus pipi Aleta. "Kenapa lo bisa jatoh sih? Gue khawatir banget sama lo," ungkap Alveno.
Nata hanya diam. Hatinya terasa begitu sesak. Ia bisa melihat dari raut wajah Alveno kalau Alveno benar-benar mencemaskan keadaan Aleta.
Alveno menatap Nata. "Biar gue yang gendong Aleta," ujar Alveno.
π
Maaf baru update β€
Apa kabar semuanya? Semoga kalian sehat selalu ya, jaga kesehatannya, dan juga stay with home β€
Gimana perasaan kalian di part ini?
Next gak nih?