
Happy Reading ❤
👑
Julian memberhentikan mobilnya saat sudah sampai di depan rumah Aleta. Nata melirik Aleta yang tertidur di pangkuannya. Sepertinya Aleta kelelahan sampai tertidur pulas seperti ini.
"Jul, bantuin bawa koper gue ya. Gue mau gendong Aleta," pinta Nata.
Julian melirik Nata dari keca spion mobilnya. "Bangunin aja elah ribet amat, lagian lo juga masih luka-luka jangan gendong yang berat-berat dong," cetus Julian.
Nata memutar bola matanya malas. "Bacot," sinis Nata. Nata menyenderkan kepala Aleta di sandaran jok mobil, Nata membuka pintu mobil lalu ia keluar dari mobil Julian. Dengan sangat hati-hati Nata mengangkat tubuh Aleta, ia tidak mau membuat Aleta terbangun.
"Nat, biar gue aja deh yang gendong Aleta," sahut Julian.
Nata melirik sinis pada Julian. "Mau mati lo? Hah!" sinis Nata. Nata tidak suka jika ada laki-laki yang berani menyentuh Aleta selain dirinya.
Julian menghembuskan napas pelan. "Galak amat tuh bocah," gumam Julian. Julian keluar dari mobilnya, ia mengambil koper Nata yang ada di bagasi mobilnya.
Julian lebih dulu jalan di depan Nata. Ia membunyikan bel rumah Aleta. Seteleh menunggu beberapa saat, pintu terbuka.
Milka membulatkan matanya saat melihat Aleta berada di gendongan Nata. "Aleta kenapa?" cemas Milka.
"Gak papa kok Tante, Aleta cuma lagi tidur," jawab Nata pelan.
"Lagi tidur tapi kek orang mati **** gak bangun-bangun," sahut Julian.
Nata membulatkan matanya pada Julian. "Gak sopan banget sih lo," kesal Nata.
"Maafin ucapan temen saya ya Tante," lanjut Nata.
Milka terkekeh pelan. "Iya gak papa kok Nata. Aleta emang gitu kalau udah tidur susah dibanguninnya," jelas Milka.
"Ayuk masuk dulu," Milka mempersilahkan Nata dan juga Julian untuk masuk ke dalam rumahnya. Aleta sudah memberitahunya kalau Nata akan tinggal di rumahnya, dengan senang hati Milka menerimanya.
"Nata, baringin Aleta di kamarnya aja. Tante mau buat minuman dulu buat kamu dan juga temen kamu," ujar Milka.
Nata mengangguk. Ia melangkah ke kamar Aleta. Nata membuka pintu kamar Aleta. Nata membaringkan tubuh Aleta di atas kasur, ia juga tidak lupa menyelimuti tubuh Aleta.
Nata menyelipkan anak rambut Aleta ke belakang telinga. Nata tersenyum tipis saat melihat wajah cantik Aleta yang sedang tertidur, Nata mendekatkan wajahnya ke arah Aleta lalu ia mengecup pelan dahi Aleta. "Mimpi indah Sayang," ujar Nata.
Nata tanpa sengaja melirik bingkai foto yang ada di atas nakas. Nata mengernyitkan alisnya saat melihat di bingkai foto itu terdapat Aleta dan juga seorang laki-laki yang ia tidak tahu siapa.
Nata tidak pernah melihat laki-laki di foto itu sebelumnya. Dia siapa? Nata mengepalkan kedua tangannya. Kenapa ia jadi merasa kesal saat melihat Aleta terlihat sangat bahagia di foto itu.
Nata menghembuskan napas kasar. Ia melangkah keluar dari kamar Aleta, Nata mendekati Julian yang sedang duduk santai di ruang tamu.
Nata duduk di samping Julian. "*******," umpat Nata.
Nata mengacak rambutnya frustasi. Ia masih mengingat dengan jelas foto tadi, dan itu membuatnya semakin kesal karena tidak bisa mengendalikan perasaannya.
"Akh, *******," Nata kembali mengumpat.
Julian menatap Nata dengan horor. Julian berdiri lalu menjauhkan dirinya dari Nata, ia takut tiba-tiba Nata mengamuk. "Nat, sadar Nat," ujar Julian dari jauh.
"Nat," panggil Julian. Nata tidak menyahuti ucapan Julian, ia menundukkan kepalanya.
Julian mencoba memanggil nama Nata beberapa kali, tapi Nata tak kunjung menyahutinya. "Wah beneran kesurupan nih bocah," gumam Julian.
Julian mengacak rambutnya frustasi. Ia bingung harus bagaimana sekarang. Apa dia memanggil Milka saja? Tapi dia tidak mau merepotkan Milka.
Julian mendekati Nata. Ia berdiri di depan Nata lalu menaruh tangan kanannya di atas kepala Nata. Julian memejamkan matanya sambil membaca-bacakan doa untuk Nata.
Nata menegakkan kepalanya. Nata mengernyitkan alisnya saat melihat tingkah aneh Julian. "Nih bocah lagi apa?" batin Nata bingung.
Julian membuka matanya lalu dengan cepat ia menggoyang-goyangkan bahu Nata. "Saha ieu?! Keluar kamu dari tubuh temen saya!" tegas Julian.
Nata semakin dibuat bingung oleh sikap Julian. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Julian?
Nata dengan refleks memejamkan matanya saat tiba-tiba Julian meludahi wajahnya. Apa dia sudah gila! Nata membuka kedua matanya lalu mendorong Julian sampai Julian terduduk di lantai. "Jorok banget sih lo!" kesal Nata.
Nata mengambil tisu yang ada di dekatnya lalu dengan cepat ia mengelap wajahnya. Sementara Julian sedang memegangi bokongnya yang terasa ngilu. "Aduh sakit banget bokong gue," ringis Julian.
Nata mengulurkan tangannya untuk membantu Julian berdiri. "Lo ngapain sih tadi! Mau cari mati ya!" kesal Nata.
Julian kembali duduk di sofa. Ia melirik Nata. "Gue kira lo kesurupan jadi gue baca-bacain doa buat lo terus kan biasanya orang kesurupan disembur tuh karena gak ada air di deket gue jadi gue ludahin aja muka lo," jelas Julian jujur.
Nata menoyor kepala Julian. "Anying emang lo," umpat Nata.
"Ekh, Nata gak boleh ngomong kasar gitu," sahut Milka lembut. Milka mendekati Nata dan Julian sambil membawa nampan yang berisi minuman dan makanan ringan.
Nata menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia menunduk malu. "Hehe... Maaf Tante," ujar Nata.
Julian tersenyum puas. "****** lo dimarahin calon mertua," bisik Julian tepat di telinga Julian.
👑
Gak tau kenapa aku bikin part ini ketawa sendiri lucu aja sama sikap Julian dan Nata. Kalau menurut kalian part ini gimana?
Apa kabar? Semoga kalian baik-baik aja ya. Jaga kesehatannya ❤
Next gak nih?