
Happy Reading ❤
Maaf kalau banyak typo ❤
👑
Setelah duduk beberapa saat Aleta mengajak Nata untuk berkeliling taman bermain. Aleta langsung menolak saat Nata menawarkan untuk menggendongnya. Kenapa Nata memanjakannya seperti ini? Entahlah, tapi Aleta bahagia Nata bersikap seperti ini padanya.
Aleta merangkul lengan Nata. "Beneran gak mau aku gendong nih?" tanya Nata memastikan.
Aleta melirik Nata. "Gak usah Nat. Nanti kamu kecapean kalau gendong aku," jawab Aleta.
Aleta mengajak Nata untuk masuk ke dalam rumah hantu. Nata sempat menolak, tapi ia terus memaksanya sampai Nata mau mengalah padanya.
Ketika Aleta dan Nata memasuki rumah hantu itu mereka merasakan bulu kuduknya yang meremang. Keadaan di dalem sana gelap hanya ada sedikit cahaya remang-remang.
Aleta mengeratkan rangkulan tangannya pada Nata. Belum apa-apa ia sudah mulai merasa takut.
Nata merangkul pundak Aleta. "Jangan takut, ada aku Ta," ujar Nata pelan.
Nata dan Aleta mulai memasuki lebih dalam rumah hantu itu. Suara jeritan-jeritan mulai terdengar memekikkan telinga mereka.
"Huaaa!" teriak Aleta saat tiba-tiba ada sosok pocong yang muncul di depannya dengan tiba-tiba. Dengan refleks Aleta merangkul tubuh Nata. Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Nata.
Nata mengelus punggung Aleta. Nata melirik sosok pocong yang masih berdiri di depannya. "Jangan ngagetin orang dong Cong! Kalau orangnya jantungan gimana!" sinis Nata.
Sosok pocong itu melongos pelan. "Lo juga jangan pelukan di depan jomblo dong!" balas sosok pocong itu.
Aleta menjauhkan badannya dari Nata. Ia melirik sosok pocong itu. "Kamu ngagetin aja Cong," sahut Aleta.
Sosok itu tersenyum pada Aleta. Sosok pocong itu mengeluarkan tangannya dari kain putih yang membalutnya. "Lo cantik juga, kenalan dong, nama gue Mars," ujar sosok pocong yang bernama Mars itu.
Nata melirik sinis pada Mars. "Lo mau mati beneran biar jadi pocong ya! Sini gue bantuin lo buat mati!" galak Nata.
Mars langsung memundurkan langkahnya menatap Nata dengan perasaan takut. Aura Nata benar-benar menakutkan. "Kalem elah, galak amat. Kalau gitu gue pergi dulu," Mars berbalik pergi sambil melompat-lompat.
Aleta terkekeh pelan. Nata melirik Aleta bingung. "Kenapa ketawa?" tanya Nata.
Aleta berjinjit lalu mengacak-acak rambut Nata pelan. "Kamu lucu banget sih Nat masa sama pocong aja cemburu," jawab Aleta sambil memperlihatkan senyum manisnya.
Nata memalingkan wajahnya ke arah lain. Kenapa senyum Aleta mampu buat jantungnya berpacu dengan sangat cepat.
Aleta dan Nata keluar dari rumah hantu itu dengan perasaan lega. Mereka sudah menaiki banyak wahana sampai mereka merasa kelelahan.
Aleta menatap kagum gulali besar berwarna pink cerah yang tidak jauh darinya. Aleta langsung menarik tangan Nata untuk mendekati gulali itu. Ia ingin membeli gulali itu.
Aleta merasa puas setelah membeli gulali itu. Nata merangkul pundak Aleta. "Udah yuk duduk dulu," ajak Nata.
Aleta dan Nata duduk di kursi panjang yang sebelumnya pernah ia tempati dengan Aleta. Aleta menyodorkan gulalinya pada Nata. "Mau gak Nat," tawar Aleta.
Nata menggelengkan kepalanya lalu ia menepuk-nepuk pelan pucuk kepala Aleta. "Gak usah buat kamu aja, abisin ya," jawab Nata.
Nata menyenderkan kepalanya di kursi lalu ia memejam matanya. Aleta melirik Nata yang tampak kelelahan, Aleta mengulurkan tangannya mengelus rambut hitam milik Nata. "Kamu pasti cape banget ya Nat, abis ini kita pulang aja ya," ujar Aleta.
Nata membuka matanya lalu ia melirik Aleta yang sedang memakan gulali. Aleta membulatkan matanya saat tiba-tiba Nata ikut memakan gulalinya sampai dahinya dengan dahi Nata bersentuhan.
Nata menatap mata Aleta dengan dahi yang masih saling menempel. "Gulalinya tambah manis karena ada kamu," ujar Nata menjauhkan tubuhnya dari Aleta.
"Pulang yuk Ta," ajak Nata.
Aleta mengangguk lalu ia berdiri. Aleta mengerutkan keningnya saat Nata membungkukkan badannya membelakanginya. "Naik," ujar Nata.
Aleta tersentak. "Nat, aku bisa jalan sendiri gak usah kaya gini akh," ujar Aleta pelan.
"Parkiran mobil jauh, aku gak mau kamu makin kecapean. Buruan naik ke punggung aku atau mau gendong paksa," ujar Nata.
Aleta langsung mengalungkan tangannya di leher Nata sambil memegangi gulalinya yang masih tersisa. Nata Mengangkat tubuh Aleta dengan hati-hati. "Sebentar aja ya gendong akunya Nat, aku juga gak mau kamu tambah kecapean gara-gara gendong aku," jelas Aleta.
Nata melirik Aleta. Nata tersenyum tipis saat melihat Aleta malah tertidur di gendongannya. Nata membungkukkan pelan badannya untuk mengambil gulali itu lalu membuangnya ke tempat sampah terdekat.
Nata menidurkan Aleta di kursi mobil paling depan, ia juga memasangkan seatbelt pada Aleta. Setelah itu Nata memutari mobilnya lalu masuk ke dalam mobil. Nata langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Nata telah sampai di depan rumah Aleta. Nata memasukkan mobil Aleta ke dalam garasi. Setelah itu ia mengangkat tubuh Aleta untuk masuk ke dalam rumah.
Nata melihat Milka sedang duduk di sofa ruang tamu. "Assalamu'alaikum," salam Nata.
Milka melirik ke arah Nata. Milka berdiri mendekati Nata. "Aleta tidur lagi ya Nat?" tanya Milka.
"Iya Tante, mungkin karena Aleta kelelahan. Aku baringin Aleta di kamar dulu ya Tante," ujar Nata.
Milka mengangguk. "Tante sisain makanan di lemari dapur, kalau kamu laper makan aja ya," ucap Milka lembut.
Nata mengangguk. Nata melangkah ke kamar Aleta lalu ia membaringkan tubuh Aleta di atas kasur. Nata melepaskan sepatu yang sedang Aleta pakai lalu ia menyelimuti tubuh Aleta.
Nata mengecup dahi Aleta. "Mimpi indah Sayang," ujar Nata setelah itu ia keluar dari kamar Aleta.
Aleta terbangun dari tidurnya. Ia mengecek ponselnya lalu ia melihat jam menunjukkan pukul dua malam.
Aleta tidak sengaja membuka akun instagramnya. Pipi Aleta terasa panas dan jantungnya mulai berdegup kencang saat melihat postingan Nata.
Nata this beautiful woman is mine
3.867 Likes
1.534 View all comments
JulianPratama eleh bucin lo Nat.
Bela_ Nat, kayanya kamu salah foto deh, harusnya kan yang diposting foto aku :(
Iris Ciee ternyata Nata bisa bucin juga nih😂
Nata @JulianPratama jomblo mah mending diem aja😜
FansNata Huaa! Hatiku sakit Mas :(
JulianPratama Buat @Nata fucek🖕😑
Aleta terkekeh geli melihat komen-komenan itu. Ia tidak pernah menduga Nata akan memposting potonya seperti ini. Captionnya berhasil membuat hati Aleta jadi ambyar.
Aleta melangkah keluar kamarnya. Ia masuk ke dalam kamar Nata yang berada tepat di sebelah kamarnya, Aleta melihat Nata sudah tidur.
Aleta mendekati Nata. Aleta melihat tangan Nata yang sedang menggenggam sebuah bingkai foto, Aleta mengambil bingkai foto itu dengan hati-hati.
Aleta melihat bingkai foto itu sedikit basah. Ia bisa menduga kalau itu adalah air mata Nata. Aleta mengusap bingkai foto itu, di foto itu terdapat Nata, Putra, dan juga ia bisa menebak kalau wanita yang ada di foto itu adalah Ibu kandungnya Nata.
Aleta tersenyum tipis sambil memandangi foto Ibunya Nata. "Tante tenang aja ya, aku pasti bakal selalu jagain Nata dan aku juga bakal berusaha buat Nata terus bisa bahagia," gumam Aleta pelan.
Aleta menaruh bingkai foto itu di atas nakas. Sebelum ia pergi dari kamar Nata ia mengecup dari Nata. "Aku sayang kamu Nat," ujar Aleta pelan.
👑
Gimana perasaan kalian di part ini?
Maaf ya kalau ceritanya ngebosenin ❤
Gimana kabarnya? Semoga kalian baik-baik aja ya. Jaga kesehatannya ❤
Ada yang mau aku next lagi kah? 😆
Follow IG aku ya _JihanSenja_ 😆