MARRIED WITH MR. COOL

MARRIED WITH MR. COOL
NASI SUDAH MENJADI BUBUR



Natan masih tersenyum melihat gelagat Raya yang tampak sangat tidak terbiasa dengan perlakukan pria yang terkenal seperti manusia es dari kutub utara.


“Rangkullah lengan tangan saya. Hal ini yang biasa dilakukan oleh sepasang suami istri kan?” celetuk Natan seraya berjalan dengan fokus ke depan.


Sedangkan Raya sejak tadi melihat para tamu undangan yang sangat berkelas menuju ke gedung untuk disambut oleh pembelai pria dan wanita.


Hmm!


Karena tidak ada pendapat lagi, Raya segera meranggul lengan berotot Natan yang begitu menawan itu dan mereka pun berjalan menuju ke dalam.


Semua pasang mata memperhatikan Natan dan Raya, mereka benar-benar tampak seperti pasangan yang sangat idaman. Natan yang memiliki wajah, bentuk tubuh, dari ujung rambut sampai ujung kaki begitu tampak sempura, disandingkan dengan seorang wanita yang tampak begitu anggun dan elegan. Membuat semua pasang mata terkagum-kagum.


Semua tamu undangan malah menoleh ke arah pria dan wanita yang baru saja datang dari luar gedung, membuat penggantin baik pria dan wanita terheran lantas bertanya dalam hati, ‘Siapakah yang datang? Mengapa semua orang terpanah melihat kedatangan tamu yang menuju ke dalam?’


Deg!


Hati Derwin seketika hancur, dan begitu sesak di hari yang bagaianya ini ketika melihat mantan kekasihnya yang teramat cantik berganteng tangan dengan seorang pria begitu mesra. Dengan berbalut senyuman yang begitu manis, Raya tampak sangat bahagia.


‘Baru pertama kali aku melihat Raya bisa tersenyum tulus seperti itu, tanpa ada aku di sisinya,’ bisik Derwin dalam hatinya.


Sontak kubil mata Sarah pun mengembang, ia terkejut melihat wanita yang disebut menjadi sahabatnya itu bergantengan dengan seorang pria yang tampak begitu sempurna. ‘Kenapa dia bersama seorang pria? Apakah Raya sudah memilik kekasih secepat ini? Hmm! Yang aku tahu dia adalah wanita yang sangat sulit untuk membuka hati, bahkan dia pernah mengatakan secara tulus jika Derwin adalah pria yang ingin ia jadikan yang terakhir dalam hidupnya.’


Sarah pun menoleh ke arah samping, ke seorang pria yang akan menjadi suami sahnya beberapa jam lagi setelah mengesahan. Tampaknya netra mata Derwin tidak mampu untuk mengesampingkan tatapan mempesonanya terhadap Raya. Sangat jelas pria yang kini menjadi suami orang itu masih sangat tertarik dengan sang mantan.


Hmm!


Sarah mengeram dengan mendesis dalam hatinya, dan ekspresi wajahnya langsung berubah begitu cemberut. Ia menarik lengan sang suami dengan berbisik, “Kenapa kamu tidak bisa menahan tatapanmu itu kepada mantan kekasihmu?”


Deg!


Seketika Derwin menggelengkan kepalanya dan segera menghempas padangannya kepada Raya, lalu menoleh ke arah sang istri yang sudah sangat kesal dengan apa yang dilakukan suaminya.


Derwin bukannya minta maaf, ia hanya terdiam dan menyoroti manik mata Sarah dengan dalam.


Seakan mengetahui apa yang dirasakan Derwin, Sarah pun mengembalikan ekspresi pertama yang selalu ia berikan kepada para tamu undangan.


Sejak awal hubungan terlarang mereka terjalin, Derwin terus berucap bahwa dirinya tidak akan bisa melupakan Raya dan ketika ingin memutuskan menikah saja, pria itu masih menegaskan bahwasanya ia masih sangat mencintai Raya Sena.


Tapi karena begitu kalut, dan yang selalu ada di samping Derwin adalah Sarah, maka dari itu pria tersebut luluh sehingga membuat sahabat Raya hamil.


Raya bukannya tidak pernah berada disamping Derwin, hanya saja dia begitu sibuk dan harus mencari uang tambahan agar sang ayah tidak berbuat kasar kepadanya. Waktu yang digunakan oleh Raya hanya untuk bekerja dan bekerja.


Banyaknya beban kehidupan membuat Derwin melenceng dan ia hanya memerlukan kasih sayang serta penyemangat dari sang kekasih. Akan tetapi Raya sangat sibuk dengan kehidupannya untuk menghidupi ayah tiri yang tak tahu diri itu.


Hah!


Derwin memijat pelipisnya dan bergumam, “Kenapa dulu aku tidak tegas untuk meminta Raya tetap berada disampingku dan ia tidak perlu bekerja lagi untuk membiayai kehidupan ayah tirinya itu.”


Namun, meski Derwin sudah berapa kali meminta Raya kalayak seperti itu, tetap saja Raya tidak akan mungkin berhenti bekerja dan selalu meminta uang kepada sang kekasih untuk membiayai kehidupannya dan ayahnya. Ia akan tetap bekerja karena menurutnya semua itu adalah tanggung jawab sebagai seorang anak.


Derwin terpaksa tersenyum menyambut Raya dan pewaris tunggal Moise yang ia harus hormati karena masalah kerja sama perusahaan.


“Terima kasih sudah datang kepernikahan kami, Pak Natan ...,” ucap Derwin memberi salam kepada Natan.


Natan dengan ekspresi datarnya tersenyum tipis seraya membalas ucapan dari sang mantan kekasih istrinya. “Iya saya kemari atas perintah Pak Wiguna dan juga ...,” ungkapan Natan sengaja terhenti, ia menoleh ke arah Raya.


Lalu ia pun melanjutkan ucapannya itu dengan penuh penekanan agar Derwin mengetahui siapa yang berada disamping dirinya saat ini, “Istri saya.”


Pubil mata Raya seketika mengembang mendengar hal manis dari seorang Natan yang begitu dingin itu. ‘Kenapa dia memberitahu bahwa aku dan dirinya adalah sepasang suami istri? Oh iya, dia hanya berpura-pura karena aku yang memintanya untuk melakukan hal ini. Tapi menurutku apa yang dilakukannya seakan membuat Derwin merasa cemburu,’ celetuk Raya yang sempat lupa bahwa Natan kini sedang berakting menjadi suaminya. Dan tadi dia juga terkejut Natan memberitahu bahwa dirinya adalah istri sang pewaris tunggal, padahal sejak awal Natan selalu menegaskan jika pernikahan mereka berdua adalah rahasia yang hanya boleh diketahui orang-orang di kediamannya saja.


Hah!


Ekspresi Derwin dan Sarah terlihat jelas, mereka berdua sangat terkejut dengan pemberitahuan putra tunggal keluarga Moise itu.


‘Apakah benar yang Beliau katakan? Kapan Raya menikah dengannya? Apakah wanita yang sangat mencintaiku begitu cepat melupakanku?’ geram Derwin dalam hati.


Sedangkan Sarah pun berceletuk dalam hatinya menanggapi apa yang dikatakan oleh tamu istimewa sang suami. ‘Wah sangat luar biasa Raya mendapatkan pria seperti Pak Natan. Sebenarnya apa yang dilihat dari pria-pria ini? Kenapa mereka berdua mencintai wanita yang wajahnya biasa saja seperti Raya? Tapi baguskan dia sudah menikah karena secara otomatis Derwin akan melupakan mantan kekasih yang katanya sangat ia cintai ini. Dan setelahnya aku akan mendapatkan cinta Derwin seutuhnya.’


Glek!


Manik mata Derwin masih bertuju ke arah manik mata indah Raya. Sangat terlihat jelas Derwin benar-benar menyesal dengan apa yang dilakukannya kini.


Derwin menundukkan kepala seraya memberikan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan sang mantan kekasih. “Terima kasih kamu sudah datang ke acara pernikahan kami, Raya.”


Deg!


Sapaan dari Derwin membuat hati Raya begitu retak rasanya. Entahlah emosi wanita ini seperti mengembara dan ia tidak tahu harus berbuat apa-apa selain menganggukkan kepadanya serta tersenyum secara paksa.


Bola mata mereka saling beradu, dengan tatapan yang menyedihkan. Serasa mereka menginginkan berbicara suatu hal banyak untuk diperjelas, akan tetapi nasi sudah menjadi bubur. Tidak akan bisa kembali lagi memutar waktu yang telah dilewati.


Bersambung.