MARRIED WITH MR. COOL

MARRIED WITH MR. COOL
LOVE IS STUPID



Haduh!


Hatinya tidak bisa berhenti berdetak, bukan ... bukan karena jatuh cinta tapi karena takut akan tatapan Natan yang sangat tajam dan ia bisa saja menerkam Raya layaknya seekor mangsa yang patut untuk dilumpuhkan.


Raya menelisik ke arah Natan dan ia memejamkan matanya agar bisa terlihat tenang, meski hatinya sama sekali tak karuan. Rasanya ia ingin memutar perkataannya tadi agar Natan tidak mendengarnya.


‘Raya ... Raya kenapa kamu selalu bertingkah ceroboh seperti ini sih? Lalu apa yang akan kamu jawab kepada pria pemilik tatapan tajam seperti burung elang ini?’ bisiknya dalam hati kepada dirinya sendiri.


“Hey! Apa saya sedang berbicara dengan benda mati saat ini? Kenapa kamu tidak menjawab apa yang saya tanyakan tadi?” gertak Natan kepada istri sahnya itu dengan wajah yang sangat menakutkan.


Gelora jiwa raga Raya terguncang, ia pun membuka matanya dengan perlahan dan mencoba berkata dengan kebohongan. Jika ia menjawab pertanyaan Natan dengan kejujuran, bisa saja Raya akan di makan sekarang juga!


Tangan Raya diletakkan di bawah perut sembari tubuhnya membungkuk. “Maaf Tuan, saya tadi hanya menilai karakter utama di sebuah novel.”


Hmm!


Natan tidak mudah percaya begitu saja, tubuhnya yang melekat pada dinding pun menjauh dan kakinya melangkah pelan mendekati Raya. Kini Natan berada tepat di depan wanita cantik tersebut dengan tangan yang masih dilipat.


Sungguh, jika wanita lain dilihat dengan tatapan maut Natan pastinya mereka akan pingsan dan kejang-kejang seperti Tora (ikan mas kesayangan Daniel, orang kepercayaan Natan Moise) karena tidak kuat akan ketampanan pria yang memiliki pesona luar biasa ini.


Namun, tidak seperti wanita diluaran sana. Raya malah menatap manik mata indah pria tampan itu dengan biasa. 


Hal ini diluar dugaan, netra mata Natan tiba-tiba mengembang. Tubuhnya terasa hangat dan sejak tadi hatinya tidak berhenti berdetak kencang. ‘Apa yang sedang terjadi dengan tubuhku dan hatiku saat ini? Lah, kenapa sorot mata wanita menyebalkan ini seperti energi kuat bagiku? Tidak ... tidak, ini hanyalah kesalahan! Bagaimanapun juga aku tidak boleh seperti ini, bisa saja wanita ini memang wanita licik yang mencoba meluluhkan hatiku!’ gumamnya dalam hati yang merasa jika dirinya tidak baik-baik saja ketika dekat dan menatap mata indah Raya Sena, wanita yang dijodohkan oleh papanya.


“Apa yang kamu katakan tadi, tokoh novel? Memangnya tokoh novel pria yang seperti apa sampai kamu bergerutu sendiri seperti orang gila di dalam toilet?” tanya Natan yang ingin mengetahui apa yang dikatakan oleh Raya tadi.


“Hmm, anu Tuan ...,” Raya kembali menghentikan ujarnya, ia berpikir keras agar jawabannya ini tidak menyinggung Natan.


Dengan cepat otak Raya bekerja dan ia tahu apa yang akan dia jawab kepada Natan. Bukannya benar-benar menghindari agar Natan tidak tahu, Raya malah jor-joran saja melontarkan sebuah pernyataan, “Orangnya tinggi sekitar 180 an, memiliki tatapan begitu tajam, ia sangat suka memerintahkan seseorang atas kemauannya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Begitu egois, suka marah-marah, dan intinya ia adalah pria yang sangat menyebalkan!”


Karena hanyut dalam suasana, Raya tidak sadar bahwa dirinya berbicara dengan Natan, seseorang yang ia deskripsikan tadi dengan jelas.


Manik mata Natan menyempit, sepertinya ia tahu siapa yang dibicarakannya tadi. “Saya tahu siapa yang kamu maksud tadi!”


Wajahnya benar-benar meyakinkan Raya, bahwa dirinya tahu siapa yang dikatakan wanita cantik itu kepada Natan.


Raya sudah menebak, bahwa dirinya salah berbicara dan salah mendeskripsikan tokoh novel yang dia maksud. ‘Kenapa aku mendeskripsikan semua karakter yang dimiliki Tuan Natan, seharusnya aku jaga baik-baik ucapanku. Apakah dia tahu bahwasanya diriku mengatakan semua itu adalah ciri-ciri darinya?’ 


Raya hanya bisa pasrah saja, jika Natan mengetahui apa yang dimaksud oleh istri sahnya tadi. Karena Natan bukanlah pria bodoh, kata Wiguna Moise Natan akan bertingkah konyol dan bodoh jika ia sedang dihadapkan dengan yang namanya CINTA.


Awalnya Raya mengira Natan akan pandai dan segera menebak jika semua karakter buruk yang Raya sebutkan tadi adalah dirinya, bukan karakter novel yang wanita itu buat-buat.


Hah!


Menantu sah keluarga Moise ini pun bisa bernafas lega, ternyata pewaris tunggal Moise Crops tidak sepintar yang diduga. Ia malah menanggapi perkataan pertama dari Raya.


Senang karena tebakan Raya mengenai Natan akan mengetahuinya langsung melenceng. Raya tanpa mengetahui novel ini memang benar ada atau tidak, ia mengangguk dengan cepat tanpa berpikir panjang seraya sedikit tersenyum untuk memecahkan suasana.


“Benar sekali dengan yang Anda katakan Tuan Natan, saya sangat suka dengan novel romance komedi itu,” ucap Raya yang menekan senyumnya agar terlihat natural, padahal dalam hati ia ogah memberikan senyum itu kepada pria yang tidak memiliki perasaan ini.


Seperti biasa, wajah datar Natan sudah berdarah daging dengannya. Ia tidak membalas senyuman Raya, sehingga wanita itu segera menghentikan senyuman terpaksanya tersebut dan kembali menatap Natan.


“Kamu pikir saya bodoh ya. Saya sudah membaca beribu-ribu buku sejak kecil, entah itu buku fiksi, non-fiksi dan web segalanya. Namun, sampai saat ini saya belum pernah menemukan judul novel seperti itu! Jadi tidak ada novel yang berjudul Love is Stupid!” ucap Natan seraya meninggikan nada bicaranya beberapa oktaf dengan penuh penekanan.


Sejak awal Natan sama sekali tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Raya dalam toilet. Namun, ia hanya mendengar pria menyebalkan yang terpaut dalam mulut tipis wanita cantik ini.


Lalu Natan mencoba memancing Raya dengan ucapannya tadi. Ia hanya ingin tahu siapa yang ia katakan pria menyebalkan kalau bukan dia orangnya.


“Cepat beritahu saya jawaban sejujurnya, sebenarnya siapa yang kamu katakan dengan sebutan pria menyebalkan hah?!” sogok Natan agar Raya buka mulut.


Raya masih belum bisa menjawab, ia tidak bisa mengatakan yang sejujurnya. Karena ia tahu jika menjawab hal yang sejujurnya ia mungkin akan di makan hidup-hidup dengan pria yang memiliki kekuasaan tinggi ini.


‘Astaga aku pikir, aku akan terbebas dari masalah. Tapi kenapa dia mengetahui semua ini? Aku benar-benar salah mengira pria ini!’ runyam Raya dalam hatinya yang terus mencari cara agar bisa menjawab pertanyaan Natan, pria yang berwajah gusar itu.


“Apakah kamu tidak mau menjawab pertanyaan yang sangat sederhana itu?” tanya Natan yang tidak menyerah.


Raya kali ini benar-benar pasrah dengan keadaan. Ia pun tahu apa yang akan dijawabnya kali ini kepada Natan.


“Pria menyebalkan yang saya maksud adalah pria yang membuat saya sakit, yaitu Derwin Satria!”


Benar yang dia katakan, meskipun pria menyebalkan yang ia maksud tadi adalah Natan tapi baginya Derwin lebih menyebalkan karena pria itu Raya bertemu dengan Natan!


“Apa?! Siapa katamu?” teriak Natan.


Bukannya mereda suasana, Raya malah membuat masalah baru karena Natan begitu syok mendengar Raya menyebutkan nama pria lain di depannya.


Bersambung.