Love Affair

Love Affair
Love



Rasa bersalah.


Rm mengantar Lisa kembali ke apartemen."Terima kasih sudah mengantarku dan maaf sudah mengacaukan makan malam kita".


"Tidak apa aku juga ingin bertemu orang tuamu"


"Ah sebaiknya jangan!"


"Kenapa?"sambil mengernyitkan dahi.


"Hmm bukannya kamu ingin hubungan kita tetap rahasia.Aku takutnya nanti mereka berpikir yang tidak-tidak."


Rm hanya menatapnya datar.Dalam hati Lisa was-was takut dia ikut turun memaksa ingin bertemu dengan orang tuanya yang jelas dia telah berbohong.


"Ya sudah selamat malam"kata Rm Lisa tersenyum lega.


"Selamat malam juga".


Setelah mobil Rm pergi Lisa masuk ke loby apartemen naik lift.Dia tidak habis fikir dengan Jungkook,lelaki itu seakan meneror dirinya membuat dirinya resah.Apalagi Jungkook tahu rahasianya Bagaimana kalau Jungkook membeberkan ke seluruh karyawan dikantor.Apa yang akan terjadi dengan dirinya?Pastinya mereka akan membicarakan dirinya menjadi wanita murahan,wanita simpanan ceo.


"Ah!ini tidak boleh terjadi.Aku harus memberi pelajaran ke Jungkook jangan sampai dia muka mulut."ujar Lisa keluar dari lift berjalan dilorong menuju pintu apartemennya.


"Ahhhhh..!"teriak Lisa ketakutan ketika ada seseorang yang menarik dirinya lalu memepetkan ditembok.


"Kamu!"tunjuk Lisa kesal melihat Jungkook."Mau apa kamu?"


"Itu tidak penting aku mau apa.Tapi kamu sudah berani mengabaikan peringatan ku!"


Lisa menatap mata almond Jungkook lelaki itu sangat tampan dalam jarak yang dekat ini membuat Lisa bisa leluasa menatap wajah tampannya.


"Ya ampun Lisa sadarlah jangan terpengaruh dengan ke tampanannya!"guman Lisa dalam hati sambil menggeleng.


"Apa ini artinya kamu akan terus mengabaikan peringatan ku?"


"Ah bukan"Tunggu kenapa aku berkata lembut aku harus tegas."Aku tidak mengerti dengan pikiran kamu.Kenapa kamu ikut campur dalam urusanku?Kita saja baru kenal tapi kamu seakan tidak suka jika aku berhubungan dengan Rm"


"Ya aku memang tidak suka!"jawab Jungkook tegas.Membuat Lisa terkejut mendengarnya."Aku tidak ingin kamu terus merasa bersalah dengan hubungan terlarang kamu yang sudah jelas Rm ada istri.Aku tidak ingin nantinya kamu akan sakit hati atas hubungan yang tidak sehat ini."


Sejenak Lisa tersentuh dengan perhatian Jungkook.Baru kali ini dia merasakan ada orang yang peduli dengannya.Tapi tunggu...apa dia melakukan ini ada motif?


"Apa kamu suka dengan ku?"tanya Lisa dia juga merasa aneh dengan pertanyaan konyol yang ia lontarkan.Yang jelas Jungkook hanya menganggap dirinya mainan yang tidak lain seperti Rm.


Jungkook menatap mata Lisa lekat-lekat entah siapa yang memulainya dulu mereka sudah ciuman.Dan anehnya Lisa menerima ciuman Jungkook tidak seperti waktu itu ciuman yang kasar kini ciuman itu lembut membuat dada Lisa terasa panas seakan mendidih.Merekapun hanyut dalam ciuman kemudian Jungkook melepas ciumannya kini hanya terdengar suara terenggah-enggah mereka.


Jungkook kembali menatap mata Lisa yang terlihat sayu dia mencoba mengontrol diri agar tidak terpengaruh.Wajah Lisa terlihat sangat menggemaskan,bibir tipisnya terlihat merah bekas ciuman tadi membuat Jungkook tidak ingin melepaskan tapi dia tidak bisa seperti ini.


"Apa kamu tahu arti ciuman ini ?Bahwa kamu adalah milikku"bisik Jungkook kemudian membalik badan pergi.Sebelum pergi dia berkata,"Ingat Lisa kamu harus segera memutuskan "


Mendengar ucapan Jungkook Lisa tersadar seakan barusan nyawanya melayang seakan rohnya terlepas dari tubuhnya.Sejenak dia teringat dengan Rm ada rasa bersalah kepadanya.Secara diam-diam ia sudah mengkhianati dan anehnya hati dan jatungnya seakan sudah jatuh hati kepada Jungkook.


***


Lisa masih memegang bibirnya dia terdiam di atas tempat tidurnya.Jam sudah menunjukan tengah malam tetapi Lisa tidak dapat tidur dia masih terbayang-bayang dengan ucapan Jungkook dan ciuman tadi.


Sekarang Lisa merasa dilema perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.Diapun bertanya kepada diri sendiri."Apakah aku sudah jatuh cinta ?Kenapa sulit sekali menghapus bayangan Jungkook ?".Dia terlihat gelisah membalik kesana kesini lalu menatap langit-langit kamar.


Sejak kapan ia merasakan hal seperti ini.Hatinya berdebaran terus memikirkan dia.Bukankah selama ini dia tidak percaya dengan cinta.Hal yang tidak mungkin ia rasakan bahkan diapun juga tidak mengerti apa itu cinta?Tetapi kenapa semenjak Jungkook datang seakan dia terus mengusik hidupnya dan berlahan masuk kedalam pikirannya menyentuh hati membuatnya terkesan.Sulit untuk dipercaya dia bagaikan bunga kantong semar yang membuat serangga terperangkap di dalamnya kemudian melahapnya.


Dan akupun terjatuh ke dalam perangkap itu.Jatuh semakin dalam sehingga membuatku sulit untuk bernafas.


***


Date...


Hari ini Lisa dan Jungkook Furniture untuk dekorasi rumah yang cccok dengan tema rumahnya.


"Apa kamu sudah siap?"tanya Jungkook membuyarkan lamunan Lisa.Dia menoleh memandang Jungkook yang sudah berdiri disamping.Ah ternyata dari tadi Lisa melamun didalam lift sampai dia tidak tahu Jungkook datang.


Lisa hanya mengangguk menanggapi."Apa ada yang sedang kamu pikirkan?"


"Tidak ada."


Ting!pintu lift terbuka.Lisa merasa bingung dia ingin bertanya kepada Jungkook akan mencari Furniture di toko mana.


"Anu...hmmm"Jungkook yang seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Lisa dia tersenyum sekaligus meraih tangan kanan Lisa.Lisa terkejut ia memandang tangan Jungkook .


"Aku tahu tempatnya yang bagus"ujarnya sambil tersenyum.Lisa hanya mengangguk mengikuti,dia terus melihat tangan Jungkook yang menggandengnya tanpa ia sadar ia pun tersenyum merasa senang.


Apakah ini yang dinamakan dating awal kita?.


Mereka memasuki toko Furniture dan ternyata sesuai dengan keinginan Lisa disana banyak Furniture yang menarik hatinya.


"Bagaimana apa kamu suka?"


"Hmm...Disini banyak pilihannya.Bagaimana kamu tahu toko ini?Padahal kamu baru tinggal dikota ini."Jungkook hanya tersenyum mendengarnya lalu menarik tangan Lisa untuk melihat kursi goyang.


"Wah...ada kursi goyang juga.Bagus sekali bahannya dari pohon jati pastinya kuat dan awet."


"Apa kamu begitu menyukainya?"


"Iya ini mengingatkan aku kepada nenek"


"Nenek ?"


"Iya dulu aku sangat dekat dengan nenek sebelum dia meninggal aku berkeinginan membuat desain kursi goyang untuknya tetapi sayang nenekku keburu tiada.Ah maaf aku malah menjadi curhat kepadamu"


"Tidak apa aku suka mendengarnya.Aku merasa beruntung nenek kamu mempunyai cucu yang peduli seperti mu".Lisa tersipu malu mendengar pujiannya.Ketika Lisa ingin mencoba kursi goyangnya tiba-tiba kakinya terkilir dan tanpa sengaja menarik tangan Jungkook sampai akhirnya Lisa duduk dikursi goyang tersebut dengan Jungkook di atasnya.Untung saja tangan Jungkook menahan disisi kursi.


Mereka saling menatap wajah mereka sangat dekat.Pipi Lisa merona ia menjadi teringat kejadian semalam saat wajah Jungkook dekat seperti ini mereka berciuman.Jungkook langsung berdiri sebelum hal sesuatu terjadi.


"Apa kamu tidak apa-apa ?"tanya Jungkook mengulurkan tangannya.